MENU
SEARCH KNOWLEDGE

5 Cara Cerdas Memanfaatkan Media Sosial Untuk Tingkatkan Penjualan Kamu

 · 
3 min read
 · 
eye 353  
Social Media

redcomm

Media sosial sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Dengan rata-rata orang dewasa menghabiskan hampir 2,5 jam setiap hari di platform-platform ini. Tapi pengaruhnya tidak hanya terbatas pada kehidupan pribadi kita.

Platform ini telah menjadi bagian integral dari bagaimana perusahaan-perusahaan modern beroperasi, keberadaan kuat di media sosial harus dimiliki sebagian besar bisnis.

Meskipun pemanfaatan media sosial biasanya dikaitkan dengan pemasaran, mengintegrasikannya ke dalam strategi penjualanmu bisa memberikan hasil yang mengesankan. 

Ayo simak lima cara paling efektif untuk mengintegrasikan media sosial ke dalam strategi penjualanmu yang lebih luas.

1. Kenali platform yang paling sering digunakan oleh pelanggan idamanmu

Sebagai profesional penjualan, kamu harus memiliki profil pelanggan ideal yang terencana dengan baik. 

Profil ini harus menjelaskan informasi kunci tentang siapa pembeli persona kamu. Bagi perusahaan B2B.

Ini bisa mencakup ukuran perusahaan yang akan mendapat manfaat dari produkmu, seberapa besar pendapatan yang mereka hasilkan, dan struktur organisasinya.

Bagi perusahaan yang menjual kepada konsumen, profil pelanggan idealmu harus mencakup informasi seperti berapa umur pembeli kamu, apa minat mereka, dan masalah apa yang mereka cari solusinya dari produkmu.

Setelah kamu memiliki profil pelanggan idealmu, gunakan informasi ini untuk menentukan platform media sosial mana yang paling mungkin aktif digunakan oleh mereka.

Misalnya, jika kamu bekerja untuk perusahaan B2C dan menargetkan konsumen Generasi Z, akan lebih baik fokus pada upaya di TikTok daripada Facebook. 

Sebaliknya, jika kamu menjual B2B dan ingin mendapatkan akses langsung ke para profesional berpengalaman, LinkedIn mungkin menjadi platform yang lebih produktif daripada Pinterest.

Selain memahami platform mana yang sering digunakan oleh pelanggan idealmu, luangkan waktu untuk memahami bagaimana pelanggan kamu menggunakan platform-platform tersebut.

Contohnya, jika pelanggan kamu lebih suka konten yang terlihat alami dari pengguna, maka kemungkinan besar kamu akan menemukan mereka di Instagram karena di situlah jenis konten tersebut paling baik perform. 

Atau jika audiens kamu lebih suka konten instruksional yang dapat dicari, mereka mungkin menghabiskan lebih banyak waktu di YouTube.

Informasi ini akan memberikan wawasan berharga tentang di mana kamu sebaiknya fokus energi untuk terhubung dan melayani audiensmu saat mengimplementasikan media sosial ke dalam strategi penjualanmu.

2. Manfaatkan social proof dalam materi penjualanmu

Selain berbagi kisah pelanggan dengan tim pemasaran, jangan lupakan untuk menyertakan social proof dalam materi penjualanmu. 

Jika kamu menerima review online yang bagus atau memiliki pelanggan yang membuat postingan media sosial yang memuji produkmu. 

Sebutkan mereka dalam presentasi penjualanmu untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan calon pelanggan.

Ketika saatnya membeli produk baru, pembeli merasa lebih percaya diri dengan keputusan mereka jika produk tersebut mendapat persetujuan dari pembeli lain. 

Sebenarnya, sebagian besar pembeli mengatakan rekomendasi dari mulut ke mulut mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

Cara terbaik untuk menggabungkan pendekatan mulut ke mulut ke dalam strategi penjualanmu? 

Melalui berbagi kisah pelanggan yang dapat dihubungkan oleh prospek-prospekmu. Sebagai perwakilan penjualan, kamu memainkan peran integral dalam berbagi kisah pelanggan.

Meskipun tim pemasaranmu biasanya bertugas membuat konten untuk saluran media sosial perusahaanmu, komunikasimu yang sering dengan prospek dan pelanggan dapat memberikan konten berharga juga.

Pastikan kamu secara teratur berbagi kisah pelanggan yang bahagia dengan tim pemasaranmu agar dapat diperluas di saluran media sosial perusahaanmu, memberikan social proof yang dapat membantu meningkatkan penjualan bisnismu.

