Salah satu strategi yang dilakukan dalam memasarkan sebuah produk melalui media sosial adalah dengan pembuatan campaign (kampanye). Kegiatan campaign, baik melalui media sosial (secara online) dan langsung (offline) sama-sama bertujuan untuk memperkenalkan produk, jasa, maupun layanan dari suatu bisnis. 

 

Untuk mengetahui sukses tidaknya suatu campaign, Anda perlu melakukan analisis. Pada artikel kali ini, Redcomm akan berbagi mengenai faktor penting yang perlu diperhatikan saat melakukan analisis campaign.

 

Faktor Penting dalam Analisis Campaign

Penyelenggaraan campaign akan menjadi sia-sia, kalau Anda tidak melakukan analisis terhadap campaign yang telah dilakukan. Ada beberapa matriks yang harus diperhatikan, tergantung dari jenis kampanye yang Anda jalankan.

 

Sebuah kampanye bisa dijalankan melalui beberapa platform, seperti email, media sosial, hingga dalam bentuk konten. Masing-masing memiliki analisis yang hampir sama, walaupun ada beberapa bagian yang berbeda. 

 

Tujuan

Namanya sebuah tindakan, pasti ada tujuannya. Begitu juga saat membuat campaign, harus tahu apa tujuan campaign yang Anda buat? Dengan memiliki tujuan yang spesifik, Anda bisa melakukan analisis campaign dengan lebih baik. Memahami tujuan campaign menjadi indikator paling penting agar Anda tidak salah target atau goals yang ingin dicapai. 

 

Untuk melihat sukses atau tidaknya sebuah campaign, kembali lagi kepada respons yang diberikan target dan tujuan awal Anda. Lihatlah dari beberapa matriks berikut ini:

 

 

Matriks Traffic

Setelah menentukan tujuan campaign, maka Anda bisa melihat beberapa matriks penting untuk mengetahui respons yang diberikan target iklan. Matriks tersebut di antaranya:

 

  1. Email Delivery Rate

Email delivery rate adalah istilah untuk menghitung berapa banyak email yang terkirim? Apakah semua email yang Anda kirimkan pasti terkirim? Jawabannya tentu tidak. Karena, ada saja beberapa email yang tidak sampai ke penerima dengan berbagai alasan. Bisa jadi, email sudah tak aktif, hingga reputasi sender yang rendah, akibat penyedia layanan internetnya buruk. Matriks ini wajib dipahami bagi Anda yang menggunakan strategi email marketing sebagai sarana promosi.

 

  1. Open Rate

Setelah dikirim, apakah Anda yakin campaign, email, atau link dalam email tersebut dibuka oleh penerima? Tentu banyak faktor seseorang tidak membuka sebuah tautan yang diterimanya. Misalnya, karena subjek kurang menarik, email yang belum tersegmentasi, judul campaign yang kurang menarik, dan lain-lain. Oleh karena itu, Anda perlu mempelajari rahasia email blast banyak klik.

 

  1. Click-Through-Rate (CTR)

CTR juga menjadi salah satu parameter saat seseorang menerima sebuah email atau tautan. Apakah si penerima akan melakukan klik? CTR berbanding lurus dengan email delivery dan open rate. Saat delivery dan open rate tinggi, maka besar kemungkinan tingkat CTR juga tinggi.

 

 

  1. Bounce Rate

Bounce rate merupakan persentase pengunjung website atau email yang hanya membaca satu halaman saja dan memilih untuk meninggalkan email atau website Anda. Bounce rate menjadi matriks yang perlu dikaji dan diperhatikan. Semakin tinggi bounce rate menjadi tanda bahwa konten Anda kurang menarik. Untuk itu, Anda perlu segera memperbaiki kualitas konten demi menurunkan bounce rate.

 

  1. Leads

Leads adalah sebutan untuk konsumen yang memiliki ketertarikan terhadap produk yang ditawarkan. Jika Anda membuat campaign melalui website, dan ada leads (chat) yang masuk, ini merupakan tanda jika Call To Action (CTA) yang Anda buat berhasil.

 

Membuat campaign yang menghasilkan leads terbilang tidak mudah. Ditambah lagi, setiap leads yang masuk belum tentu menghasilkan penjualan. Jika seperti ini, Anda harus rajin melakukan follow up kepada calon customer tersebut. Analisis juga channel mana yang mampu mendatangkan leads. Langkah berikutnya, terapkan 8 cara jitu mendapatkan leads anti gagal.

 

 

Matriks Conversion

Saat campaign Anda bertujuan untuk meningkatkan penjualan, maka matriks conversion ini menjadi salah satu matriks yang wajib dianalisis. Tingkat konversi yang tinggi menunjukkan, Anda telah menargetkan orang yang tepat dalam campaign Anda. Mereka mau tidak mau mengambil tindakan sesuai yang Anda harapkan. Jika tingkat konversi rendah, maka Anda perlu melakukan evaluasi campaign. Apa penyebab masalah yang terjadi, sehingga tingkat konversi campaign yang Anda selenggarakan sangat rendah. 

 

Laba / ROI

Apapun campaign yang dilakukan, tujuan akhir tentunya ingin mendapatkan laba atau Return of Investment (ROI). Untuk menghitung dan mengukur ROI, dibutuhkan analisis campaign yang lebih dalam, mulai dari klik iklan hingga berakhir dengan terjadinya penjualan.

 

 

Memang tidak mudah melakukan analisis campaign, namun saat Anda telah mendapatkan data yang cukup dan menemukan winning campaign, maka Anda akan menemukan kenyamanan dalam beriklan seterusnya. Kalau Anda masih membutuhkan diskusi lebih lanjut mengenai penyelenggaraan campaign dan cara melakukan analisisnya, Anda bisa menghubungi Redcomm, digital marketing agency Indonesia, yang siap membantu Anda.