Sebelum melangkah pada cara meningkatkan performa website dengan core web vitals, Anda harus paham terlebih dahulu tentang definisi CWV. Core web vitals adalah beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam suatu website untuk meningkatkan pengalaman para pengguna terhadap halaman web tersebut.

 

Poin penting yang dimaksud, misalnya, seberapa cepat halaman web terbuka saat diklik, seberapa interaktif halaman tersebut, stabil atau tidak, dan sebagainya. 

 

Singkatnya, saat pengguna internet mengunjungi website Anda, baik menggunakan ponsel atau PC, Google akan memantau pengalaman pengguna, mulai dari kecepatan loading website, seberapa cepat pengguna dapat berinteraksi melalui website, kemudahan navigasi, dan pengalaman lainnya. Itulah yang disebut dengan core web vitals.

 

Faktor lain yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna di halaman website, antara lain ramah pengguna, atau mobile friendly, sehingga dapat dibuka di ponsel sekalipun, keamanan website terjamin (safe browsing), tidak ada gangguan dari pihak ketiga, dan sudah dalam protokol HTTPS.

 

Faktor Utama dalam Core Web Vitals

 

 

  • LCP atau Largest Contentful Paint

Poin pertama berhubungan dengan kecepatan website. Seberapa cepat website yang Anda miliki menayangkan halaman web yang ingin dibuka oleh pengguna sejak pertama kali mereka melakukan klik URL. Rasanya tidak ada satu pun pengguna internet yang cukup sabar menunggu apabila ada halaman web loading atau terbukanya membutuhkan waktu lama.

 

  • FID atau First Input Delay

Poin kedua membahas tentang kecepatan respons terhadap elemen atau menu navigasi yang ada di dalam sebuah website. Apakah elemen tersebut cepat merespons saat diklik oleh pengguna, atau hanya mampu loading tanpa henti? Pengguna tentunya lebih nyaman dengan website yang cepat responnya, apalagi jika sedang terburu-buru mencari informasi yang kebetulan ada di web Anda.

 

  • CLS atau Cumulative Layout Shift

Merupakan faktor yang berhubungan dengan stabilitas tata letak pada halaman website. Contohnya, saat halaman sedang loading karena pengguna menekan salah satu menu yang ada, kemudian di detik terakhir loading ternyata menu itu bergerak dan membuka halaman lain yang tidak diinginkan. Ini akan meningkatkan nilai CLS dan mengakibatkan nilai website menjadi buruk karena dianggap tak nyaman oleh pengguna.

 

Nah, tiga faktor utama dalam core web vitals ini memiliki peran penting sebagai sinyal detektor untuk mengetahui tingkat kenyamanan yang dirasakan pengguna website. Seperti yang Anda ketahui, pengalaman pengunjung juga merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan ranking website di mata Google.

 

 

Cara Meningkatkan Performa Website Bisnis

Setelah memahami bahwa kinerja website berhubungan erat dengan core web vitals, tentunya Anda ingin mengetahui cara memperbaiki core web vitals. Untuk itu, Anda cukup melihatnya di Google Search Console karena semua laporan baru ada di sana. GSC akan menginformasikan dengan lengkap seluruh URL yang Anda miliki. Apakah URL tersebut cukup bagus, masih perlu perbaikan, atau justru buruk dan harus dihapus?

 

Jika ternyata ada URL yang harus diperbaiki, Anda dapat mencari tahu penyebabnya melalui petunjuk yang diberikan di dalam GSC. Seluruh laporan yang ada di dalam Google Search Console memiliki tautan ke menu Wawasan Kecepatan Halaman. Sebagai informasi, inilah tool yang sebaiknya Anda gunakan untuk melakukan perbaikan terhadap elemen core web vitals.

 

Di saat yang sama, jika ternyata Anda belum dapat melakukan perbaikan yang dibutuhkan, Anda bisa bekerja sama dengan jasa digital agency, yang memiliki tim web developer profesional dan siap membantu Anda. Ada banyak digital marketing agency Indonesia maupun digital marketing agency Jakarta yang sudah berpengalaman dalam membantu pebisnis meningkatkan performa website bisnis.

 

 

Bahkan jika Anda membutuhkan bantuan untuk meningkatkan performa website bisnis berdasarkan core web vitals, Anda bisa menghubungi Redcomm. Namun kalau Anda tetap ingin berusaha memperbaikinya sendiri, maka mulailah dengan melakukan identifikasi masalah berdasarkan data yang diberikan di dalam GSC, kemudian pelajari pula beberapa teknis perbaikan, melakukan uji coba, hingga akhirnya semua bisa diperbaiki. 

 

Untuk mempermudah penyelesaian masalah terhadap performa website, gunakan pula beberapa tools yang direkomendasikan untuk mengetahui nilai core web vitals. Selain Google Search Console, tool PageSpeed Insights juga sangat direkomendasikan.

 

Lalu, apa perbedaan di antara keduanya? 

 

Saat menggunakan Google Search Console, Anda akan melihat garis besar data core web vitals secara keseluruhan. Sementara di PageSpeed Insights, Anda dapat melakukan identifikasi elemen apa saja yang perlu dioptimasi. Hebatnya lagi, kedua tools ini bisa Anda gunakan bersama untuk meningkatkan performa website yang sedang dikelola.