MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Jenis Konten SEO yang Ampuh Menaikkan Page Rank di Mesin Pencari

28 Feb  · 
4 min read
 · 
eye 4.913  
Website & Mobile Apps

redcomm

Tahukah Anda, ada jenis konten SEO yang ampuh untuk menaikkan page rank di mesin pencari atau SERP? Namun untuk mencapainya, Anda perlu memberi perhatian khusus pada penerapan teknik SEO. 

Jadi, apa saja jenis konten SEO yang ampuh menaikkan ranking halaman di mesin pencari? Yuk, cari tahu di Redcomm knowledge kali ini. 

Pengaruh Konten SEO untuk Dapat Page Rank Google  

Sebelumnya membahas secara lengkap mengenai jenis konten SEO dan bagaimana teknik SEO diterapkan dalam penulisan konten, ada baiknya Anda memahami dulu pengaruh konten SEO untuk mendapatkan page rank Google dan tujuan pengguna internet menggunakan search engine.

Di tengah persaingan bisnis yang ketat di luar sana, ada banyak orang mencoba berbagai cara agar situs web mereka bisa mendapatkan posisi terbaik. 

Salah satunya dengan melakukan optimasi konten secara berkesinambungan, sehingga konten mudah dipahami oleh mesin pencari, sekaligus juga audiens yang menjadi pengunjung situs.

Tanpa menerapkan teknik SEO yang tepat, kemungkinan besar konten di website akan sulit mendapatkan posisi yang bagus di mesin pencari.

Apa saja keuntungan melakukan optimasi konten yang sesuai kaidah SEO? Berikut manfaatnya:

  • Menggunakan artikel yang SEO friendly akan memudahkan situs web bisnis mendapatkan peringkat di mesin pencari, sekaligus bisa mendatangkan lebih banyak traffic ke website bisnis, pastikan terus membaca artikel ini hingga selesai.
  • Dalam konteks digital marketing, konten adalah postingan yang memiliki sejumlah informasi berkualitas tinggi dan bermanfaat bagi pembaca untuk menarik traffic ke website.
  • Konten dapat menggerakkan pengunjung website untuk melakukan tindakan tertentu, seperti memperbesar peluang terjadinya konversi dan peningkatan penjualan

Ketika website tidak memiliki konten, seperti artikel, video, halaman produk, gambar, dan sebagainya, kecil sekali kemungkinan website tersebut muncul pada SERP. 

Itulah alasan marketer saling berlomba membuat konten SEO untuk membantu seluruh pengguna internet mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

4 Search Intent Pengguna Internet Melakukan Pencarian

Agar mampu menciptakan konten sesuai keinginan pengguna, Anda perlu memahami tujuan audiens berselancar di Google. Sebab, setiap pengguna internet memiliki tujuan yang berbeda saat melakukan penelusuran.

Bisa jadi seorang pengguna ingin membeli sesuatu atau bermaksud menemukan suatu produk, sementara ada audiens lain mungkin mencari website yang menyajikan informasi tertentu sesuai kebutuhan dan minat mereka.

Tidak jarang, ada juga pengguna yang mencari solusi untuk menghadapi permasalahan mereka melalui internet. 

Jadi, secara garis besar, tujuan menggunakan internet dapat dibagi menjadi 4 search intent, yaitu:

1. Mencari Informasi (Informational)

Pengguna jenis ini menggunakan internet untuk menemukan sejumlah informasi, tanpa benar-benar tahu secara spesifik apa yang sebenarnya mereka cari. 

Bisa dikatakan, pencarian yang mereka lakukan masih random atau acak. Setidaknya sebanyak 80% pengguna internet melakukan pencarian informasi dengan cara ini.

Di awal pencarian, kemungkinan mereka hanya ingin memenuhi keingintahuan atau mendapat wawasan tambahan tanpa arah yang jelas. 

Ketika menemukan situs web yang menarik perhatian, barulah mereka melakukan klik, masuk ke halaman website, dan membaca informasi yang tersedia.

Contoh pencarian secara informational, seperti:

  • Pertanyaan umum, seperti pencarian novel dengan genre tertentu, rekomendasi buku pengembangan diri, apa efek rumah kaca, dan lainnya.
  • Tutorial atau panduan, misalnya cara membuat kue brownies tanpa oven, cara menggunakan fitur screenshot di Samsung S23, dan lain-lain.
  • Riset produk, seperti perbandingan kamera mirrorless terbaik, smartphone murah untuk pelajar, dan lainnya.
  • Berita dan tren terkini, misalnya berita terbaru terkait perubahan iklim, apa parfum yang sedang tren sekarang, apa covid masih ada?
  • Pengetahuan umum. Contoh: rumus-rumus kimia apa saja? Sejarah kemerdekaan Indonesia, dan lain sebagainya.

2. Tujuan Navigasi (Navigational)

Pengguna melakukan pencarian di internet dengan maksud yang sudah lebih jelas dan menggunakan navigasi tertentu sesuai kebutuhan. 

Artinya, audiens sudah tahu apa yang seharusnya mereka cari dengan menggunakan kata kunci yang lebih spesifik.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat contoh di bawah ini:

  • Pengguna mengetikkan nama bank di dalam kolom pencarian. Artinya mereka tidak bermaksud untuk langsung ke halaman login di internet banking. Kemungkinannya, mereka sedang mencari informasi lain, seperti layanan perbankan, cabang terdekat, atau berita terbaru mengenai bank tersebut.
  • Pengguna mengetikkan nama e-commerce yang sudah biasa mereka kunjungi. Mereka mungkin mencari ulasan produk, promosi terbaru, atau informasi terkait kebijakan pengiriman, jadi tidak ingin langsung masuk ke situs e-commerce-nya.

