MENU
SEARCH KNOWLEDGE

4 Strategi Content Marketing Matrix

11 Feb  · 
2 min read
 · 
eye 7.106  
Business

redcomm

Setiap bisnis pasti membutuhkan berbagai upaya yang perlu Anda terapkan secara efektif demi pengembangan bisnis dan meningkatkan keuntungan. Salah satu upaya yang perlu Anda lakukan adalah memiliki strategi yang tepat untuk melakukan promosi dan pemasaran. Untuk itu, Anda membutuhkan yang namanya marketing matrix, yang akan membantu Anda menentukan langkah apa saja yang harus dilakukan agar pemasaran yang Anda lakukan bisa mencapai target yang sudah ditetapkan.

Apa Itu Content Marketing Matrix?

Apa Itu Content Marketing Matrix

Content marketing matrix adalah sebuah kerangka kerja yang dapat Anda gunakan untuk menyusun dan menentukan strategi pemasaran yang sesuai dengan bisnis Anda dan berpotensi membuat bisnis berkembang menjadi lebih baik. Content marketing matrix dikembangkan oleh matematikawan Rusia Amerika bernama Ansoff Matrix. 

Dalam pengembangannya, Ansoff memadukan antara produk yang sudah ada, produk baru, pasar yang ada dan pasar baru. Dengan kata lain, ada dua variabel dasar dalam penyusunan strategi pemasaran yang harus menjadi fokus Anda, yaitu produk dan pasar. Selain itu, ada 4 strategi utama dalam content marketing matrix, meliputi: 

  • Penetrasi pasar.
  • Pengembangan pasar.
  • Pengembangan produk.
  • Diversifikasi.

Penerapan 4 Strategi Content Marketing Matrix

Strategi pengembangan pasar

  1. Penetrasi Pasar

Strategi content marketing matrix yang pertama adalah melakukan pemasaran dengan risiko paling rendah. Anda bisa menerapkan strategi ini dengan cara menjual produk pada pasar yang sudah ada saat ini karena peluang keberhasilannya jauh lebih besar. Ini karena Anda sudah memiliki data yang lengkap terkait pelanggan potensial serta memiliki pengalaman dari penerapan strategi pemasaran sebelumnya. Kedua hal ini bisa Anda jadikan rujukan untuk memperbaiki cara melakukan promosi, pengambilan keputusan atas strategi baru yang hendak diterapkan, bahkan bisa untuk menyusun konten promosi seperti apa yang harus diterapkan untuk meningkatkan penjualan.

Di saat yang sama, Anda tetap perlu melakukan evaluasi dari hasil penerapan strategi sebelumnya sehingga bisa mengetahui iklan promosi seperti apa yang bisa membuat pelanggan lama melakukan pembelian lebih banyak sekaligus menarik perhatian pelanggan dari kompetitor untuk mencoba produk Anda. 

Jika pada data yang sudah Anda miliki terdapat pelanggan potensial yang sudah memiliki minat atas produk, namun belum melakukan pembelian, maka Anda bisa berfokus untuk mengedepankan keunggulan produk Anda dan buatlah penawaran yang mampu mendorong pelanggan potensial tersebut sehingga mereka akhirnya melakukan pembelian.

  1. Pengembangan Pasar

Strategi content marketing matrix yang kedua adalah pengembangan pasar, di mana Anda perlu mulai menawarkan produk yang Anda miliki ke pasar baru. Artinya, Anda perlu melakukan perluasan pasar dengan menargetkan segmen pasar yang berbeda dari sebelumnya. Misalnya, kelompok pasar dari kalangan generasi Z yang lebih dinamis dan aktif. 

Alangkah baiknya sebelum melakukan strategi ini, Anda terlebih dahulu melakukan market research atau riset pasar untuk mendapatkan lebih banyak data dan informasi terkait target konsumen yang ingin Anda jangkau, mengingat model bisnis yang berbeda tentunya memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pula. Beberapa informasi yang perlu Anda gali saat melakukan riset pasar, di antaranya: 

  • Lingkungan makro.
  • Melakukan identifikasi dan segmentasi pasar yang lebih potensial dan bisa mendatangkan lebih banyak keuntungan.
  • Mengumpulkan sebanyak mungkin profil pelanggan, seperti daya beli, selera dan lainnya, demi bisa mengkategorikan mereka, mana calon pelanggan potensial dan mana yang tidak.
  • Ukuran pasar dengan evaluasi seberapa besar potensi yang akan didapat, bagaimana tren dan pertumbuhannya. 
  • Profitabilitas pasar untuk mencari tahu seberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh. 
  • Tingkat persaingan.
  • Saluran distribusi dan komunikasi.

Strategi product development atau pengembangan produk

  1. Pengembangan Produk

Strategi product development atau pengembangan produk bisa dilakukan dengan cara memasukan produk baru ke pasar yang sudah ada. Strategi ini akan memberikan pengalaman baru bagi pelanggan karena adanya adanya pilihan lain yang bisa mereka pertimbangkan untuk dibeli dan dicoba. 

Untuk memperbesar peluang keberhasilan pengembangan produk ini sehingga bisa diterima pasar yang sudah ada tentu Anda juga perlu melakukan riset terlebih dahulu. Prinsip dasarnya, ketika Anda bisa memenuhi kebutuhan konsumen, maka peluang keuntungan menjadi semakin besar. Dengan kata lain, pastikan produk baru yang Anda luncurkan memang dibutuhkan oleh konsumen atau bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi konsumen. 

  1. Diversifikasi

Penerapan content marketing matrix yang terakhir adalah strategi diversifikasi, yaitu memasukkan produk baru ke pasar baru. Secara teknis, strategi ini memiliki risiko yang lumayan besar. Meskipun demikian, Anda bisa mencoba menerapkan dua strategi diversifikasi berikut ini: 

  • Related diversification, yaitu memasuki pasar dengan produk baru yang berhubungan dengan produk sebelumnya yang sudah pernah Anda tawarkan. Misalnya, produk sebelumnya adalah kompor, produk baru misalnya panci atau wajan anti lengket.
  • Unrelated diversification, yaitu menawarkan produk baru yang tidak berhubungan dengan produk sebelumnya. Seperti Yamaha yang menjual produk otomotif motor, kemudian menjual pula produk alat musik, yaitu piano dan gitar.

 

Persaingan bisnis di masa kini memang semakin ketat. Anda sebagai pemilik bisnis perlu menerapkan berbagai strategi yang tepat untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Salah satu caranya bisa dengan menerapkan 4 strategi content marketing matrix yang sudah dibahas pada artikel ini. Selamat mencoba dan semoga bisnis Anda semakin berkembang.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER

RELATED TOPIC