MENU
SEARCH KNOWLEDGE

4 Cara Jitu Membuat Konten Evergreen untuk Tingkatkan Traffic Website

28 Feb  · 
5 min read
 · 
eye 201  
Digital Marketing Strategy

redcomm

Saat kamu ingin meningkatkan traffic situsmu secara bertahap, evergreen content bisa menjadi solusi cerdas. 

Evergreen content itu seperti waktu yang tak kenal usia, selalu relevan, dan mendatangkan lalu lintas pencarian seiring berjalannya waktu. 

Konten ini tetap segar dan bermanfaat bagi pembaca, memberikan manfaat jangka panjang bagi situs. Berikut adalah contoh evergreen content:

  • Konten panduan dan tutorial yang membimbing pembaca dalam menyelesaikan tugas umum.
  • Listicle yang membagikan pilihan teratas atau sorotan untuk topik yang sering dicari.
  • Tips untuk membantu pembaca membuat pilihan atau menavigasi masalah yang tetap populer sepanjang waktu.
  • Ulasan produk, terutama untuk barang yang jarang memiliki versi atau pembaruan baru.
  • Template atau checklist yang bisa pembaca gunakan untuk membimbing suatu proyek atau tugas.
  • Panduan utama yang menawarkan tinjauan mendalam tentang topik abadi.

Lalu, apa yang bukan evergreen content? Meski banyak topik memenuhi definisi evergreen content, jenis konten ini tidak termasuk:

  • Berita, karena biasanya merujuk pada peristiwa atau peristiwa terkini.
  • Blog tentang tren dan gaya yang hanya sementara populer.
  • Laporan berbasis statistik, yang memerlukan pembaruan reguler untuk mencerminkan data baru.
  • Konten tentang liburan, pop culture, musim dan peristiwa yang berkaitan dengan waktu.

Bagaimana caranya memanfaatkan kekuatan evergreen content untuk bisnismu? Yuk, simak bersama!

1. Lakukan Riset Kata Kunci Analisis Tren Pencarian

Untuk menemukan topik evergreen yang relevan untuk bisnismu, mulailah dengan membuat daftar kata kunci atau pertanyaan pencarian potensial. Untuk setiap satu, pastikan melewati uji evergreen:

  • Apakah mungkin menghasilkan traffic pencarian yang konsisten (bukan musiman)?
  • Apakah akan penting bagi pembaca dalam 6 bulan atau 1 tahun?
  • Apakah akan tetap relevan tanpa pembaruan yang sering?

Saat membangun daftar ini, masukkan setiap kata kunci ke dalam alat riset kata kunci. Kamu bisa menggunakan platform SEO all-in-one. Sebagai contoh, RankAtom.

Dengan alat seperti RankAtom, kamu dapat dengan mudah melihat seberapa sulitnya untuk menduduki peringkat kata kunci tersebut. 

Alat ini menunjukkan rentang otoritas domain untuk halaman peringkat teratas dan menyoroti peluang peringkat potensial.

Salah satu keuntungan terbesar menggunakan alat riset kata kunci pada langkah ini adalah bahwa itu secara otomatis menyarankan ide-ide lain. 

Jadi, jika ide evergreen pertamamu tidak terlihat layak, kamu bisa mendapatkan ide lain dengan efisien.

Setelah kamu memiliki setidaknya satu ide topik, pastikan bahwa topik itu benar-benar evergreen

Kamu bisa menggunakan platform SEO all-in-one seperti Semrush, yang memiliki analisis tren terintegrasi dalam dashboard.

Tetapi kamu juga bisa menggunakan alat gratis seperti Google Trends. Masukkan ide kata kunci kamu ke Google Trends dan perluas jangka waktunya menjadi 12 bulan atau 5 tahun.

Pastikan bahwa topik itu memiliki volume pencarian yang relatif konsisten selama setahun atau lebih. 

Jika grafik tren menunjukkan lonjakan musiman pada waktu yang sama setiap tahun atau penurunan total setelah tanggal tertentu, hapus dari daftar.

