Di dunia digital marketing ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam proses menarik calon konsumen, salah satunya dengan membuat website yang berisi konten informatif serta produk yang dibutuhkan. Selain sebagai daya tarik agar pelanggan penasaran, produk yang Anda tawarkan setidaknya harus memiliki daya guna, terutama di tengah pandemi saat ini.  Dengan begitu, konsumen yang datang mengunjungi situs Anda tak hanya meningkatkan grafik target pemasaran saja, tetapi bisa mendatangkan konversi yang berdampak pada return of investment (ROI). 

 

Dalam digital marketing strategies, dikenal dua istilah umum yang digunakan sebagai trik untuk menarik calon pelanggan dan mampu meningkatkan penjualan, yaitu retargeting dan remarketing. Lalu, apa perbedaan keduanya? 

 

 

Definisi Retargeting 

Retargeting atau penargetan ulang adalah sebuah strategi digital marketing yang memiliki beberapa metode penerapan. Namun yang sering digunakan, antara lain display ads. Dari iklan yang muncul, calon konsumen akan mengunjungi website bisnis Anda. Lalu, ketika mereka mengambil tindakan tertentu, seperti melihat salah satu halaman produk, maka dengan fitur cookies aktif yang terdapat pada browser, mereka akan memberikan informasi yang Anda butuhkan selaku pemilik website

 

Dari informasi atau data pelanggan yang pernah berkunjung minimal satu kali di situs Anda itulah kemudian akan mendapatkan penargetan kembali. Dengan kata lain, retargeting akan membantu Anda untuk menarik kembali calon pembeli yang pernah datang ke situs Anda sehingga mereka kembali mengunjungi Anda. 

 

Sebagai contoh, Anda menjual produk baju batik grosir dengan harga sangat terjangkau dan modelnya banyak diminati. Kemudian ada yang mengunjungi website Anda dan menanyakan tentang spesifikasi produk. Pada tahap ini, browser yang digunakan akan merekam jejak calon konsumen tersebut untuk disimpan dalam database. Ketika calon pembeli tersebut tidak datang kembali dalam waktu lama, Anda sebagai pemilik web tetap bisa menemukan mereka kembali dan melakukan follow up

 

Jadi, cookies dapat membantu Anda memunculkan iklan kepada pengunjung yang akan meninggalkan website atau sedang terlibat dalam interaksi percakapan. Selain itu, memungkinkan menampilkan iklan tentang bisnis Anda di pencarian yang mereka lakukan, sekalipun tidak sedang berada di situs Anda. 

 

 

Definisi Remarketing 

Sebagai salah satuinternet marketing strategies, pemasaran ulanghampir sama dengan sistem retargeting, perbedaannya terletak pada email campaign. Remarketing membuat calon konsumen yang pernah datang ataupun belum pernah sama sekali mengunjungi situs Anda, mendapatkan kiriman iklan produk tak hanya berdasarkan pencarian yang dilakukan, tetapi juga melalui email. 

 

Sebagai contoh, Anda adalah pemilik usaha yang mengirimkan sebuah penawaran ke email konsumen. Kemudian konsumen membaca dan memberikan tanggapan kepada Anda dengan cara mengunjungi situs Anda untuk melakukan pembelian kembali atau hanya sekadar melihat-lihat produk terbaru yang menarik di website Anda. 

 

Tujuan Retargeting dan Remarketing

Tujuan kedua strategi digital marketing ini memang sama, yaitu mendatangkan calon konsumen untuk menaikkan grafik pembelian terhadap sebuah produk yang dipasarkan, baik dengan cara memunculkan kembali iklan kepada mereka yang akan meninggalkan website, atau memunculkan iklan di tempat-tempat tertentu di mana pelanggan melakukan pencarian produk yang sama. Selain itu, bisa pula dengan cara mengirimkan email penawaran kepada calon konsumen. 

 

 

Dalam menarik konsumen melalui dunia maya, apalagi pelanggan generasi milenial dan setelahnya, memang diperlukan strategi yang matang agar konsumen percaya dengan apa yang Anda kelola atau jual. Ketika konsumen merasa dihantui dengan iklan, mereka akan berpikir bahwa website produk yang ditawarkan benar-benar bagus kualitasnya.  

 

Jika Anda telah berhasil mengarahkan konsumen secara tidak langsung hingga tahap transaksi pembayaran, Anda hanya perlu menunggu feedback dari mereka. Berikutnya, Anda tinggal mempertahankan layanan yang sudah ada serta melengkapinya dengan fitur baru. Semakin banyak layanan yang user friendly, semakin terbuka kesempatan Anda untuk membuat konsumen menjadi pelanggan setia. 

 

Jangan sampai Anda kehilangan satu pelanggan hanya karena kurang tanggap dalam pelayanan. Semakin rajin Anda mengirimkan iklan atau pesan penawaran kepada calon konsumen, peluang untuk menambah pemasukan dan keuntungan semakin tinggi.