Apakah jumlah target audiens untuk branding companies yang Anda inginkan selama ini belum sesuai harapan? Jika jawabannya ya, Anda perlu mencoba virtual live streaming production atau siaran langsung. Ini merupakan salah satu cara penerapan digital marketing strategist yang dapat memberi dampak luar biasa. Live streaming dinilai efektif untuk menjalin komunikasi dengan konsumen, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

 

Beberapa pakar SEO dan tim dari digital marketing agency Jakarta menyatakan, angka pencapaian audiens di balik program live streaming sangat mengesankan. Nah, bagi Anda yang ingin mencobanya, berikut cara memanfaatkan live streaming untuk menciptakan tingkat interaksi yang lebih intens dengan pemirsa Anda!

 

Apa Itu Live Streaming?

Live streaming adalah salah satu cara Anda sebagai brand untuk terhubung atau lebih dekat dengan target audiens. Tujuannya, supaya Anda dapat lebih mudah menyampaikan informasi terkait produk atau brand. Cara ini termasuk unik dibandingkan strategi promosi online lainnya, karena hanya dengan proses sederhana menyelenggarakan live streaming, Anda dapat menyampaikan pesan sekaligus mendapatkan feedback secara langsung dari audiens.

 

Menurut Research and Markets, pertumbuhan live streaming meningkat pesat, terutama pada siaran langsung khusus live streaming gamingdan e-Sports. Peningkatannya sudah mencapai $30 miliar sejak tahun 2016. 

 

Saat ini, malah ada harapan sudah terjadi peningkatan hingga $70 miliar pada tahun 2021. Ini merupakan angka pertumbuhan yang sangat besar dan dapat dijadikan sarana bagi para pebisnis untuk mulai berinvestasi lebih banyak dalam program live streaming.

 

 

Mengapa Perusahaan Perlu Memanfaatkan Live Streaming?

Selain Anda dapat melakukan virtual live streaming production kepada audiens dalam jumlah besar untuk memberikan gambaran unik tentang perusahaan Anda dengan bantuan jangkauan media sosial. Berikut ini adalah alasan lainnya mengapa perusahaan Anda sebaiknya menggunakan siaran langsung sebagai salah satu internet marketing strategies.

 

  1. Hemat Budget

Selain promosi offline, melakukan pemasaran secara online menjadi andalan perusahaan yang go digital di era bisnis 4.0 saat ini. Alasan utamanya, karena lebih hemat biaya dan Anda tidak perlu menyewa tempat atau studio untuk mengenalkan produk-produk Anda, terutama saat ada produk baru.

 

Melalui penyelenggaraan siaran langsung, Anda hanya perlu memikirkan konten acara seperti apa yang akan ditayangkan, menyediakan perangkat yang mumpuni, dan memilih platform media sosialnya saja. Untuk lebih mudah dalam penyelenggaraannya, Anda juga bisa menggandeng pihak ketiga, misalnya bekerja sama dengan digital marketing agency Indonesia. Hanya saja, Anda perlu terlebih dahulu mengenali jenis digital marketing agency yang bisa membantu Anda melakukan promosi online bisnis.

 

  1. Meningkatkan Brand Awareness

Ketika Anda bersama tim digital marketing agency Jakarta melakukan live streaming terkait produk atau brand Anda, maka Anda bisa menayangkan konten yang beragam. Mulai dari ulasan singkat, konten wawancara dengan salah satu pemimpin perusahaan, ataupun sesi motivasi dan berbagi inspirasi dari tokoh-tokoh sukses. 

 

Dari sanalah, perlahan audiens jadi semakin mengenal brand Anda, termasuk kelebihannya dibandingkan kompetitor. Tak hanya, meningkatkan brand awareness saja, karena menurut Livestream, live streaming pun dapat meningkatkan brand association hingga 139%.

 

  1. Menjaga Hubungan Baik dengan Audiens

Tidak dipungkiri, pengguna internet dan media sosial saat ini merupakan generasi milenial, dan gen z, yang mana sebanyak 80% pengguna lebih menyukai tayangan video secara langsung daripada membaca artikel teks maupun blog. Itu data berdasarkan Livestream.

