Seberapa sering Anda merasa frustasi karena banyak pengunjung yang masuk ke website bisnis milik Anda, tetapi tidak melakukan tindakan apa pun?
Seberapa sering Anda merasa frustasi karena banyak pengunjung yang masuk ke website bisnis milik Anda, tetapi tidak melakukan tindakan apa pun?
Tindakan yang dimaksud di sini, bisa berupa mendaftar newsletter, berlangganan email marketing, atau membeli produk. Jika jawabannya sering, Anda tidak sendirian.
Menurut Forrester Research, yang juga bisa Anda temukan dalam artikel di Wordstream.com, sekitar 96% pengunjung situs web memang cenderung meninggalkan halaman tanpa melakukan konversi.
Namun, Anda tidak perlu terlalu risau menghadapi masalah ini, karena Anda bisa menerapkan strategi retargeting untuk menjangkau mereka kembali.
Artinya, menerapkan strategi yang tepat memungkinkan Anda menarik kembali pengunjung website yang pergi, kemudian mendorong mereka melakukan tindakan yang diinginkan.
Untuk lebih jelasnya, mari bersama-sama memahami apa yang dimaksud dengan retargeting? Selain itu, cari tahu juga jenis dan cara kerja retargeting sehingga Anda bisa meningkatkan konversi penjualan di website bisnis.
Retargeting adalah strategi digital marketing yang menargetkan kembali orang-orang yang pernah berkunjung atau berinteraksi dengan website atau aplikasi Anda, tetapi belum melakukan tindakan.
Misalnya, pengunjung yang telah melihat produk Anda atau bahkan memasukkan produk ke keranjang belanja, tetapi belum menyelesaikan pembelian. Hal ini bisa terjadi karena mereka masih mempertimbangkan ulang atau ada distraksi lainnya.
Nah, supaya Anda tidak sepenuhnya kehilangan mereka, lakukan retargeting. Salah satu bentuk implementasi strategi retargeting adalah memanfaatkan iklan yang muncul di sosial media setelah seseorang mengunjungi suatu website.
Contoh, ada orang yang mengunjungi toko online untuk mencari sepatu, orang itu mungkin akan melihat iklan sepatu tersebut di Facebook atau Instagram.
Merujuk pada salah satu artikel di Adzeem.com, studi dari AdRoll menunjukkan retargeting iklan mampu meningkatkan rasio konversi hingga 150%.
Selain itu, WinderFunnel menyatakan iklan ini memiliki rasio klik tayang (CTR) 10 kali lebih tinggi dibandingkan iklan display biasa.
Sekarang, Anda pasti sudah paham, kalau retargeting bisa jadi cara yang efektif untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli yang pernah berinteraksi dengan bisnis Anda.
Agar hasil dari retargeting bisa maksimal, pahami dulu jenis-jenis retargeting berikut ini dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis Anda:
Pixel based retargeting adalah cara penargetan ulang dengan memanfaatkan kode JavaScript, yang dikenal sebagai piksel atau tag, di mana kode tersebut Anda tempatkan di situs web atau postingan tertentu.
Kode piksel yang sudah terpasang di situs web memungkinkan penambahan cookie anonim ke browser yang audiens gunakan ketika mereka mengunjungi website bisnis Anda.
Cookie tersebut berfungsi untuk melacak aktivitas pengunjung, memberikan informasi tentang kapan dan bagaimana mereka meninggalkan situs.
Di saat yang sama, Anda jadi memiliki data lengkap mengenai audiens, yang di kemudian hari bisa Anda gunakan untuk menargetkan mereka kembali. Termasuk memastikan Anda menampilkan iklan yang relevan pada target audiens yang tepat.
List based retargeting adalah jenis retargeting dengan memanfaatkan daftar email pengunjung website yang sudah Anda kumpulkan.
Strategi ini memungkinkan Anda menargetkan iklan langsung kepada pemilik email melalui platform, seperti Facebook atau Google.
Caranya sederhana: Anda mengunggah daftar email ke platform iklan, lalu platform tersebut akan mencocokkan email dengan akun pengguna mereka. Setelah cocok, mereka akan menampilkan iklan retargeting kepada orang-orang dalam daftar email Anda.
Keuntungan utama dari list based retargeting adalah, Anda dapat menjangkau audiens yang sudah familiar dengan bisnis Anda, sehingga meningkatkan peluang terjadinya konversi.
Google Ads menyediakan dua channel utama untuk menjalankan strategi retargeting, yaitu saluran Penelusuran (Search) dan Display Channels.
