MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Metrik Penting yang Wajib Anda Tahu Saat Promosi di Media Sosial

23 Dec  · 
3 min read
 · 
eye 12.645  
Social Media

redcomm

Penggunaan media sosial di era digital begitu penting bagi brand jika ingin mengembangkan bisnis dan bersaing dengan kompetitor. Hanya saja untuk meraih kesuksesan promosi di media sosial, brand juga harus memahami social media metrics. Cari tahu metrik penting saat promosi di media sosial pada ulasan artikel Knowledge kali ini, yuk.

Apa Itu Metrik?

Menurut informasi di Google Analytics, metrik adalah pengukuran kuantitatif berupa angka yang menunjukkan nilai rata-rata, rasio, dan persentase. Fungsinya untuk mengevaluasi atau mengukur kinerja dari suatu proses atau aktivitas.

Metrik media sosial merujuk pada data dan statistik yang bisa memberikan wawasan terkait berhasil atau tidaknya kampanye pemasaran digital yang berjalan pada suatu platform media sosial.

Social media metrics ini bisa mencakup engagement rate, impression dan reach, referrals & conversion, dan lainnya. Mengenali beberapa metrik penting media sosial akan membantu Anda mendapatkan kesuksesan promosi di media sosial karena bisa membantu Anda membuat konten promosi yang tepat.

5 Metrik Penting untuk Kesuksesan Promosi di Media Sosial

Untuk memastikan keberhasilan social media campaign, Anda harus mengetahui fokus utama yang akan dicapai. Apakah untuk mendapatkan interaksi berupa like dan komentar? 

Atau sekadar menyebarkan pesan yang Anda posting dalam bentuk share, retweet, dan repost untuk meningkatkan brand awareness?

Meski memiliki pendekatan yang berbeda, keduanya bertujuan untuk mempromosikan materi iklan (produk, layanan, atau jasa) dari brand Anda. Memahami dengan jelas fokus kampanye akan menuntun Anda untuk menemukan strategi konten dan komunikasi yang lebih efektif.

Yuk kenali beberapa metrik media sosial yang bisa menjadi panduan Anda sebelum membuat konten media sosial di bawah ini!

1. Engagement Rate

Melalui metrik ini, Anda sebagai pebisnis bisa mengawasi data penambahan dan pengurangan jumlah pengikut, berapa persen engagement rate yang berawal dari jumlah likes, komentar, serta share konten.

Data pada metrik engagement rate akan memberikan Anda banyak informasi terkait tingkat keterlibatan audiens dengan konten promosi. Engagement menjadi ukuran seberapa sering followers maupun non followers berinteraksi dalam setiap postingan bisnis.

Angka yang tercantum menjadi rangkuman dari seberapa asli dan aktifnya audiens pada konten Anda. Hal ini nantinya akan mempengaruhi seberapa bagus awareness yang telah terbangun terhadap brand

Rumus perhitungan engagement rate = (jumlah interaksi / jumlah pengikut) x 100.

2. Manfaatkan Data Impression dan Reach = Brand Awareness

Impression dan reach adalah metrik yang paling utama untuk mengukur brand awareness melalui media sosial. 

Keduanya tak hanya menggambarkan seberapa luas jangkauan konten yang dibuat mampu menyebar, namun juga sejauh mana audiens memahami pesan yang disampaikan.

Reach adalah jumlah orang yang melihat konten Anda. Ini mencakup pengikut dan non-pengikut. Reach bukan hanya angka, tapi bisa menjadi indikator potensial untuk menemukan audiens yang relevan dan calon pelanggan. 

Sementara itu, impresi atau impression adalah total tampilan konten Anda muncul di beranda orang lain, termasuk pengulangan oleh pengguna yang sama. 

Dengan memanfaatkan data impresi, Anda dapat mengukur sejauh mana dampak visual brand Anda di mata pengguna.

3. Mengkombinasikan Metriks Impresi dan Reach

Supaya bisa mencapai brand awareness yang sesuai dengan harapan, pastikan Anda tahu cara mengkombinasikan keduanya dengan metrik yang lain.

Contoh, saat postingan memiliki impresi yang tinggi, tetapi sangat rendah dalam engagement. Hal ini menunjukkan bahwa konten Anda kurang menarik untuk mendorong audiens beraksi. 

