Ada pertanyaan penting yang harus dijawab oleh Anda sebagai marketer digital. Pertanyaannya adalah bagaimana cara menemukan data penting yang wajib dianalisis saat melakukan digital marketing?

 

Data penting digital marketing termasuk tantangan yang harus dihadapi para pengusaha. Problematika yang pengusaha hadapi bukan terkait kurangnya daftar data yang tersedia, melainkan tidak mengetahui data mana yang seharusnya menjadi titik fokus saat melakukan analisis. 

 

Faktor yang Menyebabkan Marketer Tak Bisa Menemukan Fokus Data yang Dianalisis

Mengetahui mana data yang penting harus dilakukan, karena data tersebut dibutuhkan dalam membuat digital marketing strategist dan data driven marketing yang sesuai untuk bisnis Anda

 

Ternyata, ada tiga alasan utama yang membuat marketer tak bisa menemukan fokus data yang akan mereka analisis, yaitu:

 

  • Tidak paham bagaimana caranya melakukan pencocokan antara sasaran dengan pengukuran.
  • Belum mengetahui makna dari titik data yang berbeda, apa yang sedang diukur, dan tak tahu bagaimana menghitungnya.
  • Selalu berharap jika analitik yang penting bisa disederhanakan menjadi beberapa titik data.

 

 

Apa Saja Poin Data Analitik yang Harus Diperhatikan?

Dalam menemukan data analisis digital yang penting agar dapat melakukan data driven marketing, Anda dapat menggunakan Google analytics. Google analytics adalah salah satu tool yang dapat menjadi panduan untuk menganalisis data dari kampanye digital yang dilakukan. Maka dari itu, Anda perlu menguasai cara membaca data di Google analytics.

 

Selain itu, Anda harus memiliki pengetahuan terkait analisis data, pemahaman kontekstual, teliti, dan juga harus sabar. Perlu diingat, Anda mungkin memang tak bisa melihat semua poin data pemasaran digital, serta memahami semuanya dalam pemasaran bisnis Anda. Namun melalui Redcomm knowledge kali ini, Anda bisa menemukan data penting yang harus dianalisis.

 

Agar dapat memahami data yang dimiliki, ketahui terlebih dahulu poin data atau jenis pengukuran pemasaran. Kemudian, berdiskusilah dengan seseorang yang mampu menganalisisnya. Misalnya, Anda dapat bekerja sama dengan tim digital marketing agency Jakarta yang tentunya memiliki para analis berpengalaman dalam menganalisis data untuk digital marketing.

 

 

3 Jenis Pengukuran Pemasaran

Terdapat tiga jenis pengukuran pemasaran, yaitu:

 

  1. Matriks Bisnis

Matriks bisnis akan memberikan gambaran umum terkait analisis data penting sebelum melakukan pemasaran digital. Dari mulai biaya yang dikeluarkan, jumlah dana yang didapatkan, dan berapa ROI yang dihasilkan. Matriks bisnis ini akan digunakan ketika bisnis Anda mendapatkan pemasukan atau untung.

 

  1. Matriks Konversi

Pada matriks konversi, Anda bisa mengetahui seberapa efektif kemampuan mengubah pengunjung menjadi pembeli, sehingga dapat menghasilkan closing penjualan. Oleh karena itu, di dalamnya meliputi rasio konversi, biaya per konversi, dan pembelanjaan rata-rata. Dengan melihat matriks konversi, Anda bisa tahu jika bisnis yang sedang berjalan ini mampu membuat orang-orang membeli produk yang ditawarkan.

 

  1. Matriks Pemasaran

Matriks terakhir, yaitu matriks pemasaran, menunjukkan hal lain yang muncul sebelum konversi. Misalnya, banyaknya tayangan, kunjungan, rasio klik tayang, bounce rate, dan lain sebagainya. Ada pun matriks pemasaran ini akan memberitahu Anda, apakah bisa mendapatkan dan melibatkan pemirsa baru yang potensial, lalu mengarahkan mereka pada konversi atau penjualan, atau tidak.