2. Publikasikan Evergreen Content

Pilih format evergreen content terbaik dengan merujuk ke SERP

Misalnya, jika sebagian besar hasil peringkat teratas adalah video YouTube, kamu akan ingin memberi prioritas pada konten video. Sama halnya dengan panduan cara, listicle, dan format lainnya.

Mengapa kamu harus menggunakan hasil SERP sebagai panduan? 

Hasil peringkat teratas mencerminkan konten yang menghasilkan traffic pencarian organik paling banyak, yang menunjukkan bahwa mereka sejalan dengan niat pencarian.

Tetapi itu bukan berarti tidak ada ruang untuk bereksperimen dengan format yang berbeda atau menambahkan sentuhan unik pada topik. 

Buat konten perusahaanmu menjadi menonjol dengan menyertakan:

  • Visual seperti gambar langkah demi langkah dan video YouTube.
  • Infografis yang merangkum informasi kompleks.
  • Studi kasus yang menyoroti hasil yang telah kamu capai.
  • Podcast yang berbagi percakapan tentang topik.
  • Kutipan dari ahli subjek internalmu sendiri.

3. Hindari Topik yang Tidak Relevan Dengan Bisnismu

Evergreen content bisa menciptakan banyak nilai bagi bisnismu. Tetapi itu tidak berarti topik evergreen apa pun cocok untuk situs webmu.

Ingatlah bahwa evergreen content hanya memberikan nilai bagi situsmu jika menutupi topik yang penting untuk bisnismu. 

Misalnya, situs digital marketing tidak akan mendapatkan banyak nilai dari posting evergreen seperti "cara mengganti ban," seberapa pun baiknya artikel itu dioptimalkan untuk pencarian.

Daripada mencari topik dengan volume tinggi secara umum, pastikan setiap topik yang kamu pilih berkaitan dengan niche bisnismu. Sebagai contoh, situs e-commerce di bidang kecantikan bisa fokus pada topik seperti:

  • Cara merencanakan rutinitas perawatan kulit yang sempurna untuk tipe kulitmu.
  • 10 merek makeup drugstore yang memberikan hasil terbaik dengan harga terjangkau.

Penting juga untuk mempertimbangkan lanskap persaingan. Alih-alih menginvestasikan sumber daya pada konten yang tidak mungkin menduduki peringkat atau menghasilkan traffic, berpikirlah di luar topik yang sudah banyak dibahas. Sebagai contoh:

  • Tulis untuk long-tail keywords yang memiliki persaingan lebih rendah. Banyak long-tail keywords memiliki volume pencarian yang layak, sehingga masih bisa menghasilkan trafik.
  • Tambahkan sudut pandang unik perusahaanmu pada topik yang sudah basi. Buat kontenmu menonjol di SERP dengan mengambil pendekatan atau POV yang berbeda.
  • Fokus pada niche yang bisa kamu kuasai daripada topik yang lebih umum. Niche mungkin memiliki volume pencarian yang lebih rendah, tetapi mereka jauh lebih mudah dimiliki, yang dapat membangun pengenalan merek.

4. Tinjau Pesaingmu

Lihatlah kompetisimu dengan meninjau artikel peringkat teratas. Alat riset kata kunci kamu dapat memberikan sekilas cepat pada SERP dan otoritas domain untuk setiap hasil peringkat teratas.

Tetapi yang benar-benar penting adalah apa yang dikatakan artikel tersebut, dan bagaimana situsmu bisa memberikan kontribusi pada percakapan dengan konten baru.

  • Bagaimana artikel atau video tersebut mencakup topik?
  • Apakah itu melewatkan langkah-langkah penting atau informasi kontekstual?
  • Bagaimana bisnismu atau merek bisa menambahkan sudut pandang unik?

Kumpulkan catatanmu saat melakukannya. Setelah selesai meninjau kompetisi, kamu harus memiliki titik awal yang baik untuk merangkai evergreen content-mu.

Pelajari lebih dalam tentang strategi mengoptimalkan website kamu untuk membangun pengalaman pengguna dengan Memahami Bounce Rate pada Website dan Cara Menurunkannya

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER