MENU
SEARCH KNOWLEDGE

9 Hal Penting yang Harus Ada dalam Buyer Persona

04 Mar  · 
3 min read
 · 
eye 1.268  
CRM Strategy

redcomm

Buyer persona adalah gambaran fiktif dari karakteristik dan preferensi calon pelanggan yang ingin didapatkan berdasarkan data hasil riset pasar.

Agar persona calon pembeli yang Anda miliki bisa memberi manfaat optimal bagi penerapan strategi digital marketing, maka di dalamnya wajib ada identitas calon pelanggan, mulai dari nama, usia, dan lokasi tempat tinggal.

Kemudian ada informasi tentang pekerjaan, penghasilan, masalah yang banyak mereka hadapi, minat, ketertarikan, goals, dan masih banyak lagi. 

Yuk, cari tahu selengkapnya dengan membaca artikel ini sampai selesai. 

Pastikan 9 Data Penting Ini Ada Dalam Buyer Persona!

1. Nama dan Usia

Saat membuat karakter fiksi atau sosok imajinasi tentang siapa calon pelanggan potensial yang ingin Anda dapatkan, pastikan ada nama dan usianya. 

Kedua data tersebut membuat karakter fiksi yang Anda ciptakan berkesan “hidup” dan Anda bisa “berbicara” dengan mereka untuk tahu masalah, kebutuhan, ekspektasi, atau solusi yang sedang mereka cari.

Pemberian nama dan penentuan usia sebaiknya tidak sembarangan. Nama harus menggambarkan kehidupan persona di dunia nyata. Bahkan jika perlu, sematkan gelar pendidikan di belakang namanya.

Sementara penentuan usia penting dilakukan karena bisa memberi gambaran mengenai minat, kebiasaan, bahkan media sosial dan platform digital yang banyak mereka gunakan.

Mengetahui rentang usia akan memudahkan Anda menemukan tantangan yang banyak mereka hadapi, gaya komunikasi, dan hal khas lainnya yang menarik perhatian mereka. 

Misalkan buyer persona Anda berada di rentang usia 20-25 tahun. Di usia ini biasanya mereka cemas akan masalah percintaan, pendidikan, hingga bingung untuk memilih pekerjaan yang sesuai minat atau kebutuhan industri. 

2. Pekerjaan

Pekerjaan seseorang dapat memberikan wawasan yang berharga tentang kebutuhan, keinginan, dan masalah yang mereka hadapi. 

Apakah mereka seorang profesional sibuk yang membutuhkan solusi instan atau seorang wiraswasta yang memperhatikan efisiensi dan nilai?

Jika produk Anda berhubungan dengan peralatan, upaya peningkatan produktivitas, atau yang berkaitan dengan profesi tertentu, maka Anda tinggal menyesuaikannya dengan persona target audiens.

Itu sebabnya, lebih baik lagi kalau ada informasi yang berkaitan dengan jabatan, tanggung jawab calon pelanggan, berapa lama mereka menjabat posisi tersebut, peralatan kerja yang mereka butuhkan, dan sebagainya. 

Carilah celah dari pekerjaan mereka yang nantinya bisa terhubung dengan produk, jasa, maupun layanan bisnis yang mau Anda tawarkan.

3. Penghasilan

Penghasilan merupakan faktor penting dalam menentukan keputusan pembelian seseorang. Apakah mereka memiliki penghasilan yang stabil atau lebih cenderung memperhatikan budget?

Untuk mendapatkan data penghasilan dari calon pelanggan, coba lakukan searching di mesin pencari, bertanya melalui survei, mengadakan Forum Discussion Group (FGD), wawancara, dan sebagainya. 

Fakta berikutnya yang juga berkaitan dengan penghasilan adalah jumlah pengeluaran setiap bulan. Pastinya, pengeluaran karyawan bergaji UMR akan berbeda dengan audiens yang menjabat sebagai eksekutif di perusahaan ternama.

Hal tersebut juga akan mempengaruhi produk, jasa, dan layanan bisnis seperti apa yang mereka ingin beli. 

Orang berpenghasilan tinggi akan lebih berfokus pada kualitas daripada harga. Sebaliknya, orang yang penghasilannya pas-pasan akan lebih mengutamakan fungsi produk ketimbang eksklusif tidaknya suatu produk.

4. Lokasi Tempat Tinggal

Lokasi tempat tinggal dapat mempengaruhi preferensi dan perilaku pembelian calon konsumen. Apakah mereka tinggal di perkotaan yang sibuk atau di pedesaan yang tenang?

Di saat yang sama, lokasi ini juga berpengaruh pada bentuk dan ukuran produk serta akses ke kurir atau jasa ekspedisi yang tersedia (jika pembelian dilakukan secara online). Contohnya, lokasi yang berada jauh di luar pulau akan mempengaruhi ongkos kirim.

Atau kalau produk Anda adalah layanan bersih-bersih, misalnya, tentu butuh biaya sangat mahal kalau audiens ternyata berada di luar kota.

Selain itu, buyer persona penting mencantumkan lokasi supaya Anda tahu relevansi produk dengan kebiasaan dan gaya hidup target market. Misalnya, sepatu boot kerja lebih cocok dipasarkan untuk masyarakat yang tinggal di daerah pertanian dan peternakan. 

5. Latar Belakang Hidup dan Pendidikan

Latar belakang hidup dan pendidikan punya pengaruh yang besar pada pola pikir dan preferensi seseorang. Hal-hal yang termasuk latar belakang hidup, misalnya latar belakang pendidikan, status pernikahan, jumlah anak, kondisi ekonomi, dan lainnya. 

Seseorang yang pernah menempuh pendidikan di luar negeri akan lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan berkat pengalaman mereka. 

Hal ini berbanding terbalik dengan calon konsumen yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi dan literasi yang rendah.

Mengetahui informasi yang detail berkaitan dengan latar belakang hidup dan pendidikan calon konsumen akan membantu Anda memahami berbagai masalah yang umumnya mereka hadapi, cara mereka menyelesaikan masalah, termasuk cara mereka memenuhi kebutuhan krusial.

6. Minat, Ketertarikan, Hobi

Mengetahui minat, ketertarikan, dan hobi dari buyer persona memungkinkan Anda membuat konten yang lebih menarik dan relevan bagi mereka. Misalnya, konten tentang crafting atau mengoleksi suatu benda, olahraga, gaya hidup, otomotif, dan lainnya.

Untuk mendapatkan informasi terkait minat dan hobi audiens, Anda bisa menyebar survei atau wawancara langsung. Bisa juga dengan melakukan market research (riset pasar) serta mempelajari perilaku konsumen.

7. Obyektif & Goals

Ketika membuat daftar informasi mengenai target audiens, Anda wajib mencari tahu apa yang ingin dicapai oleh buyer persona? Apakah mencari solusi untuk masalah tertentu atau mencari pengalaman yang lebih baik?

Contoh target atau goals yang obyektif, seperti seorang pebisnis yang ingin memiliki work life balance, perempuan yang mendambakan wajah glowing, seseorang yang memiliki resolusi agar keuangan tahun ini lebih tertata, dan sebagainya. 

Kemudian, cari tahu juga tantangan apa saja yang mereka hadapi ketika mau mewujudkan semua target-target tersebut. Semakin spesifik informasi yang Anda dapatkan mengenai hal ini, semakin jelas buyer persona yang nanti menjadi target market bisnis Anda.

8. Hal-hal yang Dianggap Bernilai

Hal-hal yang bernilai mengacu pada sikap sosial yang dapat mempengaruhi keputusan belanja. Misalkan influencer kecantikan bernama Karla, ia menghindari produk single use karena ingin berkontribusi pada pengurangan sampah kosmetik. 

Karla tidak akan mempromosikan produk sekali pakai seperti sheet mask, dan ia lebih memilih brand yang mengutamakan proses daur ulang, termasuk memilih brand yang menerima penukaran botol kosong bekas skincare

Contoh di atas menunjukkan kalau Anda perlu mencari tahu, apa saja hal-hal tertentu yang dianggap bernilai oleh buyer persona. Ini penting untuk masuk dalam list persona calon pelanggan sehingga memudahkan dalam proses segmentasi pelanggan.

9. Pain Point & Masalah yang Dihadapi

Pain point adalah hal-hal menyakitkan yang akan konsumen hindari. Contoh, seorang ibu bekerja yang penuh kesibukan sehingga tidak sempat memasak. Ia membutuhkan katering makanan sehat yang dapat menyediakan menu sehat untuk anak-anak. 

Mengetahui pain point dan masalah yang dihadapi buyer persona menjadi kunci penting yang memungkinkan Anda menyediakan solusi paling tepat bagi mereka.

Beberapa pertanyaan untuk mencari tahu pain point konsumen, seperti:

  • Apakah konsumen mengalami kesulitan dalam mencari informasi atau menghadapi tantangan dalam menggunakan produk atau layanan tertentu?
  • Apa value yang mereka pegang?
  • Mengapa mereka menghindari kandungan tertentu dalam produk? 
  • Bagaimana layanan Anda bisa mengatasi masalah yang mereka hadapi?


Dengan memahami 9 hal penting yang harus ada dalam buyer persona, Anda dapat membuat strategi pemasaran yang lebih efektif dan relevan. Ingat, membuat buyer persona adalah proses yang terus-menerus dan membutuhkan penelitian yang mendalam serta pemahaman yang baik tentang audiens. Untuk membuatnya, ikuti 9 Langkah Membuat Buyer Persona yang Efektif & Contohnya.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER