Banyak orang mungkin tidak menyadari mereka terpapar iklan remarketing (pemasaran ulang), termasuk Anda. Misalnya, email promo dari merek pakaian favorit tiba-tiba muncul di kotak masuk.
Banyak orang mungkin tidak menyadari mereka terpapar iklan remarketing (pemasaran ulang), termasuk Anda. Misalnya, email promo dari merek pakaian favorit tiba-tiba muncul di kotak masuk.
Contoh lain yang bisa jadi sering Anda alami, misalnya iklan produk roti yang pernah Anda beli terus muncul di berbagai platform, yang membuat Anda jadi teringat untuk kembali membeli roti tersebut.
Apa yang membuat remarketing bisa bekerja dengan baik? Di balik layar, strategi ini mengandalkan data dan analisis perilaku konsumen untuk menyajikan iklan yang relevan.
Dengan cara ini, remarketing membantu bisnis dalam berbagai hal, mulai dari menarget audiens yang tepat, mendatangkan pembelian ulang, hingga meningkatkan kesadaran merek (brand awareness).
Tertarik menerapkan strategi remarketing dalam bisnis Anda? Jika iya, maka Anda perlu memahami cara membuat strategi remarketing yang efektif dan sukses dari panduan yang ada di artikel ini.
Remarketing adalah strategi pemasaran digital yang menargetkan kembali pelanggan atau orang-orang yang sudah lama berinteraksi dengan bisnis Anda. Tujuannya agar mereka tetap terhubung dengan bisnis Anda, dan pada akhirnya mau melakukan pembelian lagi.
Namun, Anda tidak bisa melakukan remarketing secara sembarangan. Ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan agar kampanye ini berjalan maksimal. Berikut langkah-langkah membuat dan merancang strategi pemasaran ulang yang efektif!
Langkah pertama dalam menyusun strategi remarketing adalah memahami siapa target audiens yang mau Anda jangkau.
Semakin spesifik audiens yang Anda tentukan, semakin efektif dan personal kampanye remarketing yang bisa Anda buat. Beberapa contoh kategori audiens yang bisa Anda targetkan, antara lain:
Menentukan target audiens yang spesifik seperti ini memungkinkan kampanye remarketing yang Anda selenggarakan jadi lebih tepat sasaran dan lebih menarik perhatian audiens!
Ada banyak platform pemasaran digital yang bisa Anda manfaatkan untuk menjalankan kampanye remarketing, dan masing-masing memiliki keunggulannya. Misalnya:
Alih-alih hanya berfokus pada satu platform, coba gabungkan beberapa platform sekaligus. Hal ini dapat membuat kampanye remarketing Anda bisa lebih maksimal dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Memahami target audiens dan memilih platform yang tepat memang penting, namun itu saja tidak cukup. Anda juga perlu melengkapi strategi remarketing dengan materi iklan yang unik, relevan, dan menarik.
Dengan kata lain, Anda perlu membuat konten iklan yang tepat sehingga bisa memudahkan Anda mencapai tujuan kesuksesan kampanye remarketing.
Bayangkan jika audiens terus disajikan dengan iklan yang monoton tanpa variasi. Bukannya tertarik, audiens justru akan merasa terganggu.
Oleh karena itu, pastikan iklan remarketing Anda menyuguhkan konten yang menarik dan relevan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Saat ini, pengguna internet tidak hanya menghabiskan waktu di satu tempat. Saat sedang berselancar di berbagai situs web, mereka bisa saja beralih ke media sosial, lalu pindah lagi menonton video di YouTube.
Sementara kalau iklan remarketing hanya muncul di satu channel, bisa jadi mereka akan cepat melupakan merek Anda.
Karena itu, penting banget lho Anda menyebarkan iklan remarketing di berbagai channel agar pesan Anda tetap terlihat.
Beberapa channel yang bisa Anda manfaatkan antara lain Google Display Network (GDN), Facebook, Instagram, dan YouTube.
Dengan menjangkau mereka di lebih dari satu channel, Anda dapat memperbesar jangkauan dan meningkatkan peluang untuk menarik kembali pelanggan potensial.
Tidak semua iklan remarketing akan langsung berhasil. Kadang, iklan yang menurut Anda menarik justru tidak mendapatkan banyak respons dari pelanggan.
Maka dari itu, Anda perlu mencoba berbagai cara dan melakukan A/B testing agar tahu mana format iklan yang paling efektif.
Teknik A/B testing memungkinkan Anda membandingkan beberapa versi iklan untuk melihat mana yang lebih banyak menarik perhatian. Misalnya, Anda bisa menguji:
Dengan melakukan A/B testing secara berkala, Anda bisa menemukan kombinasi iklan yang paling efektif dan memastikan anggaran yang dikeluarkan memberikan hasil terbaik.
Menayangkan iklan terlalu sering bisa menyebabkan kelelahan iklan, yakni kondisi di mana audiens merasa jenuh karena terus-menerus melihat iklan yang sama.
Jika hal ini terjadi, audiens tidak hanya mengabaikan iklan, tetapi juga bisa menilai dan membuat citra brand Anda secara negatif. Nah, agar audiens tetap tertarik, Anda perlu mengatur frekuensi penayangan iklan dengan tepat.
Lalu, bagaimana cara menemukan frekuensi yang tepat? Anda bisa kembali melakukan A/B testing untuk menguji seberapa sering iklan sebaiknya muncul agar tetap efektif tanpa membuat audiens merasa lelah.
Menjalankan strategi remarketing tanpa mengukur hasilnya sama saja dengan berjalan tanpa arah.
Lakukan analisis perilaku konsumen untuk mengetahui apakah strategi yang Anda terapkan benar-benar efektif atau justru menghabiskan anggaran tanpa hasil yang signifikan.
Analisis ini bisa Anda ketahui dari berbagai metrik penting seperti Click Through Rate (CTR), conversion rate, dan Return on Ad Spend (ROAS).
Semua data tersebut akan membantu mengidentifikasi bagian mana dari kampanye yang bekerja dengan baik dan mana yang perlu Anda perbaiki.
Jika masih bingung melakukan analisis dan memantau keberhasilan digital campaign, sebaiknya Anda menggandeng digital marketing agency Indonesia yang memiliki kemampuan dalam data & insight analysis. Kontak salah satu digital agency Indonesia di Kontak Redcomm.
Keberhasilan kampanye remarketing dapat diukur menggunakan dua jenis metrik utama: metrik konversi dan metrik engagement.
Kedua metrik tersebut membantu Anda memahami, apakah strategi yang diterapkan telah mencapai tujuan yang diharapkan. Berikut penjelasan lengkapnya!
Apabila tujuan remarketing adalah mendorong pembelian atau tindakan tertentu dari audiens, maka beberapa metrik utama yang perlu Anda pantau meliputi:
Ketika remarketing ditujukan untuk meningkatkan keterlibatan audiens dan mempertahankan minat mereka terhadap brand Anda, metrik berikut bisa menjadi tolak ukur:
Remarketing adalah strategi digital marketing yang sangat powerful jika diterapkan dengan benar.
Oleh karena itu, terapkan cara membuat strategi remarketing di atas, mulai dari memahami target audiens, memilih platform yang sesuai, menyusun konten yang menarik, serta melakukan pengukuran hasil secara berkala.
Semoga setelahnya, Anda bisa meningkatkan penjualan dan mempertahankan pelanggan potensial dengan lebih efektif. Jadi, sudah siap menjalankan strategi remarketing yang sukses?
DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU
RELATED TOPIC