Salah satu konsep pemasaran dalam penerapan digital marketing strategy, yang dilakukan untuk memasarkan produk, jasa, atau memperkenalkan brand, namun tetap dalam rangka memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, disebut dengan istilah interaktif marketing. Tujuannya, agar konsumen dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan jual beli suatu perusahaan. Dalam artikel kali ini, Redcomm akan fokus membahas tentang interaktif marketing dan perannya dalam pemasaran digital.

 

Apa yang Dimaksud dengan Interaktif Marketing?

Interaktif marketing dapat diartikan sebagai suatu metode pemasaran, yang mana konsumen terlibat langsung dan mengharapkan adanya respons dari Anda sebagai pemilik perusahaan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sederhananya, konsumen menyampaikan apa yang sedang mereka butuhkan atau inginkan dengan harapan brand bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

 

Pengertian lain dari interaktif marketing, yang kadang disebut juga sebagai trigger-based atau event-driven marketing, adalah strategi pemasaran yang menggunakan saluran komunikasi dua arah, sehingga memungkinkan konsumen terhubung langsung dengan perusahaan untuk menyampaikan harapan mereka akan pemenuhan kebutuhan yang krusial.

 

 

Ada lagi penjelasan dari Kotler dan Keller (2012), yang mengatakan bahwa pemasaran interaktif atau interactive marketing adalah kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan konsumen, yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kesadaran akan merek, memperbaiki citra brand atau produk, dan menciptakan penjualan produk serta jasa.

 

Dengan kata lain, bisa disimpulkan bahwa interaktif marketing bergantung sepenuhnya terhadap tindakan yang dilakukan konsumen. Contohnya terlihat pada pertanyaan berikut, “Apakah Anda ingin mie ayam dengan topping di atasnya?” Tentu konsumen bisa tergoda untuk menambahkan produk lain selain mie ayam sehingga mereka pun akan memberi jawaban berupa pilihan topping yang diinginkan. Otomatis dengan tindakan yang dilakukan konsumen tersebut akan menambah angka penjualan. 

 

Bagaimana Penerapan Interaktif Marketing?

Konten yang interaktif memang sudah dianggap efektif untuk menarik perhatian konsumen. Pengalaman yang ditimbulkan dari efek konten terhadap tiap-tiap konsumen juga berbeda, sehingga Anda sebagai pemilik usaha yang ingin menerapkan interaktif marketing perlu mencoba beberapa cara penerapan metode ini.  

 

 

  1. Survei dan Kuis

Menyelenggarakan survei atau kuis yang interaktif bisa menjadi wadah bagi konsumen untuk memberikan respons terkait suatu produk atau jasa yang akan Anda tawarkan. Langkah ini sudah sering diterapkan oleh banyak perusahaan mengingat hasilnya memang cukup signifikan untuk peningkatan konversi dan angka penjualan. 

 

Survei, kuis, dan polling dapat menjadi umpan bagi calon konsumen untuk tertarik mencoba suatu produk maupun jasa. Anda tinggal menyediakan sejumlah pertanyaan yang mengarahkan konsumen untuk menyampaikan penilaian mereka terhadap produk, jasa, atau brand Anda. Misalnya, kuis yang memungkinkan konsumen memilih mana produk yang paling mereka inginkan. Bisa pula dalam bentuk survei kepuasan konsumen terkait suatu produk baru yang mereka harapkan. 

 

  1. Video Interaktif

Video interaktif juga bisa digunakan karena sudah banyak yang membuktikan efektivitas dari video seperti ini dalam menarik perhatian konsumen. Faktanya di masa modern sekarang, kebanyakan orang memang lebih tertarik melihat gambar, suara, atau menonton video, dibandingkan melihat informasi yang hanya berupa teks. 

 

Video interaktif di sini juga bisa dengan menggabungkan fitur-fitur pendukung yang memungkinkan konsumen dapat berinteraksi secara langsung, misalnya ikut permainan, menjawab kuis, dan sebagainya. Bahkan, Anda bisa mengadakan lelang melalui video interaktif yang Anda lakukan.

 

  1. Kustomisasi

Beberapa perusahaan besar telah mencoba cara ini dengan mencantumkan nama konsumen pada produk edisi terbatas sebagai salah satu penghargaan atas loyalitas yang diberikan konsumen tersebut. Cara ini bisa menarik calon konsumen baru untuk ikut mencoba dan membeli produk dengan harapan mereka pun mendapatkan kesempatan yang sama seperti konsumen sebelumnya. Mencantumkan nama atau foto konsumen di produk edisi terbatas bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi mereka sehingga mereka bisa jadi semakin setia dengan produk dan brand Anda. Konsumen lainnya pun juga akan merasa tertarik untuk memperoleh keuntungan ini dengan mencoba membeli produk terkait.

 

 

  1. Augmented Reality

Augmented Reality (AR) kini menjadi salah satu strategi bagi banyak brand besar di dunia untuk mengenalkan produk kepada konsumen. Tren pemasaran ini menggabungkan beberapa elemen sekaligus sehingga sebuah merek dapat dirasakan secara langsung oleh konsumen.

 

Salah satu contohnya, penggunaan video 360 derajat dengan beberapa elemen interaktif. Teknologi ini membuat Anda seolah-olah bisa merasakan sensasi secara langsung di dalamnya. Beberapa brand ternama yang sudah menerapkan strategi ini adalah Oreo, IKEA, dan Starbucks. 

 

Penerapan interaktif marketing di masa sekarang menjadi salah satu solusi pemasaran digital yang menarik untuk dicoba. Apakah Anda juga berminat mencobanya?