Memasuki era digital business, promosi produk maupun jasa bisa Anda lakukan melalui pemasangan iklan online.
Memasuki era digital business, promosi produk maupun jasa bisa Anda lakukan melalui pemasangan iklan online.
Format atau jenis iklan online untuk kebutuhan promosi dan pemasaran pun semakin beragam sehingga bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Apalagi saat ini Anda bisa menggunakan berbagai format iklan secara bersamaan, baik melalui website, mesin pencari, maupun platform media sosial.
Cari tahu yuk apa saja jenis iklan online yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan di bisnis UKM dalam Redcomm Knowledge kali ini.
Iklan online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi digital marketing.
Apalagi saat ini ada banyak pengguna internet, yang mencapai 5,35 miliar orang di seluruh dunia pada 2024 (DataReportal), tentunya Anda sebagai pebisnis perlu memahami berbagai jenis iklan online untuk menjangkau target audiens secara lebih efektif.
Berikut 7 jenis iklan online paling efektif beserta cara mengimplementasikannya.
Iklan bergambar adalah format iklan visual yang muncul di berbagai situs web dalam bentuk banner, gambar statis, pop-up, atau rich media.
Memanfaatkan jenis iklan online yang satu ini memungkinkan Anda menampilkan materi promosi dan pemasaran dalam bentuk visual yang menarik.
Nah, agar hasil dari pemasangan iklan bergambar lebih maksimal, Anda bisa mengimplementasikannya dengan cara:
Misalnya Anda memilih iklan gambar statis, maka iklan akan tampil layaknya spanduk, namun dalam versi online, di sekitar konten web Anda.
Bisa di bagian atas artikel, di sisi samping kiri atau kanan layar, bahkan di tengah-tengah artikel yang tayang di situs web bisnis.
Sementara penggunaan iklan pop-up kemunculannya bisa Anda atur sesuai kebutuhan. Misalnya iklan akan otomatis muncul di awal audiens masuk ke suatu halaman di situs web Anda, atau sesaat sebelum audiens mau menutup halaman web.
Iklan di media sosial semakin populer seiring pertumbuhan pengguna platform seperti Facebook (3 miliar pengguna), Instagram (2 miliar), dan TikTok (1,7 miliar).
Sama halnya dengan iklan bergambar, format iklan di media sosial pun beragam, mulai dari banner atau gambar sederhana hingga video yang terputar otomatis.
Cara mengimplementasikan strategi pemasangan social media ads, yaitu:
Beriklan di media sosial memungkinkan Anda menargetkan audiens secara lebih spesifik. Misalnya ingin membidik konsumen premium, maka Anda bisa memanfaatkan consumer insight dari data Facebook Ads.
Dengan cara ini, Anda bisa merencanakan dan mengimplementasikan strategi social media marketing dengan lebih baik dan hasil yang lebih terukur.
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel knowledge kami sebelumnya, SEM bekerja berdasarkan kata kunci melalui mesin pencari dalam upaya meningkatkan traffic situs web Anda di halaman awal pencarian.
Semua iklan search engine marketing yang muncul di Google, Bing, DuckDuckgo, Yahoo search, dan mesin pencari lainnya berbentuk iklan teks. Iklan berbayar ini dapat berupa Pay Per Click (PPC) dan Cost Per Thousand (CPM).
Mengimplementasikan iklan pencarian berbayar cukup mudah, Anda tinggal mengikuti langkah berikut:
Anda juga dapat menggunakan SEM dalam bentuk tidak berbayar dengan mengoptimalkan situs web Anda menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO).
Saat ini, platform terbaik untuk menerapkan SEM adalah Google Ads, yang memungkinkan Anda membuat iklan bertarget tinggi.
Anda pasti pernah menemukan iklan bersponsor di bagian bawah konten blog atau Facebook berbentuk “bacaan lain yang direkomendasikan” atau “disukai orang lain”.
Ini adalah jenis iklan online yang dapat Anda gunakan tanpa membuat target audiens merasa terganggu karena bentuknya yang tidak menyerupai iklan.
