Banyak orang yang belum mengetahui, apa sebenarnya perbedaan dari landing page dan homepage?Keduanya memang merupakan istilah yang sangat berbeda, termasuk berbeda pula tujuan, pengunjung, isi konten, juga CTA atau call to action. Apakah Anda termasuk salah satu orang yang belum memahami perbedaan landing page dan homepage disertai contohnya yang menarik? Kalau belum paham, silakan lanjut baca artikel ini.

 

Perbedaan Landing Page dan Homepage

Perbedaan pertama, terletak pada pengunjungnya. Landing page merupakan halaman yang menjadi pintu masuk seseorang atau pengunjung website setelah ia melakukan klik pada suatu link, yang kemudian membawanya masuk ke landing page. Sementara untuk homepage dikunjungi oleh pengguna internet secara acak atau hasil dari pencarian yang dilakukan di search engine atau mesin pencari.

 

 

Tujuan adanya landing page pada suatu website ialah memudahkan calon pembeli agar tertarik dengan produk, jasa, maupun layanan, yang sedang ditampilkan di halaman tersebut. Berbeda jauh jika dibandingkan dengan homepage, di mana pada halaman utama website hanya menampilkan berbagai informasi dari artikel terkini yang telah disediakan.

 

Landing page bersifat spesifik, sehingga konten di dalamnya hanya berupa penawaran, promosi produk, cara pembelian, atau dorongan untuk melakukan konversi dalam bentuk lain, misalnya disediakan tombol call to action untuk meninggalkan alamat email. Sedangkan homepage, berisi banyak informasi secara umum dengan tujuan untuk menambah wawasan pengunjung.

 

Contoh Landing Page yang Menarik

Beberapa perbedaan yang telah dibahas sebelumnya menjadi dasar dalam pembuatan landing page dan homepage. Agar lebih memahami mengenai kedua tipe halaman pada suatu website, berikut beberapa contoh platform ternama yang sudah berhasil membuat landing page secara menarik. Contoh-contoh ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin membuat landing page di website bisnis. 

 

 

  1. Zalora

Zalora menjadi salah satu retail fashion online yang sudah dikenal banyak orang. Tidak heran jika brand ini memang mengeluarkan segala upaya untuk memperoleh pelanggan sebanyak-banyaknya. Landing page-nya sendiri berhasil menampilkan tiga model dengan selera berpakaian yang unik dan bisa mendorong pengunjung untuk melakukan pembelian produk yang sama.

 

Salah satu informasi penting, Zalora tidak lupa untuk menegaskan adanya promosi, seperti Harbolnas, dengan membuat headline menarik berbunyi “Pilihan Terbaik dalam Event Sale Ini!” Selanjutnya, terdapat sub headline berupa “Lihat Apa yang Anda Lewatkan dan Dapatkan Sekarang!”

 

  1. Kolase

Kolase merupakan salah satu platform crowdfunding khusus dalam bidang music. Dua fitur utama yang ada ialah campaign di mana pencipta karya baru bisa bercerita kepada penggemarnya. Kedua, tersedia polling yang memudahkan artis atau campaigner untuk melakukan survei terkait selera pasar.

 

Beberapa elemen di dalam landing page milik Kolase yang bisa ditiru, antara lain penggunaan istilah #BikinNyata pada headline, sehingga mudah diingat. Platform ini juga menggunakan foto yang dinamis sebagai latar belakangnya.

 

  1. Tiket.com

Landing page milik Tiket.com selalu mempertahankan penggunaan warna khas, yaitu biru dan kuning. Hal ini bisa Anda coba sehingga dapat menjadi karakteristik utama dan mudah dikenali oleh pelanggan. Penggunaan warna seperti ini juga bagus untuk membangun personal branding. Salah satu ikon yang paling menarik ada billboards besar di pinggir jalan dan berhasil menarik perhatian.

 

Tiket.com sengaja meletakkan semua elemen pada bagian yang strategis. Beberapa di antaranya, header di bawah menu, informasi diskon berbentuk slider, penawaran diskon, dan akomodasi, serta beberapa simbol ikonik lainnya.

 

 

  1. Ruang Guru

Salah satu faktor ketika orang tua memilih bimbingan belajar bagi anaknya ialah terkait masalah biaya. Hal ini dijawab sudah oleh Ruang Guru, yang mana mereka telah meletakkan daftar uang yang perlu dibayarkan selama proses pembelajaran pada tampilan landing page-nya.

 

Ruang Guru menyediakan dua kolom berbeda dengan opsi jenjang SD hingga persiapan universitas, serta pilihan durasi bimbingan yang dibutuhkan. Tampilan seperti ini tentunya memudahkan pengunjung untuk mengetahui informasi penting dari sebuah landing page.

 

Anda perlu mengetahui perbedaan dari landing pagedan homepage agar bisa memaksimalkan fungsi keduanya pada website bisnis Anda.Semoga beberapa contoh di atas juga bisa dijadikan referensi untuk Anda dalam membuat landing page yang menarik sehingga berhasil dalam menarik lebih banyak pengunjung.