Personal branding adalah hal yang penting dalam membangun bisnis. Sayangnya, tidak semua orang, terutama pebisnis, paham bagaimana cara agar bisnis dapat dipandang baik melalui citra diri yang konsisten. Lalu, bagaimana caranya menerapkan strategi memperkuat personal branding?

 

Seberapa Pentingkah Personal Branding?

Sadarkah Anda bahwa personal branding memiliki skala tinggi serta level tersendiri dalam memberikan citra yang baik kepada khalayak saat berbisnis? Seperti apa orang melihat Anda, apakah sebagai orang yang karismatik, jujur, banyak bicara, santai, atau rumit, dan sebagainya. Seperti itu juga khalayak menilai tentang bisnis Anda.

 

Seluruh proses yang dilakukan dalam personal branding terkait dengan bagaimana Anda memberikan gambaran kepada orang lain tentang sikap dan karakter diri. Alhasil, pada setiap orang, hal ini akan berbeda. Meski demikian, sikap luhur yang dimiliki merupakan citra diri yang harus tetap ada, apa pun image yang ingin Anda tampilkan.

 

Anda bisa memutuskan citra diri seperti apa yang ingin ditampilkan untuk meningkatkan kualitas produk atau brand di hadapan khalayak. Beda jenis bisnis yang dijalani, beda pula strategi memperkuat personal branding yang dilakukan.

 

Langkah Jitu Membangun dan Memperkuat Personal Branding

Berikut ini beberapa cara memperkuat personal branding untuk kepentingan bisnis:

 

 

  1. Tentukan Tujuan Branding

Sebelum memutuskan melakukan personal branding, ada baiknya tentukan terlebih dahulu apa tujuan yang diinginkan. Apakah hanya untuk dikenal sebagai influencer, pemilik bisnis tertentu, atau Anda adalah figur yang berpengaruh dalam masyarakat, sehingga dapat dengan mudah menarik perhatian audiens terhadap bisnis atau profesi yang Anda jalankan.

 

Ketika membangun personal branding, misalnya personal branding di LinkedIn. Lihat juga target market-nya dan jangan sampai salah. Contohnya, Anda menjalankan bisnis kecantikan, tetapi mayoritas audiens Anda adalah laki-laki, maka personal branding yang dibangun tidak akan pernah sampai kepada target dan tujuan yang diinginkan.

 

  1. Buatlah Konten yang Autentik dan Bernilai

Mencari keunikan saja tidaklah cukup. Konten yang Anda buat harus diikuti dengan seni dan nilai (value) yang dimiliki. Buatlah konten tentang bisnis yang sarat akan manfaat. Misalnya, jika bisnis Anda adalah bisnis makanan, Anda dapat membuat konten tentang “Betapa pentingnya menjaga pola makan sehat”.

 

Lakukan editing secukupnya agar konten yang ditampilkan menarik, sehingga audiens menjadi tertarik dengan personal branding tersebut. Anda dapat menggunakan platform online yang familiar, seperti YouTube, WhatsApp, Line, Instagram, dan semacamnya untuk mendukung penyebaran konten, atau bekerja sama dengan influencer kesehatan dan KOL mempromosikan bisnis Anda, terutama KOL yang fokus dengan gaya hidup sehat.

 

 

  1. Konsisten terhadap Proses

Tak jarang, banyak yang langsung turun semangatnya ketika bisnis yang dijalankan tidak mampu menarik minat khalayak dan tidak ada peningkatan atau respons dari target market. Banyak yang memilih menyerah sebelum kalah. Padahal, ini justru menghancurkan label baik dari personal branding yang telah dilakukan sebelumnya.

 

Memang, terkadang ada saatnya Anda merasa bahwa apa yang dijalani saat ini tidak sesuai. Namun sebenarnya, bukan pekerjaannya yang tidak sesuai, melainkan Anda sendiri yang mungkin merasa tidak nyaman dan tidak berada di tempat yang tepat. Solusinya, teruslah meng-upgrade diri dan cari peluang lain. Tujuannya tetap sama, hanya caranya yang berbeda.

 

  1. Bangunlah Hubungan Baik dengan Audiens

Telah terbukti dari beberapa marketer bahwa membangun hubungan baik serta mendalam dengan para audiens dapat menciptakan kesan tersendiri. Namun, ini cukup sulit untuk dilakukan karena tidak semua audiens memiliki keinginan dan ekspektasi yang sama terhadap suatu bisnis.

 

 

Jika mereka menyukai produk atau bisnis Anda, secara tidak langsung audiens akan memberitahu khalayak bahwa bisnis Anda memang patut dilirik. Sebaliknya, sangat disayangkan sekali jika konsumen tersebut justru memberikan penilaian yang kurang baik. Ingat, personal branding kunci sukses membangun bisnis.

 

Membangun personal branding perlu dilakukan secara hati-hati karena jika salah langkah, Anda dan bisnis yang dijalankan pun bisa ikut hancur. Tetaplah memberikan citra diri sebaik mungkin kepada khalayak agar tujuan yang diharapkan tercapai. Semoga tips jitu di atas dapat membantu Anda menemukan cara terbaik untuk memperkuat personal branding.