Data Driven Marketing (DDM) adalah metode pemasaran berbasis data. Setiap strategi pemasaran yang diambil mengacu pada data keterlibatan dan interaksi konsumen, tanpa mempertimbangkan faktor lain. Di dunia digital marketing, penerapan data driven merupakan hal yang biasa digunakan. Agar bisa meningkatkan penjualan produk dan layanan melalui strategi DDM, Anda perlu memahami cara meningkatkan penjualan dengan strategi data driven marketing.

 

Data driven marketing tercipta ketika para pemasar ingin mengoptimalkan strategi pemasaran agar bisa menyesuaikan dengan pola kebiasaan konsumen. Karena mengacu langsung kepada kebiasaan konsumen, maka para marketing jadi lebih paham apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen.

 

Melalui pendekatan berbasis data, Anda bisa memaksimalkan penjualan dengan penerapan strategi yang tepat karena menggunakan data dari sumber yang akurat. Tanpa perlu panjang lebar, berikut pembahasan selengkapnya.

 

 

Tips Memaksimalkan Data Driven untuk Meningkatkan Penjualan

  1. Mengetahui Pola Terbaik Tim Marketing Anda

Meskipun data driven berorientasi kepada konsumen, namun pada tahap awal Anda perlu menggali informasi dari pihak internal perusahaan terlebih dahulu. Mulailah dengan memecah setiap aktivitas yang dilakukan oleh tim sales, baik itu dari banyaknya meeting yang dilakukan setiap minggu, pola pengiriman email marketing, copywriting pada email, cara menerima panggilan konsumen, dan lain sebagainya.

 

Buatlah data statistik dari aktivitas-aktivitas tersebut dalam format yang mudah dibaca setiap karyawan. Data ini kemudian dipusatkan pada dashboard masing-masing departemen untuk dijadikan fokus perhatian bersama. Sesudah data aktivitas penjualan di setiap tim sales berhasil Anda buat, gunakan metrik tersebut sebagai perbandingan antara departemen satu dengan lainnya.

 

Cari tahu tim sales mana saja yang performanya rendah, kemudian minta mereka mengikuti langkah-langkah yang diterapkan tim sales dengan performa penjualan yang sudah bagus. Selain untuk membenahi kerja tim sales agar lebih optimal, pemetaan proses penjualan bersumber pada data juga bisa mendorong akurasi lebih baik. Dengan cara ini, leader pada tiap-tiap departemen bisa mengidentifikasi strategi dan pola marketing seperti apa yang lebih efektif sekaligus efisien.

 

 

  1. Mencari Tahu Data Prospek

Proses optimalisasi data driven marketing dilanjutkan dengan cara mengidentifikasi setiap konsumen yang pernah melakukan transaksi. Proses identifikasi ini dilakukan sebagai langkah awal membuat demografi data untuk mengumpulkan profil konsumen yang memenuhi syarat sebagai prospek berkualitas.

 

Prospek berkualitas yang dimaksud adalah konsumen memiliki potensi besar untuk melakukan transaksi. Konsumen yang masuk dalam kelompok ini kemudian diberi penawaran menurut pola transaksi di periode sebelumnya sehingga perusahaan bisa memaksimalkan keuntungan.

 

Apabila membuat data demografi konsumen secara manual dirasa terlalu sulit, Anda bisa menggunakan software khusus. Kehadiran software ini menjadikan proses pembuatannya berjalan otomatis dan Anda tinggal menerima dan membaca data tersebut tanpa repot menyusun demografi konsumen.

 

 

  1. Menganalisis Jangkauan dan Keterlibatan Pelanggan

Dalam penerapannya, data driven marketing mengacu pada insight penjualan. Maka dari itu, perusahaan selalu berusaha memperoleh informasi sebanyak mungkin mengenai jangkauan dan keterlibatan pelanggan terhadap brand maupun produknya, serta mempelajari pola konsumen dalam bertransaksi. Di saat yang sama, Anda sebagai leader atau pemilik usaha juga perlu mencari tahu media mana yang menyumbang sales terbanyak, apakah itu melalui website, Facebook ads, Instagram ads, atau mungkin iklan dari YouTube.

 

Jangan hanya berfokus pada penjualan. Anda juga perlu membuat dan membagikan konten. Di dunia digital marketing, konten menjadi salah satu hal yang paling dicari pengguna internet, entah untuk mendapatkan informasi, inspirasi, hiburan, mencari solusi, atau bisa pula hanya untuk sekadar menambah wawasan. Pelajari konten seperti apa yang disukai oleh pelanggan, kapan waktu terbaik untuk posting, dan sebagainya. 

 

Semua data terkait pelanggan ini perlu dikumpulkan oleh tim sales dan disusun rapi, kemudian diserahkan kepada tim marketing untuk diproses lebih lanjut. Tim marketing akan memaksimalkan strategi yang sudah diterapkan sebelumnya sehingga bisa menyumbang lebih banyak traffic maupun meningkatkan lebih banyak penjualan.