Meski sempat mendapatkan respons negatif ketika pertama kali muncul, kini TikTok malah menjadi salah satu platform media sosial populer dan berhasil menguasai pasar. Tren TikTok Marketing 2021 mengalami peningkatan sejak memasuki masa pandemi awal tahun 2020 lalu. Hal ini terjadi, karena banyak orang mencari hiburan dari rumah masing-masing melalui penggunaan media sosial.

 

Cara Memanfaatkan TikTok Marketing untuk Bisnis

Di Indonesia, TikTok disambut baik sebagai media hiburan yang menyenangkan dan penuh kreativitas. Layanan ini berhasil membawa perubahan besar dari sisi konten yang disajikan. Aplikasi ini tidak lagi sekadar sebagai aplikasi joget-joget, tetapi bisa dikreasikan dalam banyak tema dan cara penyajian, mengingat banyak fitur pendukung yang bisa digunakan. Lantas, bagaimana cara memanfaatkan TikTok Marketing untuk bisnis?

 

 

  1. Analisis Tren Marketing TikTok

Coba lakukan analisis terlebih dahulu, terkait jenis dan tema video di TikTok. Catat pula video seperti apa yang mudah sekali viral dan mendapatkan atensi besar dari masyarakat pengguna TikTok. Dari analisis ini, Anda bisa menemukan strategi marketing lewat TikTok yang bisa Anda terapkan pula. Pastinya, perlu inovasi agar hasilnya lebih baik.  

 

Contoh, jika sebelumnya banyak video joget yang beredar dan menjadi viral, maka Anda bisa memikirkan cara baru promosi produk dengan joget sambil pegang produk misalnya, bikin challenge terkait penggunaan produk, dan sebagainya.

 

  1. Pilihan Musik untuk Background yang Hits Tapi Tetap Sesuai

Laura Savu selaku Global Community Manager TikTok membahas beberapa hal penting tentang TikTok Marketing 2021. Dalam bahasannya, Laura menyebutkan bahwa Anda sebagai pemilik brand perlu memanfaatkan TikTok dengan cara baru, misalnya membuat konten bisnis yang berpotensi viralmemanfaatkan video creation kit di TikTok, dan masih banyak lagi.

 

Dalam membangun citranya sebagai aplikasi yang memberikan konten hiburan, TikTok melakukan banyak hal, seperti mengakuisisi layanan Musical.ly pada tahun 2017. Dengan begitu, pengguna bisa memiliki banyak pilihan untuk musik background.

 

 

  1. Maksimalkan Penggunaan Kategori Konten TikTok

TikTok juga terus melakukan pengembangan kategori konten yang tersedia di aplikasi. Kini, sudah banyak brand dari berbagai niche yang bergabung dengan aplikasi ini. Mereka memanfaatkan berbagai kategori konten yang tersedia, seperti fashion, teknologi, kecantikan, olahraga, dan masih banyak lagi.

 

Jika Anda ingin memanfaatkan tren TikTok Marketing di tahun 2021 ini, maka Anda perlu lebih memaksimalkan pembuatan konten unik dan bisa menarik minat pengguna TikTok, terutama konten TikTok untuk menarik minat generasi milenial.

 

  1. Optimalkan Kualitas Video dengan Fitur Editing

TikTok menawarkan kemudahan dalam mengedit video. Tanpa perlu langkah yang panjang, maupun menghabiskan waktu lama, Anda bisa melakukan editing video dalam satu aplikasi. Cara ini termasuk sangat praktis dalam upaya menghasilkan video promosi yang unik dan menarik.

 

Di saat yang sama, TikTok juga memungkinkan penggunanya untuk merekam video dengan kamera bawaan aplikasi. Lalu, Anda tinggal mengeditnya menggunakan berbagai tools yang ada di dalam aplikasi. Ini sudah lengkap dengan penambahan musik dan berbagai efek lainnya. 

 

Semua itu sangat memudahkan pengguna, sebab bisa mengurangi waktu yang terbuang hanya untuk mengedit video, seperti memotong, menambah musik, dan sebagainya. Anda juga bisa berkolaborasi dengan digital marketing agency Indonesia, maupun digital marketing agency Jakarta, untuk mengoptimalkan kualitas video TikTok dan konten yang mau diunggah di TikTok.

 

Berdasarkan pengalaman, digital agency memiliki tim yang berfokus pada video production, konten building, SEO, SEM, digital marketing strategist tepat sasaran, bahkan memiliki pula tim yang fokus mengelola social media campaign brand hingga dapat mencapai sukses. Bekerja sama dengan mereka dapat menghindarkan kesalahan promosi di TikTok.

 

  1. Perhatikan Durasi Video dan Rutin Membagikan Konten

Durasi video yang diizinkan memang terbilang singkat. Maksimal, hanya satu menit untuk setiap video. Namun, ini ternyata menjadi nilai lebih bagi layanan TikTok. Pengguna bisa mendapatkan informasi penting hanya dengan menonton satu video singkat.

 

Menariknya lagi, Anda tidak perlu menjadi pengikut suatu akun terlebih dahulu untuk bisa melihat video tersebut. Hal ini, menjadi peluang yang sangat bagus bagi Anda, sebab siapa pun bisa menyimak video promosi Anda dan mendapatkan pesannya.

 

Dengan terus membagikan konten yang menarik dan berkualitas secara rutin, Anda dapat menjangkau lebih banyak orang agar mengikuti akun Anda. Selain itu, Anda sekaligus bisa meningkatkan penjualan dengan menyisipkan promosi produk atau jasa lewat video yang dibagikan.

 

 

Tren TikTok Marketing untuk Cara Promosi Bisnis Tepat Sasaran

Selama pandemi, aktivitas seperti live streaming, yang dilakukan para pengguna mengalami peningkatan. Bahkan TikTok memberikan banyak dukungan yang memudahkan para pengguna dalam menggunakan fitur satu ini. Anda sebagai brand bisa memanfaatkan fitur live streaming untuk membangun branding Anda sendiri.

 

Namun, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh brand sebelum memutuskan bergabung dengan TikTok. Brand tidak perlu mengubah tipe konten yang biasa mereka gunakan untuk promosi. Mereka hanya perlu memikirkan bagaimana cara mengubah konten tersebut menjadi format vertikal (mengingat konten TikTok semuanya dalam format video vertikal).

 

Pastikan juga brand memikirkan strategi yang baru dan unik untuk memasukkan iklan secara softselling dan membuat konten evergreen. Sebab, iklan tradisional dinilai sudah tidak efektif. Semakin kreatif brand dalam menciptakan konten promosi, maka semakin efektif dan efisien pula iklan yang Anda jalankan dalam upaya mengambil hati audiens.

 

Hal lain yang juga perlu diingat, mencari tahu secara spesifik apa yang ingin brand dapatkan dengan bergabung di TikTok. Apakah untuk membangun brand awareness, meningkatkan traffic ke website, atau untuk meningkatkan konversi? Semua itu tergantung pada konten promosi yang Anda buat.

 

Sangat disarankan, untuk menguji coba beberapa teknik dan jenis konten terlebih dahulu untuk melihat hasil yang akan didapatkan. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan video lama yang berasal dari beberapa campaign khusus. Bisa pula dengan menggunakan video yang baru diposting di story Instagram Anda. Analisis, konten mana yang lebih banyak mendapatkan respons? Anda juga bisa menghubungi tim Redcomm untuk diskusi lebih lanjut.