Pada waktu tertentu, tim digital marketing strategist biasanya kewalahan saat harus membuat laporan kampanye media sosial untuk klien. Sebab, baik itu laporan bulanan maupun tahunan, sama-sama bisa merepotkan jika tidak dilakukan dengan langkah yang tepat. Apalagi dengan banyaknya data yang tersedia, yang mana rentan menimbulkan informasi sesat ketika penyusunannya tidak rapi.

 

Itulah mengapa, penting sekali mengetahui matriks mana saja yang sebenarnya relevan dengan kinerja media sosial klien yang Anda kelola. Pilihlah data referensi yang sekiranya akan mendorong nilai konversi maupun meningkatkan brand awareness, serta dapat dipertanggungjawabkan.

 

Berikut ini beberapa matriks atau data referensi yang harus ada dalam social media campaign report. Mari lanjutkan membaca sampai akhir!

 

Data Referensi yang Harus Ada Dalam Social Media Campaign Report

 

  1. Pertumbuhan Pengikut atau Pertumbuhan Penggemar

Dengan melihat data statistik yang berkaitan dengan jumlah pengikut, Anda bisa tahu berapa banyak pengikut baru yang datang setiap bulan, dan berapa followers yang hilang karena berhenti mengikuti akun Anda. Tak hanya itu, Anda juga bisa melihat di bulan mana saja akun media sosial untuk digital marketing strategist yang mengalami penurunan maupun peningkatan paling real

 

Jangan hanya terpaku pada konten terbaru. Anda juga perlu melihat kembali konten yang telah diunggah pada bulan di mana terjadinya penurunan atau peningkatan followers. Hal ini penting bagi Anda dan tim digital media marketing agar bisa memahami konten mana saja yang memiliki kinerja memuaskan dan membuat Anda sukses. Dalam melakukan analisis data terkait pengikut, Anda bisa memanfaatkan berbagai tools social media analytic untuk mengidentifikasi perilaku followers

 

 

Lalu, saat menemukan hasil yang tak sesuai harapan, bahkan membuat Anda kehilangan pengikut, sudah seharusnya halaman atau konten Anda tersebut diperbaharui kembali. Sebab, beberapa pakar Instagram marketing banyak yang menyarankan agar pemilik akun media sosial, terutama media sosial untuk branding, memberikan sentuhan baru pada konten lama, kemudian unggah kembali.

 

2. Tingkat Keterlibatan 

Keterlibatan atau engagement merupakan salah satu matriks yang paling vital dalam pengelolaan media sosial. Sebab, keterhubungan atau engagement dan engagement rate akan menunjukkan seberapa menarik postingan Anda di mata para pengikut. 

 

Ada tiga cara melakukan analisis keterlibatan di media sosial dan bisa Anda jadikan sebagai bagian dari digital marketing social media report. Pertama, keterlibatan keseluruhan, yang mana berguna untuk menunjukkan jumlah orang yang telah menyukai, berkomentar, dan membagikan konten Anda. 

 

Kedua, Anda bisa melihat berdasarkan tingkat keterlibatan per posting yang akan menunjukkan bagaimana rata-rata netizen berinteraksi pada salah satu konten yang Anda unggah di media sosial. Terakhir, Anda bisa melihat tingkat keterlibatan per profil. Artinya, berapa banyak total persentase pengikut pada akun tersebut yang terlibat dalam semua elemen akun.

 

3. Jangkauan serta Tayangan Postingan dan Cerita

Kedua matriks ini bisa dibilang sangat krusial untuk mengetahui seberapa jauh konten yang Anda unggah tersampaikan pesannya. Data referensi terkait jangkauan dan tayangan akan memberitahu Anda mengenai berapa kali konten dilihat dan berapa banyak unique view yang didapat. Informasi tersebut bisa diakses dengan lengkap, mulai dari jumlah total dan persentase, supaya bisa memahami kemampuan konten atau story dalam menjangkau para pengikut.

 

 

4. Performa Hashtag Brand

Matriks yang satu ini akan menunjukkan bagaimana orang-orang menggunakan hashtag brand Anda, dan apa keterlibatan yang bisa didapatkan dari hal tersebut. Melalui informasi ini, Anda juga bisa melacak tagar brand yang digunakan dalam postingan organik, serta bagaimana reaksi followers dari setiap postingan dengan pemasangan tagar tersebut. Apakah berpengaruh pada engagement atau bahkan menghasilkan banyak konversi.

 

5. Persentase Rata-rata Penayangan Story

Selain interaksi atau engagement, dalam story ada yang namanya rasio penayangan. Melalui matriks ini, Anda akan ditunjukkan, jumlah audiens yang cukup tertarik dengan story yang ditayangkan, sehingga mereka mau menonton semuanya sampai selesai.

 

Jadi, untuk menghitung tingkat persentase rata-rata penayangan bisa Anda lakukan melalui cara, membagi angka yang muncul pada cerita terakhir dengan tayangan cerita pertama. Anda juga bisa menggunakan tool yang bisa mempermudah hal yang satu ini, sehingga Anda bisa melihat tingkat rata-rata penayangan berdasarkan jumlah story yang diterbitkan tiap hari. 

 

 

6. Jenis Postingan

Hal penting lainnya yang harus jelas dalam campaign social media report adalah konten yang tepat. Dengan memahami dan menyediakan jenis konten yang diinginkan pengikut, maka akan lebih mudah dalam menarik perhatian mereka.

 

Di sini, Anda dan tim digital agency Indonesia bisa menganalisis cara memilah-milah konten yang seimbang untuk para pengikut, yakni gambar, video dan carousel. Kemudian mengetahui jenis postingan mana yang bisa menghasilkan keterlibatan paling memuaskan dan menguntungkan.  

 

7. Postingan Teratas

Hanya dengan melihat postingan teratas, Anda bisa mendapatkan banyak wawasan penting, sehingga bisa memahami seberapa besar kekuatan akun media sosial yang Anda miliki. Adapun hal yang bisa dilihat itu, antara lain adalah jenis konten yang telah digunakan, berapa lama teks berjalan, semua hashtag yang digunakan, engagement metric, topik apa yang menarik, matriks keterlibatan, matriks tayangan, jumlah suka, dan jumlah komentar

 

Ketika akan mengirimkan social media campaign report pada klien, Anda bisa memilih bentuk penyampaian report yang sesuai dengan citra brand, serta dapat pula menyesuaikan dengan preferensi klien, tanpa melupakan ciri khas perusahaan Anda. Beberapa bentuk report bisa berupa, file PDF, Excel, atau Powerpoint.