Bisa dikatakan, pengertian iklan native adalah iklan yang tampil seperti konten organik di suatu platform, seperti rekomendasi artikel di website berita atau postingan bersponsor di media sosial.
Cara mengimplementasikan jenis iklan online native advertising, antara lain:
Iklan remarketing dan retargeting bertujuan menargetkan ulang pengguna yang sudah pernah berinteraksi dengan bisnis Anda tetapi belum melakukan konversi.
Meskipun sering dianggap sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar:
Remarketing adalah strategi pemasaran ulang dengan menyasar pelanggan yang telah berinteraksi dengan bisnis Anda melalui email, kunjungan ke website, atau tindakan lainnya.
Tujuannya untuk mengingatkan mereka untuk kembali dan menyelesaikan tindakan yang belum mereka lakukan, seperti pembelian.
Kapan Anda perlu menerapkan remarketing?
Ketika audiens sudah memberikan alamat email mereka, tetapi belum melakukan pembelian, maka Anda bisa mulai mengirimkan email yang berisi diskon eksklusif atau pengingat produk di keranjang belanja.
Ada banyak situs email marketing, seperti MailChimp, yang menyediakan berbagai template email marketing, sekaligus menyediakan fasilitas untuk mengotomatiskan kampanye email berbasis perilaku pengguna.
Retargeting lebih berfokus pada penayangan iklan berbayar kepada pengguna yang telah mengunjungi website atau media sosial milik bisnis Anda, tetapi belum melakukan konversi.
Proses retargeting menggunakan cookie atau pixel tracking untuk menampilkan iklan kepada mereka saat menjelajah internet.
Waktu terbaik untuk menerapkan iklan retargeting adalah saat Anda menemukan banyak audiens mengunjungi halaman produk tertentu, tetapi tidak membeli.
Nah, Anda tinggal menggunakan beberapa tools retargeting, seperti Google Display Network, Facebook Pixel, atau Google Ads untuk melacak aktivitas pengguna dan menampilkan iklan yang sesuai dengan minat mereka.
Namun ingat, pastikan frekuensi iklan yang tampil di audiens target tidak terlalu tinggi agar tidak mengganggu dan membuat buruk pengalaman pengguna ya.
Dengan 82% traffic internet global berasal dari video (sesuai data dari Cisco), iklan video menjadi salah satu format iklan paling efektif.
Hal ini tak bisa dipungkiri, mengingat ada banyak pengguna internet yang lebih senang menonton video daripada membaca teks, terutama kalau tayangan videonya menghibur atau menginspirasi.
Oleh karena itu, mulailah sekarang juga mempertimbangkan penggunaan video advertising sebagai media periklanan digital Anda.
Dengan kerja sama yang solid bersama digital marketing agency Indonesia profesional, Anda bisa berfokus pada hal lain yang lebih penting, sementara pembuatan video serahkan saja pada ahlinya.
Iklan email adalah jenis pemasaran yang dilakukan melalui email, di mana penerimanya telah setuju untuk menerima pesan promosi atau berlangganan dari suatu merek.
Iklan ini bisa dikatakan lebih hemat biaya, cepat untuk dibagikan, dapat menjangkau target audiens, dan menunjukkan return of investment (ROI) lebih tinggi.
Anda bisa menggunakan layanan email marketing dari MailChimp atau SendPulse Email untuk mengirimkan iklan email secara otomatis menggunakan alat otomatisasi. Bagus lagi kalau Anda bisa Mengkombinasikan Email Marketing & Direct Messaging untuk Strategi Digital Campaign yang Sukses.
Memahami dan menerapkan strategi iklan online yang tepat, akan sangat membantu Anda meningkatkan visibilitas bisnis, menarik pelanggan potensial, dan meningkatkan penjualan.
Jangan lupa, pilihlah jenis iklan yang paling sesuai dengan bisnis sekaligus relevan dengan target pasar dan tujuan bisnis.
Untuk hasil yang optimal percayakan saja prosesnya pada tim profesional dari digital marketing agency Jakarta dengan menghubungi Kontak Redcomm.
DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU
RELATED TOPIC