MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Begini Cara B2B Lead Scoring untuk Meningkatkan ROI

20 Mar  · 
3 min read
 · 
eye 5.142  
Digital Marketing Strategy

redcomm

Return of investment atau ROI adalah rasio untuk mengevaluasi keuntungan atau tingkat efisiensi investasi dalam jangka waktu tertentu. Semakin tinggi nilainya, semakin banyak profit yang bisa Anda dapatkan.

Untuk meningkatkan pengembalian prospek investasi bagi investor, Anda bisa menggunakan penilaian terhadap prospek atau lead scoring. Yuk, baca artikel ini untuk tahu manfaat dan cara meningkatkan ROI dengan lead scoring.

Pengertian Lead Scoring

Lead scoring adalah proses menilai atau memberikan nilai kepada leads (prospek) berdasarkan kriteria tertentu. Tujuannya, untuk memudahkan proses identifikasi mana saja prospek yang memiliki potensi besar dan perlu dihubungi tim penjualan.

Apalagi jika tersedia algoritma dan data yang relevan, maka lead scoring memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya secara efisien, sehingga bisa fokus pada prospek yang memiliki peluang terbaik untuk menjadi pelanggan yang loyal.

Di saat yang sama, cara ini juga sangat membantu memaksimalkan strategi pemasaran, sekaligus meminimalkan waktu, biaya, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengubah leads menjadi pelanggan setia.

Penerapan Lead Scoring untuk Meningkatkan ROI

Berikut hasil dari penerapan lead scoring untuk meningkatkan ROI, yang mendorong terjadinya peningkatan pada penghasilan usaha:

  • Menyelaraskan penjualan dan pemasaran berkat data dan personalisasi yang lebih baik. Nantinya hal ini akan mendorong tim pemasaran dan penjualan bisa meningkatkan pengalaman pelanggan dan menghasilkan konversi lebih besar secara bersamaan.
  • Bisa lebih fokus pada penciptaan konversi dari potential leads dan bisa langsung menyisihkan negative leads yang tidak akan membeli produk.
  • Menggunakan analitik prediktif untuk menganalisis data historis dari berbagai sumber. Cara ini memungkinkan Anda menentukan audiens dan prospek yang paling besar peluangnya untuk membeli produk.
  • Melibatkan prospek dengan cara mendampingi calon pelanggan sampai berubah menjadi konversi. Maka mau tidak mau tim penjualan harus memiliki kemampuan untuk meyakinkan dan mendorong calon pelanggan mulai dari tahap brand awareness sampai terciptanya penjualan.
  • Menghapus spekulasi karena tim pemasaran dan penjualan bisa menggunakan semua data untuk menentukan prospek yang memiliki peluang terbaik dalam menghasilkan penjualan.

5 Cara Lead Scoring Mampu Meningkatkan ROI

Terdapat 5 cara yang menunjukkan skor prospek atau lead scoring mampu meningkatkan ROI dan menghasilkan konversi yang lebih besar.

1. Penyelarasan Upaya Penjualan dan Pemasaran

Dengan adanya permintaan personalisasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu, Anda mau tidak mau juga harus melakukan berbagai penyelarasan terhadap strategi pemasaran yang akan Anda gunakan.

Tujuannya tentu saja agar pelanggan bisa mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan preferensi mereka.

Nah, keberadaan lead scoring akan membuka jalur komunikasi antara tim pemasaran dan penjualan menjadi lebih lancar, efektif, dan produktif. 

Misalnya saat menerapkan sistem penilaian dalam strategi perolehan pelanggan baru, tim penjualan akan mengetahui calon pelanggan yang paling tinggi potensinya. Lalu, mereka memberikan informasi ini kepada tim pemasaran.

Pada tahap selanjut, tim pemasaran kemudian merencanakan dan menyusun strategi, termasuk membuat rencana konten untuk meningkatkan ROI.

2. Membawa Lebih Banyak Volume Konversi Berkualitas Tinggi

Banyak yang mengira, jika penilaian prospek bertujuan memperbanyak volume prospek. Padahal tujuan utama lead scoring adalah mendatangkan lebih banyak pelanggan berkualitas tinggi.

Penilaian prospek akan menunjukkan prospek yang paling relevan dan berpotensi melakukan konversi. Lalu, tim pemasaran harus memanfaatkan data tersebut untuk menjalin hubungan baik dan berinteraksi dengan prospek tersebut.

Misalnya dengan mengirimkan penawaran menarik melalui email marketing yang lebih personal, newsletter, memberikan kupon diskon, menyediakan reward, dan lain sebagainya, untuk meningkatkan penjualan bisnis.

3. Bisa Meningkatkan ROI

Lead scoring bisa meningkatkan ROI, karena menggunakan analitik prediktif untuk mengekstrak data yang berasal dari berbagai sumber. Contoh: media sosial, platform optimasi pemasaran, sistem CRM, dan sebagainya.

Setelah proses analisis selesai, sistem penilaian prospek prediktif akan menggunakan algoritma canggih dalam menghitung dan memprediksi perilaku pelanggan, kemudian memberi skor berdasarkan perhitungan tersebut.

Dengan cara inilah nantinya Anda bisa memanfaatkan lead scoring untuk meningkatkan Return of Investment (ROI) sesuai target yang telah ditetapkan. 

4. Membantu Melibatkan Prospek Kembali

Penilaian prospek memungkinkan Anda sebagai marketer melihat seberapa jauh kemungkinan terjadinya konversi atau mengubah calon pembeli menjadi pelanggan potensial.

Selain itu, lead scoring membantu untuk mengetahui posisi prospek dalam saluran penjualan bisnis dan menentukan strategi marketing yang cocok untuk direalisasikan.

Nah, berdasarkan data yang ada, tim pemasaran dan penjualan jadi bisa mendorong para prospek potensial yang masih ragu untuk melakukan konversi pembelian ke lingkaran lead scoring bisnis Anda.

Belum memiliki tim pemasaran dan penjualan yang memahami cara kerja lead scoring? Tenang, Anda bisa menghubungi Kontak Redcomm untuk terhubung dengan para profesional yang berpengalaman membantu lebih dari 500 brand melakukan promosi dan pemasaran secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak besar.

Untuk diketahui, Redcomm Indonesia adalah digital agency yang berhasil meraih 6 tahun berturut-turut sejak 2018 hingga 2023 sebagai agency of the year

Lalu perannya sebagai digital marketing agency Indonesia terbaik, Redcomm juga sudah memiliki sistem kerja terbaik yang bisa membantu penerapan strategi digital marketing terbaik bagi pebisnis yang ingin mendapatkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

5. Untuk Menghilangkan Dugaan Persamaan Prospek

Seorang marketer tidak bisa hanya mengandalkan firasat dan intuisi saja. Karena intuisi tak selamanya memberikan hasil yang bagus.

 Artinya, Anda sebagai marketer perlu menggunakan model penilaian prospek prediktif supaya bisa sepenuhnya menghilangkan dugaan persamaan prospek. Karena faktanya, setiap individu atau pelanggan itu unik.

Anda dapat menggabungkan ribuan poin data untuk membuat profil pelanggan yang ideal. Lalu, jangan lupakan faktor-faktor yang ada di dalam data konversi yang didapatkan dari transaksi maupun kampanye sebelumnya, untuk menentukan skor perilaku yang paling tepat.

Setelah tahu cara B2B lead scoring untuk meningkatkan ROI, jangan lupa pelajari juga Penggunaan Marketing Automation untuk Menentukan Lead Scoring Model.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER