Ketika Anda menjalankan digital marketing strategist atau melakukan promosi di YouTube, hal apa yang pertama kali Anda perhatikan? Apakah hanya YouTube analitik dan matriks dari akun Anda saja? Bagaimana dengan kompetitor Anda, sudahkah Anda memperhatikan apa yang dilakukan channel YouTube kompetitor?

 

Menganalisis channel YouTube milik brand Anda memang penting dan diperlukan agar bisa menampilkan konten yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Namun, jika ditambahkan dengan melacak kinerja pesaing, tentu hal tersebut bisa membantu Anda membuat strategi promosi yang lebih unggul di YouTube.

 

Apa Itu Analisis Kompetitor YouTube?

Analisis kompetitor YouTube adalah saat di mana Anda membandingkan konten YouTube yang Anda buat dengan konten milik pesaing, dalam artian lini bisnis yang dibangun sama. Misalnya, Anda mempunyai bisnis fashion wanita, begitupun kompetitor Anda. 

 

Analisis tersebut akan bergantung pada matriks apa yang dilacak secara rutin. Dari sanalah Anda bisa melihat di mana letak posisi akun Anda berada jika dibandingkan dengan pesaing dan mengetahui kelemahan dari digital marketing businessyang sedang Anda jalani. 

 

Lalu, apa saja yang harus Anda persiapkan dalam melakukan analisis kompetitor di YouTube? Berikut ini 6 langkah yang bisa Anda coba!

 

 

  1. Identifikasi Kompetitor YouTube Anda

Sudah siap menganalisis akun YouTube dari kompetitor? Jika ya, maka langkah pertama yang harus Anda jalankan adalah melakukan riset pasar yang menyeluruh agar bisa menemukan siapa saja pesaing Anda. Caranya, kumpulkan brand yang memiliki kesamaan antara layanan dan produk yang dipromosikan. Misalnya, dalam lini bisnis fashion, Anda dan pesaing mempromosikan cardigan rajut dengan model atau bahan yang berbeda. 

 

Setelah dirasa semua data pesaing terkumpul, kemudian lihat, apakah mereka memiliki target audiens yang sama dengan brand Anda. Amati pula intensitas keaktifan saat kompetitor melakukan promosi di YouTube. Untuk memudahkan identifikasi kompetitor, Anda bisa menggunakan tools analisis kompetitor atau melakukannya secara manual menggunakan tophashtag yang berkaitan dengan produk atau lini bisnis Anda.

 

  1. Lakukan Analisis pada Konten YouTube Pesaing

Setelah Anda menemukan pesaing yang paling berat bagi bisnis Anda, maka sudah saatnya Anda langsung melakukan analisis jenis konten apa yang mereka siapkan untuk ditayangkan di channel YouTube. Perhatikan juga apa yang membuat konten mereka mendapatkan banyak engagement

 

Apakah berasal dari konten giveaway, sesi tanya jawab, live streamingbersama influencer populer, atau karena mengadakan video ulasan produk yang menarik? Bandingkan dengan konten video yang Anda miliki, dan lihat strategi konten best digital marketing apa yang perlu ditingkatkan, agar Anda dapat lebih unggul kedepannya. Cara ini juga bisa membantu Anda memprediksi konten lebih dulu dari kompetitor.

 

 

  1. Melacak Tanggapan Pemirsa Tentang Konten Mereka

Periksa juga berapa jumlah subscribers dari channel pesaing Anda. Kemudian, perhatikan video dengan performa tinggi, serta berapa banyak like dan dislike yang mereka dapatkan pada setiap konten yang diunggah. Jangan lupakan tentang jumlah komentar dari pengguna YouTube, baik itu respons positif maupun negatif, dan semua data pendukung lainnya. Dengan mengamati hal ini, Anda bisa menyusun ulang strategi video marketing dengan lebih efektif lagi.

 

Ingatlah, saat membuat konten YouTube itu tak selamanya mengacu pada tren yang sedang berlangsung saja, namun juga berkaitan dengan audiens yang menontonnya. Ketika Anda melakukan analisis kompetitor untuk YouTube, maka pelajari juga bagaimana mereka bereaksi terhadap video tersebut.

 

Apabila Anda mengetahui apa saja tanggapan dari para pemirsa di video pesaing, hal ini dapat membantu dalam memahami konten apa yang diinginkan oleh audiens. Kemudian bisa memberikan gambaran, apakah Anda sudah menargetkan audiens yang tepat atau tidak. Gunakan cara tersebut untuk sekaligus meningkatkan rank video YouTube Anda.

 

  1. Lakukan Analisis Tentang Tingkat Aktivitas Pesaing

Selain tanggapan audiens terkait konten, sangat penting bagi Anda untuk memeriksa seberapa sering pesaing mengunggah video baru? Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa melihat keaktifan pesaing dan membandingkannya dengan keaktifan Anda sendiri dalam menyapa para subscribers atau pengikut di YouTube melalui video baru. 

 

Perhatikan juga bagaimana cara pesaing dalam memberikan reaksi dari komentar yang masuk. Apakah mereka hanya menanggapi komentar yang positif? Apakah mereka dapat membalas komentar negatif dengan kalimat yang positif? Bagaimana hasilnya. Adakalanya, menanggapi komentar negatif dengan cara yang positif justru bisa membuat rasa penasaran terhadap produk bertambah dan mendorong terjadinya konversi.

 

 

  1. Buatlah Catatan Mengenai Apa yang Tak Dilakukan Oleh Pesaing

Dalam hal social media marketing, tidak ada brand yang sempurna. Anda harus bisa mengambil petunjuk dari kesalahan kecil yang bisa saja terlewat dari pesaing. Di saat yang sama, hindari kesalahan tersebut jangan sampai terjadi dalam bisnis Anda. Ini juga termasuk detail-detail kecil, seperti call to action atau CTS secara soft selling ataupun story telling dalam konten yang mereka unggah.

 

Semua langkah yang telah disebutkan di atas tak akan bisa dilakukan dalam waktu cepat. Anda harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga dalam melakukannya, terlebih jika tak memiliki tim khusus seperti social media agency. Walaupun begitu, Anda tentu tak merasa keberatan untuk melakukan langkah analisis kompetitor yang melelahkan tersebut, bukan? Sebab, hasil yang akan Anda dapatkan sangat luar biasa jika Anda melakukannya secara konsisten.