Cost per lead menjadi fokus penting bagi para marketer yang ingin memberikan konten powerfull dan tepat sasaran, dengan biaya yang paling rendah. Adapun bagian integral dari strategi ini ialah bisa mendapatkan biaya per prospek atau cost per lead (CPL) yang lebih rendah. Jika Anda mengetahui cara menghitung dan mengurangi cost per lead, maka ROI yang Anda dapatkan memiliki kemungkinan besar mengalami peningkatan.

 

Cara Menghitung dan mengurangi Cost Per Lead

Berbekal banyaknya informasi mengenai siapa saja pelanggan Anda, dan bagaimana cara mereka menemukan Anda, maka semakin mudah bagi Anda untuk mengambil keputusan berbasis informasi mengenai pengurangan CPL. Sebelum menentukan budget cost per lead, ketahui dulu bagaimana cara menghitungnya.

 

Anda sebaiknya menghitung biaya cost per lead di akhir tahun, sehingga bisa melihat berapa banyak biaya yang telah dihabiskan demi mendapatkan prospek bisnis. Anda juga bisa menggali CPL lebih dalam lagi agar dapat memeriksa seberapa efektif kampanye yang Anda lakukan. Hal ini berhubungan erat dengan bagaimana Anda memahami user experience dengan data terbatas.

 

Untuk mengkalkulasi CPL, gunakan indikator by campaign, by medium, by quarter, bahkan by customers. Berdasarkan informasi ini, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik bagaimana caranya mengurangi biaya cost per lead.

 

  1. Bandingkan CPL dengan Medium, Customer, dan Time

Dengan memanfaatkan penghitungan CPL yang membandingkan antara medium, customer, dan time, akan lebih banyak informasi mengenai nominal biaya yang Anda keluarkan untuk menjaring banyak prospek pada waktu yang berbeda. 

 

Dari sini, Anda bisa melihat, apakah promosi yang dilakukan sia-sia, atau sudah cukup baik. Misalnya, Anda sudah membelanjakan budget lebih besar untuk mendapatkan prospek yang berasal dari demografi yang baru, tetapi ternyata prospek baru ini tidak menghasilkan lebih banyak konversi, maka sebaiknya segera pertimbangkan untuk kembali lagi ke target pasar Anda sebelumnya yang jauh lebih menghasilkan.

 

 

  1. Hasilkanlah CPL Rata-Rata

Anda perlu mengetahui CPL rata-rata, sehingga Anda dapat melihat secara general semua pengeluaran yang lebih dari seharusnya. Cobalah menghitung dari tahun ke tahun, jumlah audiens atau pelanggan yang telah Anda miliki, dan bandingkan dengan aktivitas pemasaran yang telah Anda lakukan. 

 

Dari sini, Anda bisa mendapatkan angka rata-rata. Selanjutnya, data tersebut bisa Anda gunakan untuk merancang kampanye baru, menentukan media pemasaran yang tepat, jenis marketing campaign yang digunakan, jenis digital campaign, dan sebagainya.

 

  1. Melakukan Riset pada Pelanggan Anda

Selama menjalankan dan mengelola situs bisnis, apakah Anda benar-benar tahu apa yang menjadi keinginan dan harapan dari para pelanggan? Atau mungkin selama ini Anda hanya menebak-nebak saja? 

 

Alangkah baiknya, Anda sesegera mungkin melakukan beberapa riset pembeli agar bisa melihat bagaimana para pelanggan menggunakan situs yang Anda miliki. Apa saja hal yang diharapkan dari produk maupun layanan jasa Anda. Bisa juga, untuk mengetahui apa yang paling mereka inginkan dari perusahaan Anda. 

 

Mempelajari behavior dan customer journey akan membantu Anda menentukan langkah selanjutnya dalam pengembangan bisnis. Usahakan untuk selalu mempelajari dan mencari tahu sebanyak mungkin mengenai masalah yang dihadapi pelanggan, dan berikan solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka.

 

 

Anda juga bisa menentukan budget cost per lead yang lebih rendah dengan taktik berikut ini:

 

  • Dalam setiap teks iklan, buatlah pesan pemasaran yang menggugah dan menarik perhatian para pelanggan.
  • Posisikan iklan penelusuran hanya pada istilah yang memang akan digunakan pelanggan agar diklik.
  • Perhatikan media yang digunakan oleh target audiens Anda. 
  • Fokus mencari platform yang menawarkan biaya iklan lebih rendah.
  • Pastikan menempatkan produk yang paling relevan di depan agar dilihat calon pembeli.

 

  1. Menyaring Iklan Penelusuran

Apabila Anda memanfaatkan Google ads untuk mendapatkan prospek yang menjanjikan, pastikan Anda memanfaatkan fitur pada Google ads semaksimal mungkin. 

 

Anda bisa melakukan riset keyword, menggunakan tool pencocokan keyword, bahkan bisa menyesuaikan biaya maksimum per klik ataupun per hari, serta memanfaatkan strategi lain untuk membantu Anda menemukan titik keseimbangan yang paling ideal antara nilai pelanggan dan CPL.

 

  1. Lakukan Pengujian A/B

Anda tak akan tahu bagaimana mengurangi cost per lead tanpa melakukan A/B testing atau menguji coba iklan, landing page atau halaman produk, dan lainnya. Prinsip utamanya, Anda perlu memastikan semua elemen bekerja dengan metode terbaru dan tidak ketinggalan zaman, sehingga perubahan CPL yang terjadi bisa terus Anda pantau. 

 

Hal penting yang perlu Anda ketahui, CPL akan mengalami peningkatan secara perlahan. Itu sebabnya, pemantauan secara berkala akan sangat membantu Anda mengambil langkah paling tepat, sekaligus bisa mencegah terjadinya kenaikan cost per lead di luar batas anggaran yang sudah ditetapkan. 

 

Oleh karena itu, uji pula penggunaan berbagai keyword, strategi penetapan harga, tajuk, juga desain dari halaman produk yang Anda miliki. Semua ini bisa menurunkan biaya per prospek seiring dengan waktu.

 

 

  1. Maksimalkan Konten Marketing Anda

Jangan menghabiskan waktu untuk menghitung cost per lead tanpa memaksimalkan konten marketing Anda karena konten marketing pun bisa sangat berharga. Jika konten Anda bisa menempati posisi pertama dalam penelusuran di mesin pencari, maka bisa mendatangkan prospek lebih bagus dari iklan yang Anda pasang. 

 

Jadi, jangan pernah menganggap sepele pembuatan konten powerfull maupun konten evergreen dengan posisi terbaik di mesin pencari. Anda harus mencurahkan waktu, tenaga, dan kemampuan menulis untuk menghasilkan konten yang dibutuhkan masyarakat. Dengan cara ini, Anda juga akan sangat terbantu dalam menentukan besar kecilnya budget cost per lead melalui pembuatan konten berharga terlebih dahulu.

 

Cara lain yang lebih praktis, Anda bisa bekerja sama dengan salah satu digital marketing agency Indonesia yang memiliki tenaga ahli dalam bidang internet marketing service, social media and digital marketing campaign, penerapan teknik SEO dan SEM, dan sebagainya. Atau hubungi saja Redcomm yang merupakan digital marketing agency Jakarta dan telah banyak membantu berbagai brand dari berbagai kota di Indonesia, seperti dari Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makasar, Sidoarjo, Bengkulu, Bogor, Bandung, dan masih banyak lagi. Hanya saja, Anda perlu tahu cara bekerja sama dengan digital marketing agency.

 

Demikian beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi cost per lead. Semoga bermanfaat, ya!