3. Gunakan media sosial saat melakukan prospek

Media sosial dapat menjadi alat yang kuat untuk melakukan prospek dan terhubung dengan kontak-kontak baru, terutama bagi mereka yang bekerja dalam penjualan B2B. 

Jika perusahaanmu menjual kepada perusahaan lain, LinkedIn seharusnya menjadi alat kunci dalam proses prospekmu.

LinkedIn memungkinkanmu menemukan dan membangun hubungan dengan calon pelanggan yang sangat cocok dengan bisnismu. 

Versi gratis dari alat ini memiliki fitur pencarian yang memungkinkan kamu menyaring pengguna berdasarkan kata kunci, industri, lokasi, riwayat pekerjaan, dan koneksi bersama. 

Kamu dapat dengan mudah menyesuaikan pencarianmu untuk mencakup atribut-atribut pelanggan idealmu untuk menemukan kontak-kontak baru untuk dihubungi.

LinkedIn Sales Navigator menyediakan wawasan pencarian lanjutan, rekomendasi pelanggan berharga, dan bahkan dapat terhubung dengan CRM-mu.

Ini memudahkan kamu untuk tetap berkomunikasi dengan kontak-kontak baru.

4. Tambahkan social listening ke dalam ritme operasional

Kekuatan social listening dapat membantu kamu memahami bagaimana pelanggan benar-benar merasa tentang produk dan perusahaanmu.

Kamu dapat menggunakan informasi yang kamu temukan untuk memperbarui strategi penjualanmu ke depan agar lebih dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan kekhawatiran pelanggan. 

Berikut beberapa cara menggabungkan social listening ke dalam ritme operasionalmu:

  • Cari nama perusahaan atau produkmu di Twitter untuk melihat apa yang dikatakan pengguna, bahkan jika mereka tidak langsung menyebutkan perusahaanmu. Kamu juga bisa melakukan ini dengan pesaing untuk melihat apa yang dikatakan konsumen tentang merek-merek serupa.


  • Gunakan alat seperti HubSpot Social Inbox untuk melihat semua penyebutan merek perusahaan kamu di berbagai platform di satu tempat. Ikuti pembaruan LinkedIn dari perusahaan dan individu yang ingin kamu kerjakan. Setiap kali mereka disebutkan di media atau di tempat lain di platform tersebut, kamu akan menerima notifikasi.


  • Pindai bagian komentar dari postingan perusahaanmu, pesaing, dan postingan influencer yang mempromosikan produkmu atau produk pesaingmu.

5. Lakukan analisis kompetitif

Media sosial adalah alat yang ampuh untuk melakukan analisis kompetitif. 

Kamu bisa melihat konten apa yang dibagikan oleh pesaingmu untuk berinteraksi dengan audiens mereka, mengumumkan peluncuran produk baru, dan mempromosikan produk saat ini.

Kamu juga dapat mengakses komentar dan ulasan untuk melihat bagaimana pelanggan mereka benar-benar merasa tentang produk mereka.

Baik audiens memberikan feedback positif atau konstruktif untuk produkmu, menyusuri informasi ini secara teratur dapat membantu kamu membedakan keunggulan perusahaan dan penawaranmu dengan kata-kata pelanggan yang mencari atribut-atribut tersebut.

Menghabiskan waktu untuk meninjau konten yang dibagikan oleh pesaingmu di media sosial adalah kegiatan yang memberikan nilai tambah.

Ini dapat memberikan wawasan yang berguna tentang lanskap persaingan di industri kamu.

Selain itu, jika kamu bekerja dalam penjualan B2B, melakukan analisis kompetitif terhadap pesaing ideal pelangganmu juga bermanfaat. 

Dengan mengetahui dengan apa prospekmu berhadapan di industri mereka.

Kamu lebih siap untuk masuk ke dalam percakapan penjualan dengan tahu persis bagaimana produkmu dapat memenuhi kebutuhan dan mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

Meskipun manajemen media sosial seringkali menjadi tanggung jawab pemasaran, platform-platform media sosial sangat berharga bagi para profesional penjualan untuk digunakan dan dipahami juga. 

Bagaimana? Apakah kamu sudah siap melejitkan penjualan dengan memanfaatkan media sosial? Sebelum itu, ketahui juga Kesalahan Social Media Marketing yang Sering Dilakukan Pebisnis

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER