MENU
SEARCH KNOWLEDGE

9 Struktur Bisnis Plan dan Komponen di Dalamnya

26 Nov  · 
3 min read
 · 
eye 1.279  
Business

redcomm

Bisnis plan bukan sekadar dokumen, melainkan roadmap yang berisi langkah-langkah strategis untuk mengembangkan dan menjalankan bisnis. Agar bisnis plan bisa berfungsi dengan baik dan menjadi panduan komprehensif yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis, ketahui dulu struktur dan komponen bisnis plan yang wajib ada dari penjelasan di artikel ini. 

9 Struktur dan Komponen Bisnis Plan

1. Executive Summary Perusahaan

Executive summary adalah pintu masuk bisnis plan yang memberikan gambaran singkat tentang perusahaan secara lengkap. 

Meskipun dokumen ini berada pada halaman pertama, namun umumnya ditulis terakhir karena isinya merupakan rangkuman dari keseluruhan rencana yang Anda susun dalam bisnis plan.

Isi executive summary: visi, misi, nilai inti perusahaan, tujuan yang mau perusahaan capai, bahkan pencapaian yang sudah berhasil diraih. 

Pada prinsipnya, executive summary harus bisa membantu pembaca memahami dengan jelas mengenai perusahaan dan mendorong mereka (terutama investor atau mitra bisnis) untuk tertarik dan mau mencari tahu lebih lanjut mengenai rencana bisnis Anda.

2. Deskripsi Perusahaan

Deskripsi perusahaan dalam business plan adalah informasi tentang identitas, sejarah dan budaya perusahaan, struktur organisasi, kepemilikan, dan lokasi fisik. Di sisi lain, juga ada penjelasan mengenai visi jangka panjang dan nilai-nilai yang perusahaan pegang teguh. 

Saat menuliskan deskripsi perusahaan, pastikan semua informasi yang Anda tulis dapat membangun citra positif mengenai perusahaan. 

Lalu, untuk membedakan bisnis Anda dari pesaing, tuliskan juga karakteristik unik atau unique selling point, baik pada produk, layanan bisnis, maupun keahlian tim di perusahaan. Ini menjadi bentuk yang akan membuat bisnis Anda lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor.

3. Produk atau Layanan

Pada saat membuat bisnis plan di bagian Produk dan Layanan, pastikan Anda menguraikan rincian produk dan layanan bisnis yang menjadi unggulan perusahaan. 

Kemudian tuliskan juga fitur dan spesifikasi produk, manfaat yang bisa konsumen dapatkan, Unique Selling Point (USP) produk dan layanan bisnis, masa pakai, hingga harganya.

Aspek lain yang bisa masuk dalam bagian ini adalah proses produksi dan manufaktur, paten yang relevan yang mungkin dimiliki oleh perusahaan, dan teknologi eksklusif. Informasi seputar penelitian dan pengembangan (R&D) juga dapat dimasukkan di sini.

Oh ya, untuk memudahkan pembaca bisnis plan, boleh juga lho Anda menyertakan ilustrasi maupun foto produk dengan kualitas yang bagus.

4. Analisis Pasar & Kompetitor

Pembahasan pada bagian analisis pasar dan kompetitor umumnya mengenai tren industri, ukuran pasar, kebutuhan pelanggan, dan peluang pertumbuhan yang teridentifikasi.

Selain itu, Anda juga bisa memasukkan pembahasan mengenai tinjauan komprehensif tentang pesaing utama, kekuatan dan kelemahan mereka, serta strategi yang telah terbukti efektif.

Sementara pada bagian kompetitor, masukkan hasil analisis kompetitor yang sudah Anda lakukan, mulai dari kelemahan dan kekuatan kompetitor, strategi yang mereka gunakan, dan strategi apa yang akan Anda gunakan untuk melakukan penetrasi pasar dan memiliki daya saing yang kompetitif.

Sebagai contoh, jika pasar sudah dikuasai oleh pesaing yang mapan, Anda perlu merancang strategi pemasaran yang dapat menarik pelanggan dari pesaing tersebut, seperti menawarkan harga yang lebih kompetitif atau pelayanan yang lebih superior.

5. Operasional Usaha

Rencana operasi, juga dikenal sebagai operations business plan, dirancang untuk penggunaan internal perusahaan. Di dalamnya akan membahas mengenai rencana, lokasi fisik bisnis, fasilitas, peralatan yang dibutuhkan, kebutuhan karyawan, kebutuhan inventaris, serta pemasok.

Selain itu, rencana operasi ini berfungsi sebagai panduan untuk pelaksanaan dan jadwal kegiatan operasional bisnis sehari-hari, termasuk infrastruktur dan proses operasional yang mendukung pengiriman produk atau layanan, teknologi yang mau perusahaan gunakan, produksi, distribusi, dan sebagainya. 

6. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah pondasi dalam membangun citra merek dan meningkatkan penjualan. Maka pada bisnis plan untuk bagian Strategi Pemasaran, Anda perlu menjelaskan rencana pemasaran termasuk segmentasi pasar, strategi penentuan harga, promosi, dan distribusi. 

Integrasi pemasaran digital dan sosial media juga bisa menjadi fokus di era digital seperti sekarang. Boleh pula menyertakan hasil analisis SWOT untuk membuat semua kampanye pemasaran bisa lebih efektif, peningkatan hubungan baik dan interaksi dengan pelanggan, dan semakin bertambah jumlah pelanggan yang loyal terhadap bisnis.

7. Budgeting

Mengawali bisnis tentu saja melibatkan pencapaian laba. Oleh karena itu, penting untuk menunjukkan pemahaman yang kuat mengenai situasi keuangan saat ini, kebutuhan pendanaan, dan proyeksi pendapatan, termasuk target dan proyeksi keuangan untuk beberapa tahun ke depan.

Sementara bagi bisnis yang sudah mapan, hal ini mungkin mencakup laporan keuangan, neraca, dan informasi keuangan terkait lainnya. Rencana keuangan menjadi penentu apakah bisnis plan yang Anda buat punya kemungkinan besar untuk berhasil atau tidak. 

Kelak ketika Anda membutuhkan pendanaan sebagai tambahan modal usaha, maka rencana keuangan akan memengaruhi peluang untuk mendapatkan modal awal dalam bentuk ekuitas atau pendanaan utang dari bank, investor, atau modal ventura.

8. Analisis Risiko Usaha

Analisis risiko usaha adalah elemen yang mendeteksi serta menilai potensi risiko yang mungkin perusahaan hadapi. Di dalamnya bisa saja meliputi:

  • Risiko internal, seperti masalah operasional dan manajerial, dan sebagainya. 
  • Risiko eksternal, misalnya perubahan pasar, tren dalam masyarakat mengalami pergeseran, persaingan bisnis yang semakin ketat, peraturan dan regulasi baru, atau faktor-faktor ekonomi lainnya yang dapat mempengaruhi performa bisnis. 

Dengan memiliki pengetahuan maupun wawasan yang lengkap mengenai berbagai risiko yang mungkin saja terjadi, Anda dapat mengembangkan strategi untuk mengelolanya, meminimalkan dampak yang merugikan, serta memaksimalkan peluang yang muncul sepanjang perjalanan bisnis.

9. Rencana Pengembangan Bisnis

Bagian Rencana Pengembangan Produk meliputi strategi perusahaan untuk meningkatkan atau mengembangkan produk dan layanannya, termasuk rencana ekspansi, diversifikasi produk atau layanan, dan kemitraan strategis yang dapat meningkatkan pangsa pasar perusahaan.

Rencana ini juga mencakup penjadwalan, alokasi sumber daya, dan proyeksi biaya terkait dengan pengembangan produk. 

Dengan menekankan pada pengembangan produk, Anda dapat memastikan kelangsungan dan daya saing bisnis di tengah pasar yang terus mengalami perubahan, sambil memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan.

Beda Bisnis Plan dengan Proposal Investasi

Bisnis plan mirip dengan proposal investasi. Bahkan seringkali proposal investasi dianggap sebagai versi lain dari bisnis plan, namun dikhususkan untuk investor. Namun peruntukan kedua dokumen tersebut yang berbeda.

Bisnis plan pada umumnya untuk internal perusahaan dan menjadi pedoman bagi eksekutif, manajer, maupun karyawan perusahaan. Sementara itu, proposal investasi secara khusus untuk menarik perhatian pihak eksternal, seperti lembaga investasi.

Apa yang Membuat Bisnis Plan Gagal?

Bisnis plan bukanlah jaminan pasti bisnis Anda akan mencapai kesuksesan. Terkadang, rencana yang sudah Anda buat tak sejalan dengan kondisi pasar dan ekonomi di suatu wilayah sehingga perubahan pun tak terelakkan. 

Di saat yang sama, bisa saja prediksi Anda luput sehingga tak memantau kompetitor yang tanpa diduga malah memperkenalkan produk dan layanan baru yang langsung bisa menarik perhatian konsumen.

Dalam kondisi yang tak pasti tersebut, maka yang bisa Anda lakukan adalah bersikap fleksibel sehingga Anda dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, bahkan bisa mengubah arah bisnis jika memang diperlukan. 

Pada akhirnya, kunci kesuksesan terletak pada fleksibilitas dalam menghadapi perubahan dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman. 


Memiliki bisnis plan yang komprehensif serta mengikuti struktur dan komponen bisnis plan yang benar akan membantu Anda melangkah dengan lebih pasti untuk mengembangkan bisnis. Sekarang, tinggal ikuti saja Tips dan Cara Membuat Bisnis Plan Beserta Contohnya.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER