Menerapkan lead generation untuk menggandeng calon konsumen baru memang butuh usaha yang lebih, serta pengetahuan yang cukup, agar sesuai dengan strategi yang digunakan oleh produk atau brand Anda.

 

Nah, untuk menentukan strategi yang tepat, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa keuntungan dan kerugian lead generation dalam penerapan digital marketing

 

Kelebihan Lead Generation

Konsep dan jenis-jenis lead generation ada banyak macamnya. Anda perlu mempelajarinya dengan baik, sehingga bisa menerapkan lead generation untuk membangun bisnis. Dengan menerapkan lead generation, ada banyak pilihan cerdas yang dapat Anda lakukan. Tentu tujuannya, untuk menarik calon pelanggan, agar mereka sadar dengan merek dan produk yang hendak Anda tawarkan. Dalam hal ini, terjadi peningkatan brand awareness

 

Lead generation memiliki potensi yang tersebar luas dan cakupan calon pelanggan yang besar. Ketika keuntungan semakin meningkat dan banyak data yang masuk, Anda sebagai pengusaha akan lebih mudah melakukan proses evaluasi. 

 

Namun, peningkatan income ini sebaiknya juga diimbangi dengan penyebaran produk agar tidak terjadi ketimpangan antara pemasukan dan pengeluaran untuk iklan. 

 

Nilai lebih dari adanya lead (prospek) online adalah calon pelanggan lebih mudah berinteraksi secara rutin, tanpa adanya batasan waktu, tempat, dan jarak. Hal ini juga lebih praktis, sehingga tidak menyulitkan konsumen yang jauh dari jangkauan.

 

 

Kekurangan Lead Generation

Selain memiliki banyak kelebihan, lead generation juga memiliki kekurangan, terutama yang menggunakan media cetak sebagai sarana promosi. Ketertarikan calon pelanggan di sini biasanya hanya sebatas ingin mendapatkan hadiah saja, kurang tertarik pada profil produk atau brand, sehingga memutuskan meninggalkan layanan. 

 

Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Misalnya, untuk mendapatkan hadiah, konsumen wajib melakukan pembelian dalam jumlah tertentu. Di dalam target pembelian, Anda dapat pula menyisipkan kualitas pengenalan produk. Selain itu, coba lakukan sedikit permainan harga demi menutup biaya operasional dan iklan.

 

Sebagai contoh, perusahaan makanan memberi kupon gratis berupa satu botol minyak goreng selama bulan Ramadhan. Dengan cara ini, konsumen hanya akan tertarik di bagian gratisannya saja. Berbeda jika Anda memberikan harga miring dengan kupon diskon. Lambat laun, konsumen akan latah dan tertarik dengan produk yang dipasarkan.

 

 

Relevansi Keduanya dalam Digital Marketing 

Saat Anda menggunakan trik seperti di atas, relevansi yang muncul akan membuat konsumen percaya sedikit demi sedikit terhadap merek Anda. Ingat ya, relevansi produknya harus masuk akal. 

 

Relevansi artinya ada jalur atau hubungan berkesinambungan antara produk dengan lead. Sebagai contoh, sasaran lead-nya adalah usia remaja dan memiliki ketertarikan dengan makanan siap saji kekinian. Untuk itu, dibuatlah trik yang sesuai kebutuhan agar tepat sasaran.

 

Banyak sekali perusahaan yang fokus terhadap upaya memaksimalkan lead generation dan strategi penjualan daripada memikirkan omzet yang tak kunjung naik. Konsumen saat ini sedang membudayakan praktik tren atau viral. Budaya viral cenderung dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menarik konsumen secara otomatis. 

 

Tren viral juga dapat mendatangkan iklan, sehingga lead atau calon pelanggan tidak perlu lelah mencari iklan produk, karena sistem akan bekerja secara instan dalam memunculkan  produknya. 

 

Kesimpulannya, kelemahan dari sistem digital marketing secara umum adalah kendala sinyal atau jaringan yang terhambat di dataran tinggi dan pelosok. Sistem ini juga tidak cocok untuk individu dengan usia lanjut yang menyukai metode kuno. 

 

Digital marketing yang katanya mulai merambah ke desa-desa, nyatanya masih belum efektif diterapkan karena keterbatasan lahan, fasilitas, dan jaringan. Tidak heran apabila harga mahal masih diberlakukan di area pelosok. 

 

Nah, agar dapat memaksimalkan digital marketing di wilayah pedesaan, Anda sebaiknya mengkombinasikan metodenya dengan cara natural untuk menyesuaikan dengan adat sekitar. Cara ini bisa membuat produk, layanan, dan bisnis Anda lebih dikenal dan tentunya daerah pinggiran masih minimal tingkat persaingan bisnisnya.

 

 

Bekerja Sama dengan Digital Marketing Agency untuk Pemanfaatan Lead Generation

Lead dalam lead generation bisa diartikan sebagai orang yang punya ketertarikan khusus terhadap produk, jasa, layanan, maupun suatu brand, yang Anda tawarkan. Bisa pula dikatakan bahwa lead adalah calon pelanggan yang menjadi target pasar Anda. 

 

Jika Anda merasa kesulitan dalam penerapan strategi lead generation, Anda bisa bekerja sama dengan digital marketing agency Jakarta seperti Redcomm atau digital marketing agency Indonesia terpercaya. Digital agency sudah pasti memiliki tenaga profesional dalam menangani dan memaksimalkan lead generation. Langsung klik saja tulisan Tim Redcomm ini dan kami akan segera menghubungi Anda untuk mendiskusikan strategi terbaik yang bisa membantu Anda mengembangkan bisnis dan mendapatkan keuntungan yang lebih baik.