Apakah Anda sering merasa kesal karena traffic website tak kunjung naik padahal sudah melakukan promosi di media sosial? Atau sudah menerapkan digital marketing, namun angka conversation rate dan transaksi kecil sekali? Kalau hal ini terjadi, wajar jika Anda pusing. Tapi tenang, akan selalu ada solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi. Hal pertama yang perlu dilakukan kalau website sepi pengunjung dan penjualan sedikit adalah mencari tahu penyebabnya, kemudian sesegera mungkin melakukan perbaikan.  

 

Penyebab Website Sepi Pengunjung dan Cara Mengatasinya

  1. Website Lemot Saat Dibuka

Pernahkah Anda melakukan klik URL suatu website, namun Anda terpaksa menunggu cukup lama sampai website itu terbuka? Alih-alih menunggu website yang lemot terbuka, Anda pasti lebih memilih pindah ke website lain yang lebih cepat. Benar, kan? Begitu pula yang dilakukan oleh orang lain. 

 

 

 

Website yang lemot atau membutuhkan waktu lama untuk terbuka seringkali membuat orang malas berkunjung. Loading website yang lama ini bisa disebabkan banyak hal, seperti hosting tempat website bernaung, penggunaan plugin yang terlalu banyak tanpa melihat fungsi dari masing-masing plugin, image size terlalu besar, penggunaan widget, dan sebagainya. 

 

Karena bisa disebabkan banyak hal, Anda perlu melakukan pengecekan satu persatu sampai menemukan penyebab utamanya dan mulailah melakukan perbaikan. Untuk hosting, cobalah cari referensi penyedia hosting dari rekan, kenalan, atau berkonsultasi dengan salah satu digital agency Indonesia yang pasti sudah punya banyak pengalaman dalam memaksimalkan kinerja website, apalagi untuk website bisnis atau toko online. 

 

  1. Website Jarang Update

Ternyata website jarang update juga bisa jadi penyebab website sepi pengunjung dan memiliki conversion rate kecil. Ini sebenarnya masuk akal, sebab warganet membutuhkan informasi baru dan kekinian saat mengunjungi sebuah website. Maka karena itu, Anda harus rutin melakukan update konten website setiap hari. Setidaknya dalam satu minggu harus ada satu konten baru, bisa berupa artikel, video, atau hanya infografis. Dengan begini, Anda tidak akan mengecewakan para pengunjung website Anda. 

 

 

Selain itu, agar konten bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung, pastikan Anda memberikan konten yang informatif, bermanfaat, dan berdasarkan keyword atau kata kunci yang banyak dicari pengguna internet. Melakukan optimasi dengan menggunakan teknik SEO biasanya juga akan sangat membantu dalam mendatangkan lebih banyak traffic ke website Anda. 

 

  1. Nama Domain Website Susah Diingat

Anda tentu menginginkan nama domain yang memorable dan sesuai dengan pribadi atau branding image yang sedang Anda bangun. Namun, jangan sampai Anda salah memilih nama domain, apalagi menggunakan nama yang susah diingat, terlalu panjang, atau terlalu umum. Nama domain yang susah disebut dan susah diingat, biasanya susah pula untuk diketik manual di pencarian.

 

Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih nama domain yang singkat, padat, dan jelas. Hindari menggunakan angka maupun simbol dalam nama domain, sebab itu juga susah untuk diingat. Banyak penelitian dan riset yang telah dilakukan menemukan bahwa nama domain yang pendek justru lebih menarik perhatian pengguna internet, apalagi kalau dipadukan dengan ketersediaan konten yang bermutu secara rutin. Para pengunjung bisa dibuat ketagihan untuk terus mengunjungi website Anda.

 

 

Setelah mengetahui apa saja penyebab website sepi pengunjung, maka segera lakukan perbaikan untuk membuat website menjadi lebih cepat dan user friendly. Anda bisa mencari tutorial di internet dan memperbaiki website sendiri, bisa juga dengan memanfaatkan jasa profesional, seperti website marketing company, atau digital agency yang memahami digital marketing for small businesses.

 

Tentu hal ini membutuhkan biaya yang lumayan, apalagi jika ingin website lebih profesional dibanding sebelumnya. Tetapi sekalipun mengeluarkan biaya, jika hasil akhirnya website yang Anda miliki bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung dan mereka melakukan transaksi sesuai yang diharapkan, maka biaya yang dikeluarkan malah bisa mendatangkan lebih banyak keuntungan.