 

Untuk itu, Anda perlu mempersiapkan konten video yang terbaik dan melakukan sesi Q & A, sehingga bisa membuat penonton selalu antusias, merasa lebih dekat dengan brand, dan memungkinkan mereka untuk tetap setia membeli produk atau menggunakan jasa dari brand milik Anda. Jadi, brand loyalty pun bisa meningkat.

 

  1. Menjangkau Pelanggan Baru

Tak hanya loyalitas, live streaming yang tidak membosankan tentunya akan mempermudah jalan Anda dalam menjangkau audiens atau pelanggan baru untuk berkenalan dengan produk yang Anda miliki. Sebab, video siaran langsung yang menarik, memungkinkan audiens lama membagikan konten Anda secara cuma-cuma ke media sosial mereka. Dampak berikutnya, akan ada semakin banyak orang yang penasaran dengan brand maupun layanan dan produk Anda.

 

 

  1. Mengetahui Apa yang Diinginkan Konsumen

Selain melalui ulasan dan engagement di media sosial, siaran langsung akan membantu Anda untuk mengetahui apa yang diinginkan atau dibutuhkan oleh konsumen. Karena pada umumnya, audiens akan melontarkan komentar atau pertanyaan terkait produk Anda. Dengan kata lain, Anda perlu mengenal perilaku konsumen Anda.

 

Misalnya saja, Anda melakukan live streaming tentang produk bedak padat. Mungkin saja audiens yang sudah mencobanya akan bertanya, apakah ada bedak yang mampu bertahan lama di kulit berminyak? Adakah varian bedak taburnya? 

 

Dari berbagai pertanyaan yang mereka ajukan, Anda mendapatkan masukan dan bisa mengetahui secara jelas, apa yang dibutuhkan oleh konsumen Anda. Berinovasi dan penuhi kebutuhan mereka. Bisnis yang sukses adalah bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan dan menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi banyak orang.

 

Sebaiknya Live Streaming di Platform Apa?

Anda dapat melakukan live streaming dari platform yang kemungkinan besar sudah biasa Anda gunakan, seperti Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, TikTok, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun yang perlu diingat, setiap platform menawarkan fitur yang mungkin memiliki perbedaan, termasuk peluang dalam menjangkau audiens.

 

  1. Facebook Live Streaming

99 Firms menyatakan, 52% live streaming terjadi di media sosial, dengan 2,7 miliar pengguna aktif bulanan. Facebook live sudah ada sejak 2016. Video siaran langsung melalui fitur Facebook live bisa mendapatkan komentar 10 kali lebih banyak daripada video biasa dengan waktu tayang 3 kali lebih lama. 

 

Tentu saja, hal Ini menunjukkan potensi kekuatan live streaming di Facebook, sehingga  tak mengherankan jika 42,7% bisnis menggunakannya.

 

 

  1. Instagram Live Streaming

Instagram memiliki 1,15 miliar pengguna aktif yang memungkinkan bisnis Anda menjangkau berbagai demografis user. Platform berbagi yang satu ini populer di kalangan audiens berusia 18-34 tahun. 

 

Jadi, jika produk Anda menyasar pelanggan di rentang usia tersebut, maka menggunakan Instagram live atau Instagram TV untuk siaran langsung merupakan hal yang tepat. Meskipun memang,  live streaming hanya dapat dilakukan dari perangkat seluler.

 

  1. YouTube Live Streaming

YouTube adalah platform berbagi video yang sudah ada sejak tahun 2005, dan tetap eksis hingga saat ini. Audiens aktifnya mencapai 2 miliar user perbulan. Selain itu, video yang diunggah pada kanal YouTube tentunya lebih mudah terindeks di mesin pencari Google.

 

Dari data tersebut, pasti sangat menguntungkan jika Anda memulai live streaming karena bisa menjangkau audiens yang banyak. Contohnya saja siaran langsung Red Bull, “Stratos Jump”, memiliki 2,3 juta penayangan. 

 

Nah, dari berbagai platform di atas, pastikan Anda sudah paham platform mana yang sesuai dengan target audiens. Sehingga, live streaming yang Anda lakukan pun tidak sia-sia dan sesuai tujuan yang diharapkan. Jika ingin membuat siaran langsung yang maksimal, Anda bisa bekerja sama dengan tim digital marketing agency Jakarta.