Pengguna internet saat ini semakin bertambah, apalagi di masa pandemi Covid-19 yang membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sambil mengakses internet, baik untuk bekerja, mencari hiburan, ataupun mencari informasi terkait sebuah produk sebelum mereka memutuskan untuk membelinya.

 

Melihat hal tersebut, Anda sebagai pebisnis tentunya harus semakin gigih melakukan internet marketing business agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Untuk bisa mencapai tujuan itu, salah satu cara yang harus dilakukan adalah membuat konten yang sesuai agar pesan terkait promosi produk ataupun brand Anda sampai kepada audiens yang tepat. Hal tersebut bisa Anda pelajari pada customer journey.

 

Mengenal Customer Journey

Customer journey adalah aktivitas yang dilakukan konsumen saat berinteraksi dengan produk Anda. Hal ini dimulai pada saat konsumen pertama kali mengenal brand Anda, melihat produk yang dijual, melakukan pembelian produk, hingga mereka melakukan transaksi sampai selesai.

 

Dengan memahami customer journey, Anda bisa mengembangkan strategi marketing yang tepat, mulai dari mengetahui target audiens, minat serta pola belanja mereka, dan lainnya. Setelah memahami audiens, tahap selanjutnya Anda bisa memikirkan konten yang cocok supaya mereka mengunjungi website atau media sosial bisnis Anda. 

 

Konten yang Cocok untuk Customer Journey Bisnis Anda

Ada banyak sekali jenis konten yang bisa Anda buat dan disesuaikan dengan customer journey bisnis Anda, baik itu berupa artikel pada situs, foto, infografis, ataupun video marketing. Berikut beberapa ide konten yang cocok untuk customer Anda, antara lain:

 

 

  1. Konten yang Mengandung Awareness

Anda perlu membuat konten yang positif dan menarik di tahap ini. Sebab, bisa dikatakan konsumen yang perlu Anda pikat dengan konten Anda adalah calon pelanggan yang baru saja mengetahui tentang brand maupun produk Anda. Mereka biasanya mendapatkan awareness mengenai produk Anda melalui website, media sosial, email, blog, YouTube, bahkan bisa pula dari berita dari mulut ke mulut.

 

Dalam hal ini, tujuan konten awareness adalah menginformasikan sekaligus menghibur audiens. Maka, Anda bisa membuat konten dalam bentuk visual yang ringkas dan interaktif, artikel di blog atau situs disertai infografis yang informatif, dalam bentuk mengadakan lomba, giveaway, atau kuis, liputan media, bahkan konten editorial.

 

Kemudian bisa juga berupa lookbook interaktif, live streaming, story, video marketing, guest post pada blog, unggahan berbayar atau konten yang dipromosikan, serta postingan Instagram, Twitter, Quora, maupun Reddit.

 

  1. Consideration

Tujuan consideration adalah menjawab pertanyaan, mengatasi permasalahan, dan memberi informasi secara lengkap kepada konsumen. Dengan harapan, hasil akhirnya mereka mau melakukan pembelian. Tahapan ini juga sangat penting Anda perhatikan, agar konsumen tetap menjatuhkan pilihan pada produk Anda, mengingat di saat yang sama bisa jadi kompetitor pun sedang gencar mempromosikan produk maupun brand mereka. 

 

 

Pada tahap consideration, Anda perlu membuat konten yang persuasif dan dapat semakin meningkatkan keyakinan kepada audiens bahwa produk Anda layak untuk dibeli. Jangan lupa untuk melengkapi informasi terkait bisnis Anda, seperti alamat, jam kerja, informasi kontak, serta berbagai benefit seputar produk.

 

Konten yang cocok digunakan pada tahap consideration, bisa berupa katalog, sampel gratis, penayangan artikel pada situs atau blog dengan isi yang lebih detail, berita terkait perusahaan atau brand, press release, studi kasus, demo interaktif, galeri foto, e-book, diskusi forum, video demo, ulasan produk, tanya jawab, panduan ahli, tutorial, dan Podcast.

 

  1. Decision

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan membaca banyak ulasan, atau bisa jadi sudah membandingkan produk Anda dengan kompetitor, maka inilah tahap di mana calon konsumen akan memutuskan untuk melakukan pembelian.

 

Pada tahap ini, Anda perlu menyajikan konten yang bisa membujuk audiens agar memilih produk Anda. Oleh karena itu, Anda harus sebisa mungkin menunjukkan kelebihan dari barang ataupun jasa Anda melalui pembuatan konten yang unik, kreatif, dan sedikit menciptakan urgensi, di mana jika tak segera membeli ada risiko akan kehabisan produknya. 

 

Beberapa konten yang tepat untuk konsumen yang sudah masuk tahap decision, misalnya artikel blog atau situs yang lengkap, testimoni atau ulasan pelanggan, panduan pemakaian produk. Kemudian dukungan kerja sama dengan selebriti atau influencer, uji coba produk secara gratis, katalog harga, video instruksional, microsite, laporan kinerja, referensi, dan perbandingan produk serupa.

 

 

  1. Retention

Saat konsumen sudah berhasil melakukan pembelian produk, maka tahapan yang seharusnya Anda perhatikan adalah retention. Retention merupakan tahapan di mana Anda membuat konsumen yakin dengan produk Anda, kemudian kembali lagi untuk membeli produk yang sama, atau repurchase, karena mereka percaya dengan produk tersebut.

 

Nah, tugas Anda pada tahapan ini adalah memberikan kesan terbaik agar mereka ingin kembali membeli atau menggunakan produk Anda secara berkelanjutan. Buatlah konten yang sesuai, seperti pembuatan forum atau komunitas pelanggan, mengadakan lomba terkait menulis ulasan produk berhadiah tertentu, menyebar press release terkait informasi atau inovasi produk, bahkan bisa pula melakukan survei. Lalu, selenggarakan program diskon loyalitas, membuat artikel pada situs secara rutin, atau membuat aplikasi khusus.

 

Itulah ulasan mengenai customer journey untuk menentukan konten yang tepat agar interaksi Anda dengan konsumen berjalan mulus. Mengingat customer journey merupakan salah satu aspek yang penting dalam bisnis, Anda pun bisa mencoba untuk mengatur strategi bersama tim yang expert di bidang ini, seperti tim brand strategy agency atau bekerja sama dengan salah satu social media and digital marketing agencyyang ada di Indonesia.