MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Ini 5 Alasan Mengapa Google Ads Kamu Tidak Muncul dan Cara Mengatasinya

04 Mar  · 
7 min read
 · 
eye 231  
Digital Marketing Strategy

redcomm

Seringkali, iklan Google kamu tidak muncul karena alasan yang tidak terkait dengan kualitas iklanmu, landing page, atau grup iklan. 

Meskipun kamu sudah hebat dalam menerapkan praktik terbaik Google Ads, masih banyak alasan kenapa iklan Google kamu bisa berhenti muncul.

Terkadang, kamu juga menemukan bahwa iklan Google kamu tidak muncul karena kamu belum cukup memenuhi standar Google terkait praktik terbaik PPC. Intinya, ada waktu di mana membuat iklan Google kamu muncul adalah soal optimisasi. 

Ada beberapa alasan mengapa, yang berkaitan dengan performa dan yang tidak. Yuk, kita bahas bersama!

1. Penawaran Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Seperti yang mungkin kamu tahu, kamu harus menetapkan anggaran harian untuk setiap kampanye Google Ads. 

Jika penawaran maksimum cost per click (CPC) yang kamu atur untuk sebuah kata kunci tertentu melebihi anggaran campaign dimana kata kunci itu berada, iklanmu tidak akan muncul untuk pertanyaan yang sesuai dengan kata kunci itu. 

Pastikan akun kamu bebas dari konflik antara anggaran campaign dan penawaran kata kunci.

Di sisi lain, iklan Google kamu mungkin tidak muncul karena penawaranmu terlalu rendah. 

Peringkat iklan untuk lelang tertentu tergantung pada skor kualitas kamu untuk kata kunci yang kamu bidang serta penawaran itu sendiri. 

Kalau kamu ke bagian ‘Keywords’ di akun Google Ads, kamu bisa pakai simulator penawaran untuk memperkirakan dampak peningkatan penawaran kamu dengan jumlah yang berbeda.

2. Landing Page Tidak Relevan

Ketika menilai apakah kamu pantas muncul tinggi di hasil pencarian berbayar, Google tidak hanya melihat relevansi copy iklan kamu, mereka juga melihat relevansi landing page kamu. 

Intinya, jika landing page kamu gagal membantu pengguna melakukan apa yang perlu mereka lakukan, sebagaimana ditandai oleh niat di balik search queries mereka, kamu akan berperforma buruk dalam ad auction.

Kamu perlu melihat dengan seksama setiap kata kunci yang kamu bidik dengan iklan Google  kamu. 

Pikirkan tentang kebutuhan pengguna yang memicu kata kunci ini. Apa yang mereka hadapi? Apa yang mereka coba capai? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu mereka?

Jawabanmu terhadap pertanyaan-pertanyaan ini harus memengaruhi konten di landing page kamu. 

Semakin baik kamu dalam memecahkan masalah pengguna dengan landing page, semakin baik kamu akan berperforma dalam ad auction Google Ads. 

Untuk jaga-jaga, kamu juga harus memastikan untuk memasukkan kata kunci target kamu dalam copy landing page

3. Ada Kesalahan Penjadwalan atau Iklanmu Tidak Disetujui 

Sama seperti kamu menetapkan anggaran untuk setiap campaign Google Ads, kamu juga menetapkan jadwal iklan untuk setiap campaign, sehingga memungkinkan kamu memberi tahu Google hari apa dan jam berapa iklan kamu ingin ditampilkan. 

Buka tab ‘Ad Schedule’ dari campaign yang kamu khawatirkan dan pastikan iklan kamu tidak dijadwalkan terlalu sempit.

Di sebelah tab ‘Ad Schedule’, kamu juga akan menemukan parameter penargetan lokasi untuk campaign kamu. 

Mungkin saja iklan Google kamu tidak muncul hanya karena tidak ada cukup traffic pencarian kata kunci yang berasal dari wilayah geografis yang kamu bidik. Kamu perlu memastikan pengaturan campaign tidak terlalu sempit.

Jika ingin melihat bagaimana segmen tertentu dari prospek kamu merespons iklan kamu tanpa secara eksklusif mengiklankan kepada segmen itu, kamu bisa menggunakan pengaturan ‘Observation’ daripada ‘Targeting’. 

Kalau kamu menggunakan pengaturan pengamatan, kamu bisa mencapai audiens yang luas sambil melacak kinerja iklan kamu di antara audiens tertentu. Dengan begitu, kamu mendapatkan wawasan berharga tanpa terlalu terbatas.

Selain itu, mungkin saja iklan Google kamu tidak muncul karena mereka di-pause, atau karena grup iklan atau campaign yang memuatnya telah di-pause

Kalau begitu, yang kamu perlu lakukan hanya mengubahnya dari ‘Paused’ menjadi ‘Enabled’.