 

Mengapa matriks pemasaran dibutuhkan? Sebab, sebagian konsumen tak akan langsung membeli produk yang ditawarkan sesaat setelah menerima informasi atau penawaran. Bisa jadi, mereka akan mempertimbangankan cukup lama, sebelum akhirnya membeli produk Anda. Nah, dengan menggunakan matriks ini, Anda bisa mengetahui pelanggan mana yang potensial.

 

Siklus Pelanggan yang Dapat Diukur

Perlu Anda ketahui, data penting digital marketing atau hasil analisis ini dapat melacak bagaimana strategi digital marketing Anda berjalan. Untuk memulai analisis data marketing, poin data yang dimiliki harus sesuai dengan skema yang telah dilalui konsumen. Dengan kata lain, pengukuran yang dilakukan harus selaras dengan tahapan siklus pelanggan yang sedang diukur, yaitu:

 

  • Menjangkau pelanggan baru.
  • Mengubah atau mempengaruhi pelanggan baru.
  • Mempertahankan pelanggan baru sehingga menjadi pelanggan potensial.
  • Mengubahnya kembali.

 

Anda tentunya hanya ingin melihat ROI yang positif, meskipun dalam tahap akuisisi, ROI negatif adalah hal yang normal. Namun, Anda perlu memfokuskan pada arah perubahan yang positif saja. Singkatnya, apakah daftar data yang menjadi indikator Anda telah menunjukkan pertumbuhan, atau justru jalan di tempat?

 

 

Cara Menemukan Indikator Daftar Data Analisis

Bagaimana cara menemukan indikator berupa daftar data analisis yang paling penting untuk bisnis Anda agar menjadi data driven marketing? Lihatlah dari goals yang ingin dicapai, yaitu:

 

  1. Jika ingin mendapatkan konsumen, harus ada konversi atau penjualan.
  2. Untuk memperoleh konversi, Anda harus memiliki pembeli. 
  3. Agar bisa mempunyai pembeli, dibutuhkan pengunjung yang baru. Anda juga harus memahami bahwa ada tiga jenis pengunjung, yaitu: yang telah melalui proses panjang pengumpulan informasi dan persuasi. Kemudian, ada juga yang sudah memutuskan untuk membeli produk Anda. Biasanya, merupakan pengunjung berulang yang kembali ke situs Anda. Terakhir, yang mudah diubah dari pengunjung menjadi pembeli.
  4. Jika ingin mendapatkan pengunjung yang baru, Anda membutuhkan audiens.

 

Awasi Daftar Analisis Penting untuk Digital Marketing

Selanjutnya, awasi daftar data analisis yang penting berikut ini, untuk mengetahui apakah Anda bergerak ke arah yang benar saat melakukan digital marketing atau tidak:

 

  1. Indikator untuk konversi yang sehat terdiri atas page load speed, time on site, average number of pages visited, dan conversion rate.
  2. Indikator jumlah pengunjung bergantung pada: 
    - Search performance indicators (DA-PA, domain level, visitors from search, dan CTR on search results).
    Ads performance indicators (impressions, click-through rate, visitors from ads, dan cost per click).
    Social content performance (reach, CTR, dan visitors from social media).
    Email performance (open rates, click-through rates, dan visitors from email).
  3. Indikator audiens, antara lain: ukuran database kontak, volume pelanggan email yang dimiliki, volume pelanggan RSS, dan jumlah pengikut jejaring sosial.

 

Nah, Itulah daftar data penting digital marketing yang harus diawasi sebelum dan saat melakukan pemasaran secara digital. Semoga bermanfaat. Jika Anda ingin lebih mudah menganalisisnya bersama tim yang sudah berpengalaman. Cobalah bekerja sama dengan tim Redcomm yang merupakan digital marketing agency Jakarta maupun digital marketing agency Indonesia.