Kalau hal ini yang terjadi menjadi PR besar bagi Anda untuk membuat audiens mau melakukan sesuatu setelah melihat konten. Berikut beberapa strategi yang bisa memaksimalkan impression dan reach:

  • Menganalisis demografi audiens yang memberikan respons terhadap konten. Datanya bisa Anda manfaatkan untuk menyusun konten yang sesuai kebutuhan dan preferensi audiens.
  • Menggunakan call to action (CTA) yang menarik supaya audiens mau berinteraksi lebih lanjut.
  • Mengamati tren terkini untuk menyesuaikan strategi content marketing supaya tetap relevan.
  • Memastikan keseluruhan visual konten mampu menarik perhatian audiens, mulai dari penggunaan gambar, video, dan elemen visual menarik lainnya.
  • Publikasikan konten secara konsisten sesuai jadwal untuk memudahkan audiens mengetahui kapan konten selanjutnya tayang.

4. Lacak Penjualan dan Marketing dengan Referrals & Conversion

Sistem referrals adalah strategi pemasaran yang memungkinkan individu atau pelanggan memperoleh bonus ketika ada orang lain yang mengunjungi situs web melalui link referral khusus. 

Melalui link ini, pengunjung bisa mampir dan mencari tahu apa yang bisa mereka dapatkan dari website tersebut. Setelah mampir dan melihat produk yang ditawarkan, maka terjadi conversion, yakni pengunjung membeli barang dari situs Anda. 

Bersamaan dengan itu, Anda akan menemukan CTR atau click-through rate. CTR bisa menjadi tolak ukur seberapa efektif iklan yang sudah berjalan. 

Semakin menarik dan efektif sebuah iklan, angka CTR pun makin tinggi. Ini akan berpengaruh pada referral dan conversion-nya. 

Rumus conversion rate (jumlah konversi / jumlah klik) x 100.

Namun ingat, tidak semua teknik CTR tinggi dalam iklan maupun postingan di media sosial itu sama. 

Sebab, setiap tipe konten yang berbeda akan menunjukkan networking dan industri yang berbeda. Anda butuh penyesuaian dan persiapan yang sungguh-sungguh saat menyiapkan sebuah iklan.

Rumus CTR (jumlah klik / jumlah tampilan) x 100

Perusahaan dengan website e-commerce pada umumnya menggunakan metrik referrals dan conversion untuk melacak marketing dan penjualan mereka. 

Untuk itu, Anda membutuhkan strategi publishing yang mendalam, kemampuan untuk menganalisis penggunaan UTM tracking, serta program analitik situs yang terintegrasi, sebagai contoh bisa digabungkan dengan Google Analytics.

Jika masih belum paham cara menghitung CTR, Anda bisa lho bekerja sama dengan digital agency Jakarta yang akan membantu Anda memastikan kesuksesan digital campaign. Pengalaman mereka juga akan memudahkan Anda mengelola semua kampanye pemasaran sehingga Anda bisa lebih fokus menjalankan bisnis.

5. Melalui Respons Customer Care

Metrik lainnya yang tidak kalah penting, adalah hubungan baik antara customer experience dengan brand. Sebab konten bagus tetap tidak bisa menyelamatkan Anda dari penilaian negatif konsumen. 

Jadi, ingatlah untuk memaksimalkan pelayanan customer care, sekalipun menggunakan robot AI. Selain itu, cari tahu kinerja tim dalam merespons customer, baik dalam membalas komentar, menanggapi pesan dan pertanyaan, mengatasi komplain, dan sebagainya. 

Berikut tips singkat untuk merespons pelanggan:

  • Menanggapi dengan cepat sesaat setelah menerima pertanyaan atau keluhan.
  • Layani dengan sopan dan ramah supaya konsumen merasa nyaman dan dihormati.
  • Tunjukkan empati, dengarkan setiap keluhan dengan seksama supaya memudahkan dalam memahami masalah, dan beri jawaban yang tepat sebagai solusi.
  • Lakukan tindak lanjut untuk memastikan solusi yang diberikan memang efektif.
  • Gunakan bahasa yang mudah dipahami supaya pelanggan tidak bingung. Tak lupa ucapkan juga terima kasih.


Singkat kata, sebagai pemilik bisnis online maupun offline, Anda wajib melek metrik media sosial. Dengan mengenali metrik-metrik tersebut, Anda bisa menentukan pendekatan dan program promosi apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja bisnis. Untuk pemahaman lebih mendalam, pelajari juga tentang Engagement di Media Sosial: Pengertian, Jenis dan Metriknya.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER