Para pemilik bisnis online perlu melakukan analisis data, terutama kalau menginginkan usahanya dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Alasannya, tak lain karena setiap strategi yang diterapkan dalam bisnis online selalu bergantung pada data, baik data bisnis maupun data pelanggan.

 

Untuk mempermudah memahami hasil analisis data, diperlukan adanya visualisasi data dan alat analisis data visual. Visualisasi data adalah proses menerjemahkan data yang biasanya masih berbentuk angka, huruf, dan sebagainya, menjadi data visual. Data yang diproses bisa didapat dari sekumpulan jawaban yang diperoleh dari koresponden, penyelenggaraan campaign, melakukan survei, atau dengan cara lain, tergantung studi kasus.

 

Manfaat Melakukan Visualisasi Data secara Umum

 

  1. Memudahkan Pemahaman Manusia

Visualisasi data akan membantu mempermudah pemahaman manusia terhadap jumlah data yang tengah dibaca. Visualisasi data memungkinkan data bisa dibaca oleh orang awam sekalipun, bukan hanya oleh pakar analisis data.

 

Itu sebabnya, banyak digital marketing agency Indonesia menyajikan data report campaign dalam bentuk data visual agar lebih mudah dipahami siapa pun yang memerlukan data tersebut untuk pengambilan keputusan bisnis.

 

  1. Proses Kerja Menjadi Lebih Teratur dan Efisien

Dengan melakukan visualisasi data, proses kerja menjadi lebih teratur dan efisien. Alasannya, karena otak manusia lebih cepat mengolah data yang ditemui dalam bentuk visual. Kecepatan pemahaman tentu akan mempercepat proses kerja.

 

 

  1. Menyederhanakan Bentuk yang Rumit

Misal, jumlah data pelanggan yang membeli produk Anda di Indonesia beserta sebaran wilayah, jenis kelamin, hingga usia. Pasti akan lebih mudah dipahami dalam bentuk data visual, seperti diagram, grafik, dan sebagainya, dibandingkan dengan data dalam bentuk tulisan dan angka.

 

Manfaat Melakukan Visualisasi Data dalam Bisnis

 

  1. Membantu Perusahaan Memahami Data Pelanggan

Perusahaan yang memiliki data pelanggan cenderung memiliki peluang yang lebih besar untuk mengeksplorasi ide-ide baru berkaitan dengan upaya meningkatkan loyalitas pelanggan.

 

  1. Memahami Kebutuhan Pelanggan

Mungkin Anda kerap menemui perusahaan atau merek yang sedang melakukan survei.  Dalam dunia marketing, respons masyarakat amat penting. Hal ini berguna, agar perusahaan mampu menghadirkan solusi yang dibutuhkan pelanggan secara tepat.

 

Agar dapat melakukan visualisasi data dengan lebih mudah dan hasil yang baik, Anda bisa menggunakan bantuan alat. Berikut software analisis data visual yang bisa Anda gunakan.

 

 

Software Analisis Data untuk Memudahkan Proses Visualisasi Data

 

  1. Excel

Sebagai bagian dari Microsoft Office, hampir setiap orang mengenal Excel. Software Excel merupakan aplikasi entri data pilihan dan bisa dikatakan terbaik untuk menjelajah data.

 

Microsoft Excel dapat digunakan oleh masyarakat awam guna mengatur keuangan usaha, seperti menghitung kebutuhan operasional usaha, pencatatan uang masuk dan keluar atau cash flow, absensi karyawan, tunjangan kesehatan, inventaris, stok barang, pencatatan consumer insight, dan sebagainya.

 

  1. Tableau

Aplikasi analisis data selanjutnya ada Tableau. Software ini memiliki kemampuan big data. Manfaat big data sendiri sangat penting, seperti mengumpulkan dan mengolah informasi yang didapat dari pelanggan.

 

Kelebihan software analisis ini adalah dapat dihubungkan dengan data berbasis Microsoft Excel, koneksi internet, ataupun data hasil pengolahan dari software lain. Kelebihan lain, data visualisasi di Tableau dapat diperbarui secara real-time.

 

  1. Domo

Domo merupakan ruang manajemen bisnis berbasis cloud. Software Domo memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan pemahaman data, kemampuan software untuk dikolaborasikan dengan aplikasi lain, dan fitur pemberian komentar.

 

Software berbasis cloud ini dapat diakses di mana pun karena bisa dioperasikan melalui gadget dan secara mobile.

 

  1. Sisense

Sisense memiliki visualisasi yang interaktif dengan tampilan dashboard sesuai kenyamanan dan kebutuhan pengguna. Kemampuan analisis datanya cukup baik dengan hasil olahan data dapat dipahami oleh pengguna yang awam. Jadi dalam penggunaannya, tak selalu perlu membutuhkan tim analisis khusus.

 

  1. FineReport

Finereport adalah software analisis data pembuat laporan yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan data dari laporan atau dashboard grafik HTML5. Tampilannya memiliki efek 3D dan efek dinamis.

 

Menggunakan FineReport memungkinkan efisiensi waktu dalam pembuatan data secara masif. Anda hanya perlu menggunakan parameter query pada satu template, lalu mengekspornya ke dalam batch.

 

FineReport cocok bagi pembuat laporan atau BI engineer. Anda tidak perlu membayar penggunaan FineReport untuk keperluan pribadi. Sedang untuk penggunaan pada perusahaan, biaya akan disesuaikan berdasar kuota pemakaian.

 

  1. Xplenty

Xplenty adalah software yang fokus pada keamanan serta fleksibilitas tujuan dalam hal mengirim data ke database, data warehouse, dan self force. Xplenty menyediakan jalur data sederhana, yang kemudian divisualisasikan untuk aliran data di ragam sumber dan tujuan secara otomatis.

 

  1. D3.js

D3.js merupakan salah satu library Javascript yang bisa digunakan untuk visualisasi data berformat html, svg, dan css. D3.js amat fleksibel, meski sulit digunakan oleh pemula. Software analisis data ini cocok bagi para development front-end yang memang piawai dalam JavaScript, DOM, atau SVG. D3.js dapat diakses secara gratis dan mengizinkan Anda menangani Document Object Model (DOM) berdasarkan data Anda.

 

 

  1. HighCharts

HighCharts adalah library grafik yang ditulis menggunakan bahasa JavaScript murni. Salah satu kelebihan HighCharts, memiliki kemampuan dalam mendukung banyak format grafik. HighCharts menawarkan penambahan grafik interaktif ke dalam situs Anda dengan mudah. Selain dapat digunakan untuk membuat grafik batang, HighCharts juga dapat digunakan untuk membuat grafik pie atau grafik berbentuk lingkaran.

 

  1. Power BI

Power BI adalah alat analisis data visual yang penggunaannya tinggal drag and drop, bahkan bisa dilakukan oleh user yang tidak memiliki latar belakang programing. Selain data visualisasi, software ini umumnya berfokus pada koneksi database, analisis data, dan pemrosesan data. Cocok untuk membuat data pelanggan untuk menerapkan data driven marketing.

 

Jika merasa kesulitan atau pemula dalam melakukan analisis data, Anda tak perlu memahami semua software visualisasi data di atas. Cukup gunakan Excel, FineReport dan Tableau. Excel cocok bagi pemula karena cara pengoprasian yang mudah. FineReport mudah digunakani untuk membuat dashboard dan laporan yang lebih kompleks. Sementara itu, Tableau merupakan software analisis data visual terbaik.

 

Untuk cara yang lebih mudah dalam melakukan analisis data, Anda bisa menghubungi Redcomm digital marketing agency Jakarta. Selain melakukan analisis data, Redcomm bisa menjadi teman diskusi terbaik dalam penerapan digital marketing strategi yang tepat sasaran untuk perkembangan bisnis Anda.