Conversion Rate Optimization (CRO) adalah proses yang akan membuat konsumen melakukan tindakan ketika mengunjungi website dari suatu usaha atau bisnis. Pebisnis akan menggunakan strategi SEO di dalam memaksimalkan inbound marketing. Hal ini, tentu membantu menambah jumlah traffic toko online. Peran CRO tidak sama dengan SEO. Keduanya sangat berbeda, di mana SEO berfungsi untuk meningkatkan traffic, sedangkan CRO dapat mengubah traffic menjadi konversi.

 

Peran CRO dalam Digital Marketing

CRO adalah strategi yang perlu dilakukan oleh brand atau pemilik bisnis agar calon pengunjung tertarik berkunjung ke website bisnis. Untuk mencapai CRO, harus dikombinasi dengan berbagai elemen, seperti pengujian konten, desain visual, dan lainnya. Semua hal ini akan membantu mempengaruhi tingkat pengunjung yang datang, sekaligus meningkatkan kemungkinan terjadinya penjualan produk. Ini juga dapat memberikan pengaruh untuk goal conversion.

 

Peran CRO sangat penting dalam mengkonversi jumlah traffic menjadi leads yang efisien. Contoh penerapan CRO, misalnya pada inbound marketing. Sebelum memaksimalkan website, pemilik bisnis hanya bisa meyakinkan pengunjung sebesar 5% dari banyaknya pengunjung yang mendaftar di web tersebut. Jika Anda sudah mengoptimasi website, maka rate conversion akan meningkat lebih kurang 7.5%. Otomatis hal ini memberi pengaruh besar pada tingkat penjualan Anda.

 

Cara untuk Memaksimalkan CRO

Kunci utama dari kesuksesan conversion rate optimization adalah dengan melakukan pengujian. Tanpa melakukan uji coba terlebih dahulu, Anda tidak akan tahu mana elemen yang dapat mengubah traffic website. Testing akan sangat membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi pada usaha Anda. Terdapat beberapa hal yang bisa dijadikan acuan untuk memaksimalkan CRO dalam inbound marketing, antara lain:

 

 

  1. Melakukan Riset pada User Persona

Melakukan riset terhadap user persona menjadi faktor penting yang perlu dilakukan, agar Anda bisa mengetahui faktor-faktor apa saja yang berfungsi untuk menarik pengunjung potensial ke website bisnis. Hal ini biasa dikenal dengan persona, yang merupakan sesuatu yang penting dalam CRO. Persona dapat membantu menentukan desain situs website dan mencari kata kunci yang tepat untuk optimasi SEO.

 

  1. Analisis Heatmap

Heatmap merupakan data statistik yang dapat memberi gambaran mengenai pengunjung website Anda. Dengan heatmap, Anda bisa mengamati perilaku pengunjung website dan langsung mendapatkan perubahan konversi yang terjadi.

 

Pengumpulan data atau heatmapping, biasanya berdasarkan gerakan mouse, seperti klik pada link, tombol, hovering, maupun scrolling. Pemetaan heatmap, memungkinkan Anda mengetahui dengan baik aktivitas yang dilakukan pengunjung website bisnis Anda, dan bisa jadi peritmbangan untuk penentuan strategi marketing berikutnya, A/B testing, usability testing, UI dan UX, serta melakukan update maupun desain ulang situs.

 

  1. Melakukan Testing pada Landing Page

Landing page adalah halaman di mana pengunjung website bisa mengenal produk, layanan, dan brand bisnis Anda. Di saat yang sama, landing page berperan penting untuk melakukan testing terkait gambar, bentuk, konten, dan desain halaman. Usahakan landing page sesuai standar dan berisi informasi yang dapat menarik minat pengunjung website agar berkunjung sesering mungkin, kemudian mengambil keputusan untuk membeli produk Anda. Prinsipnya, Anda perlu mengoptimalkan landing page untuk meningkatkan konversi.

 

  1. Fokus pada Traffic yang Tinggi

Dengan adanya skenario traffic pengunjung di website, Anda jadi bisa memaksimalkan conversion rate optimization (CRO). Pelaku bisnis akan mendapatkan informasi berkaitan dengan informasi yang sedang dicari, tombol yang akan di klik, dan produk yang ditawarkan, beserta promo-promo yang tersedia. Selanjutnya, semua data yang berhasil dikumpulkan akan membantu pemilik website jadi lebih baik untuk menyediakan apa yang benar-benar pelanggan butuhkan.

 

  1. Penggunaan Warna yang Berbeda pada Button

Di dalam website perlu dilengkapi dengan call to action (CTA). Nah, button yang ada pada CTA harus menggunakan warna berbeda, sehingga mudah terlihat dan ditemukan oleh pengunjung web, serta dapat memberi pengaruh yang tinggi terhadap conversion rate. Anda bisa melakukan testing terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi button CRO. Carilah warna button yang bertolak belakang dengan warna desain pada website Anda.

 

 

  1. Memprioritaskan Keuntungan dan Manfaat

Anda harus bisa menentukan keuntungan dan manfaat apa saja yang akan didapatkan dari mengunjungi website Anda. Prioritas utama ini sudah tentu akan membantu perusahaan dalam mengubah traffic menjadi sales atau leads. Selain itu, kejelasan dari informasi atau konten yang ditampilkan di website juga perlu memprioritaskan benefit maupun manfaat yang akan didapatkan oleh pelanggan, sehingga mereka dengan senang hati akan berkunjung sesering mungkin ke web Anda.

 

Sebagai pelaku bisnis, Anda juga harus memposisikan diri dulu sebagai pengguna website, untuk memastikan bagaimana website bisa berjalan dengan baik sesuai visi dan misi dari perusahaan. Diskusi mengenai CRO untuk mendapatkan lebih banyak leads juga bisa Anda lakukan dengan tim internet marketing strategy dari top digital agency seperti tim Redcomm. Hubungi kami segera di Contact Redcomm.