Memasuki era digital business, promosi untuk produk maupun jasa bisa dilakukan melalui pemasangan iklan online. Format atau jenis tayangan promosinya pun kini semakin beragam. Memasang berbagai jenis iklan online sebagai bagian dari digital marketing business, bisa Anda andalkan untuk mendatangkan prospek penjualan. Apalagi saat ini Anda bisa menggunakan berbagai format periklanan secara bersamaan, baik melalui website, mesin pencari, maupun platform media sosial. 

 

Jadi, sudahkah Anda mengetahui apa saja jenis tayangan iklan online yang tersedia saat ini? Jika belum, mari simak ulasan Redcomm Knowledge tentang 7 format iklan terpopuler yang sering digunakan sebagai digital marketing strategist berikut ini!

 

7 Jenis Iklan yang Bisa Mengembangkan Bisnis Online 

 

 

 

  1. Iklan Bergambar 

Iklan yang satu ini muncul di internet dalam bentuk visual. Hal yang ditampilkan umumnya berisi promosi terkait dengan konten dari sebuah layanan web maupun aplikasi. Saat ini, iklan bergambar telah berkembang, dari bentuk dasar berupa iklan spanduk menjadi 3 jenis, yaitu gambar statis, banner mengambang, dan pop-up ads.  

 

Iklan gambar statis tampil sebagai sebuah spanduk online, dan umumnya akan muncul di sekitar konten web Anda. Bagaimana tampilan banner mengambang? Iklan bergambar jenis ini akan bergerak melintasi layar atau melayang di atas konten situs web saat Anda menggulir halaman. Sementara iklan pop-up, biasanya otomatis muncul di depan konten situs web saat pengunjung membuka halaman. Selain itu, ada pula yang menyarankan pengunjung untuk memasukkan email sebelum mereka bisa membaca seluruh konten yang ditayangkan. 

 

Untuk membuat iklan jenis ini agar semakin maksimal, Anda bisa menggunakan dukungan situs pihak ketiga, seperti Google Display Network yang membantu Anda menargetkan pemirsa potensial atau user yang mungkin akan tertarik dengan produk atau layanan Anda. 

 

  1. Iklan Media Sosial 

Menayangkan iklan onlinepada platform media sosial  sangat efektif dan efisien, mengingat penggunanya yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sama halnya dengan iklan bergambar, format iklan media sosial pun dapat berupa apa saja, mulai dari banner atau gambar sederhana hingga video yang terputar otomatis. 

 

Dengan iklan media sosial, Anda dapat menargetkan audiens dengan sempurna. Misalnya saja pada opsi penargetan Facebook yang bisa mencakup usia, wilayah, minat, latar belakang pendidikan, dan lainnya. Hal ini tentu bisa membuat strategi social media and digital marketing Anda lebih sukses. 

 

 

  1. Search Engine Marketing (SEM) 

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel knowledge kami sebelumnya, SEM bekerja berdasarkan kata kunci melalui mesin pencari dalam upaya meningkatkan traffic situs web Anda di halaman awal pencarian. Semua iklan search engine marketing yang muncul di Google, Bing, DuckDuckgo, Yahoo search, dan mesin pencari lainnya berbentuk iklan teks. Iklan  berbayar ini dapat berupa Pay Per Click (PPC) dan Cost Per Thousand (CPM).

 

Anda juga dapat menggunakan SEM dalam bentuk tidak berbayar dengan mengoptimalkan situs web Anda melalui teknik Search Engine Optimization (SEO). Saat ini, platform terbaik untuk menerapkan SEM adalah Google Ads, yang memungkinkan Anda membuat iklan bertarget tinggi. 

 

  1. Iklan Natural 

Pernahkah Anda memperhatikan iklan bersponsor di bagian bawah konten blog atau Facebook? Tampilannya beragam, bisa berupa "bacaan lain yang direkomendasikan" atau "disukai orang lain" dengan tujuan untuk diklik pengguna. Ini adalah jenis iklan asli atau alami yang dapat Anda gunakan tanpa membuat target audiens Anda merasa terganggu karena bentuknya yang tidak menyerupai iklan. 

 

  1. Pemasaran Ulang (Remarketing) dan Penargetan Ulang (Retargeting)

Pemasaran ulang dan penargetan ulang adalah jenis iklan online yang memanfaatkan cookie pada browser dengan cara mengikuti pengguna sesuai target untuk memasarkannya kembali. Bentuk iklan yang satu ini tidak mahal dan bisa lebih efektif daripada PPC. Anda dapat mencoba menyiapkannya sendiri di pemasaran ulang Facebook, remarketing  Google, dan lainnya. 

 

  1. Iklan Video 

Tidak dipungkiri jika konten video menjadi tayangan yang sangat menghibur bagi pengguna internet. Oleh karena itu, menggunakan video sebagai digital marketing periklanan Anda adalah ide yang bagus.  

 

Berkolaborasi dengan YouTuber ataupun berdiskusi dengan digital agency Indonesia untuk mendiskusikan dan menampilkan produk maupun layanan bisnis Anda adalah jalan instan. Dengan cara ini, Anda tidak perlu memikirkan konsep konten. Selain itu, Anda juga dapat membuat konten video untuk membantu mendapatkan posisi yang lebih organik dalam ranah SEO. 

 

 

  1. Iklan Email 

Iklan email adalah jenis pemasaran yang dilakukan melalui email, di mana penerimanya telah setuju untuk menerima pesan promosi atau berlangganan dari suatu merek. Iklan ini bisa dikatakan lebih hemat biaya, cepat untuk dibagikan, dapat menjangkau target audiens, dan menunjukkan return of investment (ROI) lebih tinggi. 

 

Saat ini, banyak pemasar online yang menggunakan layanan, seperti SendPulse Email untuk mengirimkan iklan surel secara otomatis menggunakan alat otomatisasi. Cara ini tentu akan menghemat waktu Anda.

 

Itulah jenis-jenis iklan online yang dapat menjadi referensi bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan bisnis online, sebelum memutuskan untuk memasarkan produk. Pastikan layanan iklan yang digunakan tepat sasaran sesuai target audiens. Jika Anda masih bingung atau bimbang melakukannya sendiri, Anda bisa mencoba untuk bekerja sama dengan digital marketing agency Jakarta yang terpercaya.