Video bukanlah hal baru dalam dunia pemasaran digital. Jenisnya pun beragam, mulai dari rekaman video demo, tutorial, branding, wawancara pakar, hingga dokumentasi suatu acara. Nah, sejak beberapa tahun terakhir, video tak hanya berupa video yang harus diedit terlebih dahulu baru ditayangkan setelahnya, tetapi ada juga video live streaming

 

Video live streaming adalah video yang disiarkan secara langsung dengan menggunakan jaringan internet. Format video yang satu ini semakin populer di berbagai platform media sosial. Hal ini membuat sejumlah perusahaan termasuk pelaku bisnis menggunakannya sebagai salah satu strategi digital marketing untuk memperkenalkan produk dan brand mereka, atau menayangkan acara yang berguna dalam memperkuat branding dan meraih simpati dari pemirsa. Bagaimana mana dengan Anda? Apakah Anda sudah mencoba live streaming sebagai cara untuk melakukan promosi?

 

Tips Percaya Diri Saat Live Streaming di Depan Kamera

Jika Anda ingin mengadakan live streaming sebagai cara menerapkan digital marketing kekinian, ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar acara berjalan lancar. Biasanya orang yang belum terbiasa berbicara langsung di hadapan orang banyak akan merasa gugup. Padahal tak perlulah merasa gugup, mengingat Anda berbicara di depan layar gadget atau laptop, tidak berbicara langsung layaknya berdiri di panggung. 

 

 

Audiens yang menyaksikan Anda juga belum tentu memperhatikan penampilan Anda secara keseluruhan, mengingat yang hadir pastilah banyak dan mereka lebih fokus pada hal-hal yang Anda bicarakan dibandingkan penampilan Anda. Namun jika perasaan gugup dan khawatir masih muncul ketika Anda hendak live streaming, maka ada 7 tips agar percaya diri saat live streaming di depan kamera yang bisa Anda terapkan. 

 

  1. Bicaralah pada Diri Sendiri Sesering Mungkin

Bicaralah pada diri sendiri sesering mungkin, entah ketika sedang di dalam mobil saat melakukan perjalanan ke kantor, di kamar mandi, di rumah, atau di depan cermin. Pilih topik yang dikuasai atau yang menyenangkan dan mulailah berbicara. 

 

Lakukan kegiatan ini sesering mungkin. Karena semakin sering Anda melakukannya, Anda akan jadi terbiasa mendengar diri Anda sendiri berbicara, tanpa gangguan atau masukan, dan jadi semakin mudah dan alami perasaan Anda ketika harus berbicara di depan kamera secara langsung. Jika perlu rekam kegiatan ini menggunakan kamera ponsel agar Anda bisa mengetahui apa yang masih perlu ditingkatkan, termasuk intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh.

 

 

  1. Siapkan Teks 

Memiliki script atau menyiapkan teks konsep / materi dapat membantu Anda mengatur konsentrasi dan urutan hal-hal yang perlu dibicarakan. Akan tetapi jangan biarkan itu menghalangi Anda untuk berimprovisasi agar live streaming yang Anda selenggarakan sebagai salah satu cara promosi dan membangun interaksi dengan audiens berjalan lancar dan Anda tetap terlihat natural.

 

Ketahui topik dan poin-poin yang ingin Anda bahas. Jangan khawatir untuk mengulangi hal yang sama setiap saat dan jangan terlalu fokus pada script, apalagi terpaku pada setiap kata yang Anda ucapkan, ini bisa menjadi pemicu munculnya rasa gugup. Sebaiknya, nikmati dan biarkan kata-kata mengalir.

 

  1. Pilihlah Tempat yang Nyaman 

Jika materi sudah Anda siapkan, maka selanjutnya Anda perlu memilih tempat yang nyaman untuk melakukan tayangan live streaming. Pilihlah tempat di mana Anda menghabiskan banyak waktu, merasa nyaman, dan memiliki pencahayaan yang cukup untuk membuat video.

 

 

  1. Merias Diri

Pilih pakaian yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri sendiri, namun juga terlihat rapi di depan kamera.Sisir rambut dan rias wajah seakan Anda hendak pergi ke acara spesial. Berikanlah tampilan terbaik Anda karena melalui kamera, segalanya dapat terlihat lebih dekat dan jelas seperti halnya Anda berhadapan langsung dengan audiens. Yakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda bisa berbicara di depan kamera dengan lancar. Keyakinan selalu menjadi kunci.

 

  1. Kuasai Topik dan Materi Anda 

Saat di depan kamera, audiens tentunya tak hanya menilai penampilan Anda, tetapi juga memperhatikan apa yang Anda sampaikan. Oleh karena itu, fokuslah pada nilai pesan dan informasi yang akan Anda sampaikan. Pelajari dan kuasai materi yang akan menjadi pokok pembahasan agar Anda tak kebingungan ketika ada audiens yang bertanya seputar topik yang Anda bawakan.

 

  1. Teruslah Berlatih

Setelah melakukan live streaming tentu saja Anda perlu melakukan evaluasi terkait tayangan Anda. Tonton kembali dan catat hal-hal yang perlu diperbaiki, seperti intonasi, pilihan kata, bahasa tubuh, dan ekspresi. Jangan lupa untuk terus berlatih dengan naskah atau sekadar bercakap-cakap dengan teman atau diri Anda sendiri. Intinya, biasa karena biasa karena hampir semua orang tak langsung berhasil dengan satu kali percobaan.

 

Jika hasil live streaming yang Anda lakukan akhirnya belum sesuai dengan harapan Anda, atau tak berjalan dengan lancar, maka jangan berkecil hati apalagi sampai berputus asa. Sebab, kelancaran sebuah video live tidak ada yang bisa memprediksi, termasuk kendala jaringan internet. Kita semua manusia, tidak perlu merasa gagal jika terdapat masalah saat Anda menjadi pembicara. 

 

Faktanya, keaslian dan sifat tulus dari video live streaming bisa membuat Anda disayangi oleh penonton. Mereka ingin melihat Anda, dapat terhubung, serta berinteraksi dengan Anda. Jadi coba terus di lain kesempatan, biarkan diri Anda yang sebenarnya bersinar dan produk serta brand Anda ikut dikenal audiens.