Pada saluran Search, iklan akan muncul di hasil pencarian (SERP) ketika pengguna mencari kata kunci terkait dengan bisnis Anda.
Misalnya, Anda menjual aneka baju renang untuk anak, ketika seseorang mengetikkan kata kunci “baju renang anak” di kolom Search, iklan dari situs web Anda dapat muncul di SERP.
Di sisi lain, Display Channels memungkinkan iklan Anda tampil di berbagai situs lain setelah pengunjung meninggalkan website Anda.
Kombinasi keduanya memastikan iklan tetap terlihat oleh audiens yang sudah berinteraksi dengan situs Anda, dan meningkatkan peluang konversi.
Meski sama-sama memanfaatkan daftar alamat email, retargeting dengan email marketing sangat berbeda dari list based retargeting.
Mekanisme dari strategi retargeting menggunakan email marketing, yakni: Anda mengirimkan email yang dipersonalisasi kepada pelanggan yang telah meninggalkan keranjang belanja atau berhenti di tengah proses pembelian dalam customer journey.
Email tersebut biasanya berisi pengingat atau penawaran khusus (tambahan diskon, voucher gratis, atau benefit lainnya) untuk mendorong audiens menyelesaikan pembelian.
Berdasarkan riset dari State of Mobile 2023 oleh Data.ai, Indonesia mencatatkan waktu penggunaan perangkat mobile tertinggi, yaitu rata-rata 5,5 jam per hari.
Meskipun bukan kebiasaan yang ideal, hal ini menunjukkan potensi besar untuk mengoptimalkan strategi mobile retargeting.
Mobile retargeting adalah strategi yang menargetkan kembali pengguna yang telah berinteraksi dengan aplikasi atau website bisnis Anda melalui perangkat seluler, tetapi belum menyelesaikan pembelian atau tindakan lainnya.
Tentunya cara kerja strategi mobile retargeting tetap memanfaatkan data dari cookie atau ID perangkat untuk melacak perilaku pengguna di aplikasi atau website Anda.
Lalu menggunakan informasi yang sudah dimiliki, Anda dapat menampilkan iklan kepada pengguna, baik di media sosial, aplikasi lain, atau jaringan iklan seluler.
Social media retargeting adalah strategi menampilkan iklan langsung di platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau LinkedIn. Strategi ini sangat efektif karena banyak orang menghabiskan waktu di media sosial.
Saat seseorang mengunjungi halaman produk di website Anda, tetapi tidak membeli, strategi ini akan membantu Anda menampilkan iklan saat mereka menggulir feed media sosial.
Dengan menambahkan elemen visual yang menarik atau promo khusus, iklan dapat mendorong audiens untuk kembali dan menyelesaikan transaksi.
Social media retargeting juga memungkinkan Anda menggunakan fitur segmentasi audiens, seperti gender dan demografi, untuk menargetkan pengguna dengan lebih tepat.
Dynamic retargeting adalah jenis strategi retargeting untuk menampilkan iklan secara otomatis yang disesuaikan dengan produk atau layanan yang sudah ditelusuri oleh pengguna.
Strategi ini memanfaatkan data pengguna untuk membuat iklan yang sangat personal, meningkatkan relevansi dan peluang konversi.
Contohnya, jika seseorang melihat beberapa model sepatu di website Anda, mereka akan melihat iklan yang menampilkan sepatu-sepatu tersebut, bukan produk acak lainnya.
Iklan ini sering kali mencantumkan informasi tambahan, seperti harga, diskon, atau ulasan pelanggan, sehingga lebih menarik perhatian.
Tertarik mengimplementasikan strategi marketing yang satu ini? Anda bisa menggunakan platform, seperti Google Ads atau memanfaatkan jenis format iklan Facebook Ads yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis, untuk menjalankan dynamic retargeting.
Tujuan retargeting adalah untuk “mengikuti” audiens yang telah menunjukkan minat pada produk atau layanan bisnis Anda dengan menampilkan iklan yang relevan. Kemudian iklan tersebut dapat mendorong mereka menyelesaikan pembelian yang tertunda.
Supaya tujuan tersebut bisa tercapai, pahami dulu cara kerja retargeting iklan yang efektif berikut ini:
Retargeting adalah strategi yang sangat efektif dalam digital marketing. Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda perlu benar-benar memahami berbagai jenis retargeting, termasuk paham dengan baik Perbedaan Retargeting dan Remarketing dalam Bisnis Digital.
Jangan lupa pilih jenis retargeting yang paling relevan dengan kebutuhan bisnis, dan implementasi sesuai cara kerjanya, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil sesuai harapan.
Referensi:
DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU
RELATED TOPIC