Pernah mendengar yang namanya bisnis plan untuk startup? Lantas, bagaimana contoh bisnis plan startup itu? Kebanyakan orang mengartikan istilah bisnis startup sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi maupun digital. Padahal arti sebenarnya tidaklah sesempit itu.

 

Pengertian Startup

Arti literasi dari startup mengacu pada rintisan. Sehingga bisa dikatakan, bisnis startup adalah bisnis rintisan yang memang ditujukan supaya tumbuh cepat. Diharapkan nantinya bisnis tersebut dapat menguasai ceruk pasar dan menjadi sebuah bisnis besar. 

 

Namun, untuk membangun bisnis tentu saja dibutuhkan ide bisnis startup terbaru yang didapatkan dari permasalahan yang saat ini banyak dihadapi masyarakat. Hal ini karena bisnis yang bisa berkembang dengan baik adalah bisnis yang hadir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Setelah menemukan ide utamanya, maka Anda yang ingin membangun bisnis startup perlu memiliki rencana bisnis atau business plan terlebih dahulu. 

 

 

Manfaat Membuat Business Plan

Analogi sederhananya sebenarnya bisa seperti Anda yang ingin pergi liburan. Ketika memutuskan hendak liburan, pasti Anda akan menyusun rencana dulu, kan? Seperti, liburan ke mana, naik apa, akomodasinya mau menginap di mana, lalu tempat wisata apa saja yang hendak dikunjungi, dan sebagainya. 

 

Membuat rencana bisnis memiliki manfaat yang sangat besar, seperti bentuk dan jenis bisnis yang mau dijalankan, lokasi usaha, kebutuhan dasar yang harus dipenuhi seperti dokumen pendirian usaha, perizinan, dan sebagainya. Di dalam rencana bisnis juga perlu dicantumkan lokasi usaha, modal yang dibutuhkan, sasaran bisnis yang hendak dicapai, siapa yang akan menjalankan bisnis, tenggat waktu usaha harus mulai berjalan, dan seterusnya.

 

Contoh Bisnis Plan Startup dengan Modal Kecil

Berbicara mengenai dunia bisnis, tentu saja memerlukan banyak prinsip dalam penerapannya. Salah satunya adalah memanfaatkan bisnis plan sebagai langkah perencanaan dan evaluasi. Pada artikel kali ini, Anda dapat mempelajari contoh bisnis plan startup.

 

  1. Mengembangkan Ide atau Gagasan

Cara memulai bisnis, tentu saja hal pertama yang Anda perlukan adalah memiliki rencana bisnis yang detail. Buatlah planning dan pengembangan ide dan gagasan yang sudah Anda dapatkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini: 

 

  • Tentukan jenis bisnis yang mau dijalankan. Contoh: bisnis kuliner >>> jajanan jadul yang dimodifikasi >>> klepon dengan isi aneka rasa.
  • Bentuk bisnis, apakah bisnis rumahan atau dalam bentuk gerai?
  • Lokasi usaha juga perlu ditentukan sejak awal. Jika bisnis skala rumahan maka bisa dilakukan di rumah sendiri. Namun, jika dalam bentuk gerai, maka tentukan lokasi gerainya, apakah di pusat perbelanjaan, menyewa ruko, dan sebagainya. 
  • Izin usaha juga perlu dibuat agar kelak ketika bisnis sudah berjalan, Anda tidak direpotkan lagi dengan urusan dokumen perizinan.
  • Apakah dikelola sendiri atau menggunakan karyawan? Jika menggunakan karyawan, berapa karyawan yang dibutuhkan?

 

 

  1. Memaksimalkan Modal yang Tersedia

Dalam merintis sebuah bisnis, jangan langsung fokus pada tempat usaha yang besar dan mewah. Dengan kata lain, maksimalkan modal yang tersedia untuk hal yang lebih penting terlebih dahulu, alih-alih menghabiskannya untuk menyewa tempat. Ini jika modal yang Anda miliki terbatas. 

 

Dalam upaya memaksimalkan modal di sini, Anda perlu menghitung dengan baik:

 

  • Kebutuhan modal untuk memulai produksi produk unggulan Anda yang akan diluncurkan di awal.
  • Tentukan harga produk yang sesuai dengan target pasar yang hendak Anda bidik. 
  • Tentukan pula sistem penjualan yang paling efektif supaya putaran uang menjadi lebih cepat dan bisa tersedia dana lagi untuk produksi.
  • Strategi marketing dan penjualan seperti apa yang hendak Anda gunakan. Apakah akan menggunakan media sosial untuk berjualan ataukah menjual produk dengan cara lain?

 

  1. Spesifikasi Target Pasar Harus Jelas

Saat Anda baru memulai bisnis startup, pastikan terlebih dulu untuk melakukan riset pasar dan mengidentifikasi target pelanggan yang cocok dengan produk Anda. Identifikasi pula, apakah harga produk maupun jasa yang ditawarkan dapat dijangkau target pasar? Pastikan produk Anda benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi target pelanggan.

 

  1. Menerapkan Strategi Digital Marketing

Keberadaan digital marketing menjadi suatu hal yang hampir tidak bisa dipisahkan dari konsep bisnis startup. Mengingat saat ini, hampir semua kalangan masyarakat telah memanfaatkan kecanggihan digital untuk berbagai hal. Melalui pemasaran secara digital ini, Anda dapat menggunakan media sosial untuk menawarkan produk bisnis Anda atau menggunakan website

 

Untuk penggunaan media sosial, pastikan Anda tahu cara promosi di media sosial dengan biaya hemat. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan SEO, SEM, Google ads, dan lain sebagainya.

 

 

  1. Bentuklah Tim yang Solid 

Memiliki tim yang solid dalam membangun bisnis, menjadi hal penting yang tak boleh Anda lewatkan. Memiliki tim kerja akan sangat membantu Anda dalam menemukan lebih banyak ide dan mewujudkannya sehingga bisnis bisa segera berjalan sesuai harapan. 

 

Dalam memilih anggota tim, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain: 

 

  • Pilihlah orang yang paham teknologi dan mampu membangun sistem perusahaan. 
  • Pastikan Anda memiliki orang dibalik tim yang paham akan faktor manusiawi maupun sosial dari suatu permasalahan. 
  • Cari anggota tim yang berfokus pada solusi dalam permasalahan maupun kebutuhan pelanggan.

 

Setidaknya, contoh bisnis plan startup sederhana di dalam artikel ini bisa memberi gambaran, apa saja yang perlu disiapkan ketika hendak merintis usaha dengan modal minim. Jika dilihat sekilas, sebenarnya bisnis startup hampir mirip dengan UMKM atau UKM. Hanya saja, sistem yang ada di dalamnya telah memanfaatkan teknologi canggih untuk menunjang pengembangan bisnis.