Website responsive memberikan kenyamanan kepada para pengguna smartphone. Hal ini mengingat ada banyak orang di masa sekarang yang lebih memilih membuka website melalui smartphone ketimbang laptop atau komputer. Membuat tampilan website lebih responsif tentu saja memberi keuntungan pula bagi Anda sebagai pemilik website, yakni traffic pengunjung bisa mengalami peningkatan secara signifikan.

 

Demi sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, sudah waktunya bagi Anda yang menjalankan bisnis secara online menggunakan website, untuk lebih memperhatikan kualitas dan kinerja website, serta memastikan website sudah responsive, sehingga memudahkan audiens yang berselancar di situs bisnis Anda menggunakan smartphone atau jenis smart gadget lainnya.

 

 

Cara Mengetahui Website Responsive

Mungkin ada di antara Anda yang bertanya-tanya, bagaimana caranya mengetahui website sudah responsif atau belum? Cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah buka website Anda di berbagai gadget, mulai dari membuka web di laptop atau personal komputer, kemudian buka pula di dua hingga tiga smartphone yang berbeda ukuran layarnya, dan jangan lupa buka dengan menggunakan tablet.  Dalam proses tersebut, perhatikan secara detail tampilan website yang ada di berbagai device dan coba lakukan beberapa klik untuk menguji UX/IX-nya.

 

Kalau web bisnis Anda yang kalau dibuka di laptop atau desktop menampilkan beberapa kolom yang rapi, lalu ketika melakukan beberapa klik, semuanya berjalan lancar. Maka tampilan desktop bisa jadi sudah tertata rapi. Namun, saat dibuka di smartphone, ternyata tampilan kolom yang tadinya rapi tampak berantakan, image atau foto melebar tak beraturan, bahkan ketika di klik malah memunculkan hal lain akibat ada bagian yang bergeser sendiri, maka web ini bisa dikatakan belum responsif. 

 

Keuntungan Menggunakan Website Responsive

Untuk bisa menghasilkan website responsive, Anda perlu mengetahui beberapa prinsip dasar mengenai web responsif. Pertama, ada yang namanya fluid grid, yaitu penentuan garis batas dan letak komponen dalam desain yang bisa diubah sesuai dengan ukuran tampilan. Kedua, pahami tentang media queries, yang memungkinkan desain web bisa disesuaikan dengan ukuran layar. Ketiga, respons media, yakni ukuran foto, video, dan image bentuk lain, dapat mengikuti berbagai ukuran layar yang ada.

 

Setelah memahami unsur-unsur yang harus ada dalam suatu website responsive, berikutnya Anda perlu tahu manfaat yang akan Anda dapatkan ketika menyediakan website responsif bagi audiens atau pengunjung website bisnis Anda.

 

 

  1. Website Lebih Mudah Diakses

Dengan adanya website responsive, maka web lebih mudah diakses oleh para pengunjung dalam waktu singkat. Karena cukup responsif, pengunjung biasanya betah berlama-lama berselancar di dalam situs tersebut, baik untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, mencari tahu mengenai produk dan layanan yang ditawarkan, menemukan promosi menarik, bahkan bisa pula langsung melakukan konversi. 

 

Sebaliknya, jika website yang dikunjungi memiliki respons lambat, lebih mudah untuk ditinggalkan pengunjung karena kebosanan. Terlebih, website yang mudah diakses akan mengurangi bounce rate dari web tersebut. Untuk mengukur seberapa responsive website bisnis, Anda bisa menggunakan pula fitur core web vital yang disediakan Google.

 

  1. Mudah Saat Melakukan Maintenance dan Optimasi

Tentu saja dengan adanya tampilan website untuk desktop dan smart device, maka maintenance atau perawatan dan ketika hendak melakukan optimasi akan jauh lebih mudah dilakukan. Anda bisa memaksimalkan semua kinerja website dengan cara yang lebih praktis, misalnya penerapan teknik SEO, optimasi landing page, memperbaiki meta description, dan sebagainya. 

 

  1. Hemat Budget

Website responsive memberikan efisien secara budget. Ini karena membuat tampilan web yang responsif membutuhkan waktu yang relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan mengembangkan website untuk mobile

 

 

Cara Membuat Tampilan Website Responsive

Cara membuat website responsive yang paling simpel bisa dilakukan dengan tiga langkah dasar.  Berikut ini akan dijelaskan secara singkat dan padat, bagaimana membuat web lebih responsif. 

 

Mendefinisikan Meta Tag

Lakukan pengaturan layar halaman html yang sesuai dengan lebar viewport. Nah, Anda bisa memanfaatkan meta tag viewport, lalu di reset ulang. Fungsi dari meta tag adalah memberikan notifikasi browser untuk menonaktifkan skala awal.

 

Menentukan Struktur HTML

Langkah kedua, Anda tentu saja harus menentukan struktur html dari website. Mulai dari bagian header, tampilan content, sidebar, dan footer. Pada bagian header disesuaikan dengan ukuran lebar full, sementara tingginya disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk bagian content bisa disesuaikan pula dengan kebutuhan. 

 

Membuat Media Query

Pembuatan media query bisa memanfaatkan CSS3. Program ini mempermudah Anda untuk membuat media seperti gambar dan video ukurannya tidak lebih besar dari parent container

 

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk membuat website yang responsif, Anda bisa pula mengajak salah satu digital agency Indonesia atau digital agency Jakarta untuk bekerja sama. Salah satu digital agency marketing Jakarta yang bisa Anda hubungi adalah Redcomm Indonesia, yang merupakan digital agency terbaik di Indonesia. Di penghujung tahun 2020, Redcomm Indonesia dinobatkan dan mendapatkan penghargaan Gold untuk kategori Indonesia Digital Agency Of The Year 2020. Ini merupakan penghargaan Gold ke-3 yang diterima Redcomm dalam tiga tahun berturut-turut, setelah di tahun 2018 dan 2019 meraih Gold untuk kategori Indonesia Independent Agency of the Year. Tidak hanya membawa satu penghargaan, Redcomm Indonesia juga meraih Silver untuk kategori Independent Agency of the Year.

 

Sekarang Anda sudah tahu apa itu website responsive dan cara membuat tampilan website yang bisa disesuaikan dengan ukuran layar. Tentu saja, web responsif tidak hanya memberi keuntungan tetapi juga pengaruh positif bagi website yang Anda miliki.