Atau, iklan kamu mungkin tidak muncul karena grup iklan atau campaign yang berkaitan, telah dihapus dari akunmu karena satu alasan atau lainnya. Sayangnya, kalau memang begitu, kamu harus mulai dari awal.

Untuk melihat apakah kamu secara tidak sengaja pause atau menghapus sesuatu dalam akunmu, cukup buka ‘Change History’. 

Di sini, kamu bisa melihat perubahan yang telah dilakukan pada akunmu dan filter berdasarkan ‘Status’.

Kalau kamu sudah memastikan tidak ada yang di-pause atau dihapus dan kamu masih belum melihat iklanmu muncul di hasil pencarian, mungkin saja mereka telah ditolak. 

Iklan apapun yang ditolak tidak memenuhi syarat untuk muncul kepada pengguna. Untuk belajar cara memperbaiki iklan yang ditolak dan membuatnya kembali muncul di SERP, lihatlah ad policy Google.

4. Kata Kunci Negatif Menggugurkan Kata Kunci Aktif

Kata kunci negatif, yang memungkinkan kamu untuk mencegah iklan kamu muncul untuk pertanyaan yang tidak relevan, dapat diatur pada level grup iklan dan campaign

Jika beberapa iklan Google tidak muncul, mungkin karena kamu memiliki kata kunci negatif yang membatalkan kata kunci aktif.

Sebagai contoh, katakanlah kamu menggunakan kata kunci "CRM free trial" dan kamu mengatur ‘Free CRM’ sebagai kata kunci broad match negatif di level campaign

Kata kunci negatif akan mengalahkan kata kunci aktif. Untuk memperbaiki ini, kamu hanya perlu beralih dari pengaturan broad match negatif ‘Free CRM’ menjadi exact match negatif.

Dengan begitu, kamu bisa mengiklankan kepada pengguna yang mencari free trial CRM sambil menahan iklan kamu dari pengguna yang mencari CRM yang tidak dikenakan biaya.

Jika sebuah kata kunci yang kamu bidik tidak menghasilkan traffic pencarian yang banyak atau tidak sama sekali selama sebulan, iklan yang terhubung ke kata kunci itu mungkin tidak memenuhi syarat untuk muncul. 

Begitu Google melihat bahwa kamu sedang membidik kata kunci dengan volume sangat rendah, kata kunci itu akan sementara dinonaktifkan dalam akunmu. 

Jika volume pencarian meningkat ke level yang wajar, Google akan secara otomatis mengaktifkan kembali kata kunci itu.

Dengan menggunakan Google Keyword Planner, kamu harus mencoba sebaik mungkin untuk menemukan kata kunci serupa dengan volume yang substansial.

5. Tingkat Klik Terlalu Rendah

Click-trough Rate (CTR) iklan kamu menunjukkan seberapa menariknya iklan itu bagi prospek kamu. 

Kalau CTR iklan kamu tinggi, itu berarti pesan kamu sangat menarik bagi pengguna, kalau CTR iklan kamu rendah, hal sebaliknya.

Google memberi hadiah kepada pengiklan yang menulis iklan yang menarik bagi pengguna. Jadi, semakin rendah CTR iklan tertentu, semakin buruk kamu bisa berperforma dalam ad auction

Jika kamu ingin memberi peluang lebih baik bagi iklan kamu untuk terus muncul di hadapan prospekmu, kamu perlu menulis copy yang menarik perhatian mereka dan mendorong mereka untuk klik.

Menulis copy iklan yang mendorong pengguna untuk klik pada dasarnya sama dengan membuat landing page yang super relevan.

Kamu perlu melihat kata kunci yang ditargetkan iklan kamu, memikirkan pengguna yang memicu kata kunci itu, dan mengidentifikasi masalah atau titik spesifik yang perlu kamu hadapi. 

Menulis iklan yang memicu CTR tinggi sepenuhnya tentang memenuhi kebutuhan unik prospek kamu sesuai dengan posisi mereka di sepanjang customer journey.

Prospek di awal perjalanan pelanggan (di atas marketing funnel) biasanya menghargai iklan yang memberikan informasi relevan dan menjawab pertanyaan mereka. 

Prospek di akhir perjalanan pelanggan mereka (di dasar marketing funnel) biasanya menghargai iklan yang memungkinkan mereka untuk berkonversi atau melakukan pembelian.

Jika iklan Google kamu tidak muncul dan kamu bisa mengaitkannya dengan CTR rendah, lihatlah secara cermat copy iklan kamu.

Pertimbangkan apakah kamu sudah cukup baik dalam memetakan kata kunci ke dalam customer journey dan mengatasi kebutuhan pengguna.

Kata kunci menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam menggunakan Google Ads. Maka dari itu, ketahuilah 7 SEO Tools Gratis Terbaik untuk Riset Keyword.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER