TikTok menjadi salah satu platform media sosial yang sangat populer saat ini. Penggunanya pun semakin beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tidak hanya itu, TikTok juga mulai digemari para digital marketer sebagai bagian dari digital marketing strategist untuk memasarkan produk atau bisnis mereka.

 

Hal yang Perlu Diketahui dari TikTok Agar Dapat Memaksimalkan Campaign

Jika Anda seorang digital marketer pemula yang ingin menggunakan TikTok untuk berbisnis maupun branding companies, Anda wajib mengetahui beberapa hal tentang aplikasi TikTok, antara lain:

 

  1. Asal Usul TikTok

Sebelum dikenal seperti sekarang, ternyata aplikasi ini tidak menggunakan nama TikTok sejak pertama diluncurkan. Pada tahun 2016, tepatnya di bulan September, perusahaan ByteDance yang berasal dari China meluncurkan aplikasi video yang bernama Doujin.

 

Pada tahun pertama peluncurannya, Doujin telah memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar tayangan video setiap hari. Karena popularitasnya yang semakin meningkat, aplikasi Doujin kemudian berekspansi ke luar China dengan nama TikTok.

 

Masa awal ekspansi, TikTok sangat viral, khususnya di Thailand dan Jepang. Lalu pada tahun 2017, TikTok menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di masing-masing negara. Di Indonesia, TikTok mulai ramai digunakan pada tahun 2018, dan semakin booming di tahun 2020.

 

Tujuan pembuatan TikTok, untuk merekam, menyajikan video yang penuh kreativitas, dan mengabadikan momen berharga hanya dengan menggunakan ponsel. TikTok memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menggabungkan video pendek serta musik yang disertai penyediaan efek transisi agar video yang diunggah lebih terlihat menarik. 

 

Kini, aplikasi TikTok tak hanya menjadi salah satu aplikasi yang digemari oleh masyarakat umum saja, namun juga para digital marketer. Mereka menggunakan TikTok untuk memasarkan produk melalui kerja sama dengan influencer TikTok dan juga memasang iklan di TikTok.

 

  1. TikTok Mengakuisisi Musical.ly

Sebelum TikTok viral seperti sekarang, ada namanya aplikasi Musical.ly yang merupakan aplikasi paling diagungkan untuk berbagi video pendek, terutama untuk pengguna di Amerika Serikat. Pada November 2017, ByteDance mengakuisisi aplikasi musical.ly dan menggabungkannya dengan TikTok.

 

Tujuan akuisisi, agar bisa meningkatkan jumlah pengguna di pasar Internasional. Hingga akhirnya pada tahun 2018 TikTok tersedia di 150 negara dengan pengguna mencapai 1,5 miliar di seluruh dunia. Pada tahun 2019, TikTok menjadi aplikasi seluler ke-7 yang banyak diunduh serta tersedia dalam 75 bahasa.

 

 

  1. Mudah Digunakan

Aplikasi TikTok sangat mudah digunakan sekalipun Anda seorang pemula. Sebab, saat membuat konten maupun proses editingnya, Anda tak memerlukan aplikasi lain. Pengguna TikTok dapat menggunakan beberapa fitur seperti mengedit, menggunakan filter, menambahkan musik, menambahkan teks, dan mengubah kecepatan video sesuai dengan keinginan pengguna.

 

  1. Berbasis Artificial Intelligence (AI)

TikTok menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang dapat membantu pengguna untuk memaksimalkan pembuatan konten. Artificial intelligence adalah salah satu bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat perangkat teknologi dapat melakukan pekerjaan seperti manusia.

 

Sementara pada aplikasi TikTok, teknologi tersebut digunakan untuk memahami preferensi pengguna dan juga keterlibatan pengguna berdasarkan jumlah interaksi seperti like dan komentar. Selain itu, dengan teknologi AI di TikTok dapat dengan mudah mendeteksi pergerakan tubuh para penggunanya ketika sedang menari, dan juga memudahkan para pengguna untuk membuat konten dan mengedit video.

 

Para pemilik brand maupun digital marketer dapat memanfaatkan teknologi yang tersemat di TikTok ini untuk menciptakan konten yang unik dan menarik, sekaligus menyisipkan pesan iklan produk. Tujuan penciptaan konten ini tentu saja untuk menarik perhatian pengguna dan bisa menjadikan mereka pelanggan Anda.

 

  1. Membuat Ketagihan Penggunanya

Beberapa pengguna TikTok mengakui mereka kecanduan menggunakan aplikasi karena tersedianya berbagai fitur dan konten yang menarik di dalamnya. Sehingga, wajar saja kalau mereka menjadi betah menggunakan TikTok. Tidak hanya itu, menurut sebuah penelitian, para pengguna di Amerika Serikat membuka aplikasi TikTok sebanyak 8 kali sehari dalam waktu total kurang lebih 52 menit.

 

Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi digital marketer yang memilih untuk menayangkan konten melalui TikTok. Karena ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kepopuleran brand, meningkatkan brand awareness, dan bisa menyelenggarakan campaign digital businessAnda agar semakin dikenal oleh banyak orang.

 

  1. Memudahkan Konten Menjadi Viral

Sadarkah Anda, jika akhir-akhir ini banyak konten yang menjadi viral di berbagai media sosial itu berasal dari aplikasi TikTok? Hal ini bisa terjadi dikarenakan algoritma TikTok yang cepat, sehingga memudahkan pengguna untuk membuat konten menjadi viral. 

 

Konten TikTok yang viral membuat beberapa produk yang dulunya biasa saja atau kurang dikenal, kini menjadi diburu banyak orang. Orang-orang menyebut fenomena ini dengan sebutan “keracunan produk di TikTok.” Tentu saja ini menjadi peluang besar bagi Anda untuk melakukan digital marketing business di TikTok. Akan menggembirakan, bukan, jika konten dan produk Anda menjadi viral dan dikenal banyak orang dalam waktu singkat.

 

 

  1. Penonton dari Berbagai Kalangan

Beberapa orang beranggapan jika penonton TikTok hanya remaja. Padahal, dengan kreativitas konten yang semakin beragam, TikTok membuat penontonnya semakin beragam. Saat ini user TikTok tak hanya berusia antara 16 hingga 24 tahun saja. Orang dewasa pun tertarik untuk menggunakan TikTok karena hadirnya banyak konten yang memberikan inspirasi bagi penontonnya, seperti konten memasak, kesehatan, fotografi, belajar bahasa, info lowongan kerja, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

 

Bagi para pebisnis, hal ini bisa menjadi peluang untuk menarik lebih banyak audiens agar lebih mengenal produk atau brand mereka.

 

  1. Konten TikTok Dapat Dimodifikasi

Beberapa platform media sosial mengedepankan orisinalitas konten bagi penggunanya. Namun, berbeda dengan platform yang satu ini. Para pengguna TikTok bebas memodifikasi beberapa konten dan digabungkan dengan ide konten sendiri. Anda bisa dengan mudah memodifikasi beberapa konten yang sedang menjadi tren dengan fitur duet video pada aplikasi TikTok. Bahkan, pembuatan konten duet  ini pun tampaknya sudah dilakukan oleh para pebisnis untuk membuat konten kreatif yang diminati oleh banyak orang.

 

Namun, meskipun pengguna dapat dengan mudah memodifikasi dan menggabungkan video, tapi, membuat konten dengan ide kreatif yang disertai edukasi adalah kunci utama agar konten disukai para audiens.

 

  1. TikTok Memiliki Pesaing

Saat ini, dengan kepopuleran TikTok tentu ada beberapa aplikasi yang juga memunculkan fitur sama dengan yang dimiliki aplikasi tersebut, di antaranya adalah Facebook dan Instagram. Keduanya mereplikasikan fitur yang ada di TikTok. Tetapi hal itu tak membuat TikTok menjadi berkurang popularitasnya.

 

 

  1. TikTok Sangat Relevan untuk Digital Marketer

Aplikasi TikTok sangat cocok digunakan oleh para digital marketer. Karena pengguna TikTok yang semakin meningkat serta fiturnya semakin menarik, termasuk hadirnya fitur TikTok ads di dalamnya, sehingga menjadi peluang bagi digital marketer untuk membuat konten yang sesuai dengan target mereka. Anda pun bisa bekerja sama dengan influencer TikTok untuk mensukseskan digital marketing campaign Anda.

 

Nah, itulah 10 hal yang harus diketahui digital marketer tentang TikTok jika ingin menggunakannya untuk keperluan bisnis. Dengan mengetahui seluk-beluk perkembangan aplikasi ini, akan memudahkan Anda dalam menggunakannya. Apakah Anda mulai tertarik menggunakan aplikasi TikTok untuk mengembangkan bisnis Anda? Cobalah untuk merancang strategi yang tepat bersama digital advertising agency Indonesia terpercaya agar lebih maksimal.