Bounce rate sangat erat kaitannya dengan website. Parameter ini bahkan digunakan pada beberapa campaign online oleh sejumlah perusahaan digital. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari bounce rate, itulah yang membuat parameter ini sangat penting untuk diperhatikan. Terutama, bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis menggunakan website sebagai media promosi.

 

Karena memiliki peranan yang penting pada website, mempelajari segala hal tentang bounce rate akan membantu Anda mengelola situs web dengan lebih baik dari sebelumnya. Anda akan lebih mudah dalam mempelajari pengunjung situs dan memberikan konten yang sesuai dengan mereka.

 

Ketika sudah mengetahui apa yang dibutuhkan pembaca dan apa yang bisa Anda berikan, maka menargetkan jumlah kunjungan pada angka tertentu akan mudah dilakukan. Selain itu, Anda juga bisa memperbaiki parameter lain yang masih berhubungan dengan bounce rate, seperti mengetahui waktu yang dihabiskan user pada sebuah halaman, misalnya.

 

Pengertian Bounce Rate

Bounce rate atau disebut juga rasio pantulan adalah persentase yang menggambarkan perilaku pengunjung di website Anda. Hitungannya 0 - 100 persen. Semakin besar angkanya, berarti kualitas web yang Anda kelola sedang dalam kondisi tidak baik. Jika semakin kecil, maka dapat dikatakan situs tersebut sedang baik-baik saja.

 

 

Bukan hanya untuk mengukur kualitas website secara keseluruhan, parameter ini juga bisa digunakan untuk mengetahui performa setiap landing page yang ada. Anda bisa mengetahui angka bounce rate pada artikel blog atau halaman pada website. Dengan begitu, Anda dapat lebih spesifik dalam mengelola dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

 

Untuk bisa mengambil tindakan dari angka yang muncul pada bounce rate, Anda perlu mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi metrik ini. Apa saja yang membuat angkanya naik, dan bagaimana menurunkan angka bounce rate agar website Anda bisa semakin berkualitas.

 

Faktor yang Mempengaruhi Bounce Rate

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat bounce rate pada situs Anda. Ini akan sangat membantu Anda dalam mengoptimalkan situs tersebut dan mendatangkan lebih banyak kunjungan.

 

  1. User Experience

User experience yang buruk dapat menyebabkan meningkatnya bounce rate. Hal ini bisa terjadi karena penggunaan media yang tidak tepat, seperti musik yang diputar otomatis ketika website dibuka, loading web terlalu lama, konten tidak sesuai dengan yang dicari pengunjung, dan sebagainya. Seringkali hal-hal semacam itu yang membuat pengunjung langsung meninggalkan website Anda dan beralih ke situs lain.

 

  1. Peringkat Halaman

Artikel penting sekali memiliki peringkat yang bagus di hasil pencarian agar bounce rate turun. Sebaliknya, jika peringkat halaman web Anda jelek, maka angka bounce rate bisa naik drastis. Penyebabnya, halaman Anda dinilai tidak memberikan sesuatu yang baik bagi pengunjung atau mereka tidak menemukan apa yang dicari pada halaman Anda, sehingga mesin pencari menurunkan posisi halaman tersebut dan menggantinya dengan halaman lain yang lebih baik.

 

 

  1. Tipe Audiens

Setiap web memiliki tipe audiens yang berbeda. Biasanya ini juga berpengaruh pada angka bounce rate. Adanya pengunjung yang beragam membuat Anda harus bisa memahami kemauan mereka, seperti mempelajari perilaku audiens di dalam website, apa yang mereka lakukan, apa yang mereka baca, dan sebagainya. Semua data ini bisa Anda dapatkan dari Google Analytic. Pelajari tipe audiens dengan baik dan beri layanan terbaik bagi kebutuhan mereka demi memperkecil angka bounce rate.

 

  1. Desain Web

Saat ini, kebanyakan pengguna internet sudah menggunakan handphone mereka untuk berselancar di dunia maya, termasuk mengakses website Anda. Karena itu, memperhatikan desain web juga penting. Sebab tampilan yang berantakan akan membuat pengunjung tidak nyaman dan meninggalkan website Anda. Desain web di sini juga termasuk mobile responsive, tampilan minimalis, dan menu yang user friendly

 

  1. Iklan

Iklan merupakan salah satu sumber penghasilan pada sebuah website. Namun tak jarang penempatan iklan justru menjadi masalah, terutama kalau sampai menutupi konten hingga pembaca sulit menikmati isi konten, belum lagi ketidaknyamanan yang muncul akibat iklan bertebaran terlalu banyak hingga membuat pengunjung bingung maka konten Anda sesungguhnya. Tampilan iklan yang terlalu banyak dan berantakan Ini tentu saja akan sangat berpengaruh pada bounce rate.

 

 

  1. E-mail Berlangganan

Biasanya sebuah website memiliki fitur email berlangganan atau newsletter, yang tujuannya untuk meningkatkan traffic dan pemberitahuan konten baru kepada pembaca setia. Sayangnya penggunaan fitur ini dianggap menyulitkan bagi pengunjung sehingga mereka memilih untuk segera meninggalkan halaman website yang sedang dibuka.

 

Itulah beberapa hal tentang bounce rate yang sebaiknya Anda ketahui. Setelah mempelajari 6 faktor yang mempengaruhi bounce rate ini, semoga selanjutnya Anda bisa mulai menerapkan perbaikan demi perbaikan untuk mencegah terjadinya peningkatan angka bounce rate.