MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Strategi TikTok untuk Memperbaiki Monetasi Kreator: Bikin Video Berdurasi Panjang

 · 
0 min read
 · 
eye 619  
Social Media

redcomm

TikTok, yang pertumbuhannya luar biasa, menghadapi tantangan besar dalam monetisasi kreator dan memastikan bintang-bintangnya dapat meraih penghasilan maksimal dari video TikTok mereka. 

Banyak bintang terbesar TikTok kini beralih ke YouTube dan Instagram, tempat di mana penghasilan mereka lebih besar. 

TikTok baru-baru ini mengundang puluhan kreator ke kantornya di New York untuk sebuah acara pribadi dengan tujuan mendorong mereka membuat video setidaknya satu menit. 

Eksekutif TikTok menjelaskan bahwa dengan membuat video lebih panjang, kreator dapat menghasilkan lebih banyak uang dan memiliki lebih banyak waktu untuk menyampaikan pesan mereka.

Pengguna TikTok kini lebih suka video berdurasi lama

TikTok mengungkapkan bahwa pengguna kini menghabiskan setengah waktu mereka untuk menonton konten yang lebih lama dari satu menit. 

Para kreator yang mengunggah video lebih dari satu menit memiliki pertumbuhan pengikut lima kali lipat dibandingkan dengan yang hanya mengunggah video pendek.

Mungkin, masa depan TikTok adalah menjadi destinasi konten panjang, sesuai dengan definisinya sebagai "aplikasi hiburan" daripada jaringan sosial. 

Ini merupakan pergeseran paradigma yang telah dimulai oleh TikTok, fokus pada hiburan dan mengurangi unsur "sosial”.

Transformasi menuju konten lebih panjang: TikTok bersaing dengan YouTube

Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kelemahan utama TikTok dibanding YouTube dalam hal monetisasi. 

TikTok ingin mengubah perilaku pengguna agar lebih memilih konten berdurasi lebih lama, sehingga dapat memperluas pilihan iklan.

Meskipun masih memerlukan waktu dan penyesuaian, TikTok berusaha menambahkan opsi iklan langsung berdasarkan tren konten lebih panjang. 

Sementara itu, upaya komersial langsung dalam aplikasi masih menjadi fokus utama TikTok, terutama di pasar China.

Meski TikTok terus mendorong inisiatif komersial langsung dalam aplikasi, audiens Barat cenderung dingin terhadap opsi belanja di aplikasi. 

Oleh karena itu, perubahan baru ini bisa menjadi ekspansi besar sambil mengakomodasi tren penonton yang beralih ke konten yang lebih panjang di dalam aplikasi.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER