Salah satu metode pemasaran yang sudah banyak diterapkan olehUKM adalah OTO marketing. Tetapi ternyata, masih banyak pebisnis yang belum benar-benar mengenal metode ini. Padahal penggunaan metode one to one marketing dalam bisnis UKM dapat mengoptimalkan usaha serta sangat berguna dalam proses memasarkan produk.

 

Apa Itu One to One Marketing?

One to one marketing merupakan metode pemasaran produk dengan cara memberikan barang dan jasa kepada pelanggan secara langsung. Pemberian ini disesuaikan dengan hasil identifikasi dari preferensi dan kebutuhan mereka masing-masing.

Salah satu kelebihan dari metode ini, Anda dapat mengetahui tuntutan dan respons konsumen secara langsung hanya dalam waktu singkat. Hal ini berkaitan dengan survey, apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan oleh calon pelanggan pada suatu daerah?

 

Permintaan menjadi faktor kunci dari metode one to one marketing. Setiap bisnis UKM memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan saat sedang melakukan kegiatan pemasaran.

 

 

Bagaimana Proses Komunikasi dari One to One Marketing Bagi UKM?

Proses komunikasi pemasaran secara tradisional bisa dijadikan sebagai acuan dari one to one marketing. Hal ini terlihat dari sumber pesan berasal dari satu pihak yang sama yaitu produsen atau pelaku bisnis UKM. Banyaknya pesaing bisa saja membuat efektivitas metode ini berkurang. Berikut proses one to one marketing untuk UKM.

 

  1. Penyandian Pesan

Proses pertama, setiap pelaku bisnis dapat membuat sebuah pesan pemasaran yang akan disampaikan kepada calon pelanggan secara personal. Penyampaian pesan ini bisa menggunakan email marketing dan sejenisnya. Berbeda dengan cara komunikasi secara konvensional, di mana penerima bisa berasal dari banyak orang, baik yang tertarik atau tidak, sehingga penyampaiannya kurang efektif, maka pada penyampaian dengan menggunakan OTO marketing, pesan bisa tersampaikan dengan baik kepada target pelanggan potensial.

 

Dengan kata lain, metode one to one marketing hanya akan menyampaikan pesan kepada beberapa individu saja yang sudah menunjukkan ketertarikan atas produk maupun layanan dari bisnis Anda. Dengan pengiriman pesan secara personal yang berisi tentang solusi terkait permasalahan yang pelanggan hadapi, maka Anda sebagai pemilik bisnis UKM memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatiannya. 

 

 

  1. Penggunaan Saluran Secara Langsung

Perbedaan paling signifikan dari digital marketing dan one to one marketing adalah penggunaan salurannya. Tentu Anda sudah mengetahui banyak sekali pengiklanan yang memanfaatkan adanya media massa, seperti radio atau televisi. Iklan yang menggunakan media massa seperti ini hanya bersifat secara satu arah saja. 

 

Sementara itu, metode one to one marketing menerapkan cara yang berbeda, yaitu dengan menggunakan saluran secara langsung, baik pesan di Whatsapp, di inbox media sosial, di email, dengan harapan mengetahui respons dari setiap target pelanggan secara langsung.

 

  1. Adanya Pesaing Lain

Penerapan one to one marketing memperkecil kemungkinan kompetitor ikut bermain dan menciptakan distraksi yang bisa mengalihkan perhatian target pelanggan Anda dari pesan personal yang Anda kirimkan. Tentu saja, hal ini akan lebih menguntungkan bagi bisnis Anda sekaligus Anda tidak perlu mengalami adanya persaingan yang tak perlu dalam menyampaikan pesan promosi kepada calon pelanggan.

 

 

  1. Respons Pelanggan

Tujuan dari penerapan one to one marketing memang mengetahui bagaimana respons pelanggan pada saat Anda sedang melakukan pemasaran. Hal ini bisa didapatkan ketika pelanggan menyampaikan review terkait suatu produk tertentu yang telah mereka gunakan.

 

Di sinilah Anda bisa memanfaatkan respons pelanggan dalam bentuk review tersebut untuk meningkatkan upaya pemasaran kedepannya dan memperbarui kualitas produk. Tentunya evaluasi ini dapat bermanfaat bagi seluruh pelaku bisnis demi mendapatkan hati konsumen. 

 

Penerapan OTO Marketing nyatanya memang cukup efektif untuk mengetahui respons pelanggan terkait sebuah brand atau produk tertentu. Metode ini bisa digunakan oleh UKM demi memperbaiki kualitas produk sehingga banyak konsumen tertarik untuk mencoba dan kemudian menjadi pelanggan setia.