3. Tujuan Transaksional (Transactional)

Pengguna yang melakukan penelusuran di mesin pencari dengan tujuan akhir yang jelas. Misalnya untuk melakukan pembelian, mendaftar ke layanan tertentu, mengunduh sejumlah file, film, musik, dan sebagainya.

Contoh-contoh search intent transactional adalah:

  • Beli iPhone 13 Pro Max.
  • Kupon diskon untuk toko online.
  • Harga tiket pesawat Jakarta-Singapura bulan ini.
  • Pesan makanan online di Jakarta.
  • Bandingkan harga kamera DSLR Canon dan Nikon.
  • Toko sepatu olahraga terdekat.
  • Paket liburan ke Bali termurah.
  • Download image pemandangan alam.

4. Tujuan Investigasi (Commercial Investigation)

Pengguna yang memiliki tujuan investigasi biasanya melakukan penelusuran di internet untuk mencari sesuatu dengan lebih detail. Ibaratnya mereka sudah tahu keinginan mereka, namun sedang mencari pembanding yang sejenis.

Contohnya, pengguna ingin membeli smartphone merek Samsung dan sudah tahu spesifikasi serta harganya. Hanya saja, mereka masih penasaran dengan smartphone merek lain yang spesifikasinya sama, namun harganya lebih murah.

Anda harus bisa memanfaatkan tujuan yang berbeda dari para pengguna internet dalam membuat perencanaan dan pembuatan konten SEO untuk SERP. 

Artinya, Anda perlu menyediakan beragam konten yang sesuai dengan tujuan masing-masing audiens yang berkunjung ke website bisnis.

Contoh, Anda sebaiknya memberikan konten berupa halaman produk untuk pengguna internet yang memiliki tujuan transaksional. Sementara yang memiliki tujuan mencari informasi, lebih tepat kalau Anda menyajikan jenis konten SEO berupa artikel blog.

Jenis Konten SEO yang Ampuh Menaikkan Page Rank di Mesin Pencari

Adanya berbagai macam konten yang disesuaikan dengan maksud dan tujuan pengguna akan menghasilkan matriks keterlibatan atau engagement yang lebih baik.

Hasil inilah yang kemudian dikirimkan dalam bentuk sinyal positif ke mesin pencari, sehingga konten mendapatkan peringkat yang lebih tinggi, dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Anda harus mempertimbangkan strategi konten dengan matang. Tujuannya harus memenuhi 80% dari penelusuran informasi yang sesuai dengan kata kunci yang Anda incar. 

Untuk mencapainya, Anda bisa mencoba mengoptimalkan landing page yang Anda miliki dengan sejumlah frasa kueri transaksional, seperti purchase, buy, atau beli.

Selain konten, pengalaman pengguna atau user experience juga memiliki peranan besar dalam hal ini. Di sisi lain, Anda juga perlu menggunakan berbagai strategi konten yang bisa membantu menarik pengguna internet supaya melirik website Anda.

Caranya bisa dengan memperbanyak konten evergreen, konten powerful dengan prinsip 3E, membuat konten dengan formula AIDA, storytelling, dan sebagainya. 

Demi mencapai tujuan tersebut, Anda perlu memperhatikan dua hal berikut:

1. Perhatikan Format Konten

Mayoritas pengunjung website tidak akan membaca seluruh artikel yang ada secara mendalam. Mereka lebih suka membaca dengan cara memindai cepat. 

Jadi, sebaiknya buat konten yang mudah dipahami melalui judul dan sub-judul. Sertakan pula paragraf pendek yang memudahkan pengunjung untuk membacanya, atau berupa gambar ilustrasi yang informatif.

Lebih bagus lagi kalau konten yang dibuat berbentuk artikel, maka gunakan listicle article yang memudahkan audiens melakukan screening atau baca cepat isi konten.

2. Sederhanakan Navigasi

Pastikan Anda membuat elemen user interface atau UI yang runut dan responsif, sehingga pengguna internet yang berkunjung ke website merasa nyaman karena navigasinya user friendly

Hal ini akan membantu mempermudah mereka dalam menemukan informasi yang mereka inginkan. Jika masih bingung cara mengatur dan mengelola navigasi dalam situs website bisnis, Anda bisa menghubungi digital marketing agency yang punya layanan dan jasa manajemen proyek. Misalnya Redcomm Indonesia. 

Untuk diketahui, Redcomm Indonesia adalah digital agency Jakarta yang berlokasi di Indonesia dan punya banyak layanan, mulai dari 360º Integrated Digital Marketing, Social Media Activation & Management, Social-Driven Content Creation.

Selain itu, ada pula layanan Digital Assets Production, Digital Media Planning & Buying, hingga Data & Insight Analysis. Yuk, konsultasikan saja kebutuhan Anda dengan klik Kontak Redcomm.


Jenis konten SEO yang ampuh menaikkan page rank di mesin pencari adalah konten yang sesuai dengan search intent audiens. Pilih dan buatlah konten yang tepat. Lalu, bagus lagi kalau tersedia juga konten evergreen. Berikut pilihan Tema Konten Evergreen Agar Traffic Web Meningkat Tahun Ini.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER