Cara membuat media planning yang tepat sasaran memang memerlukan ketelitian tinggi. Oleh karena itu, seorang media planner, baik yang bekerja secara mandiri sebagai individu atau merupakan bagian dari suatu digital marketing agency, harus memperhatikan beberapa hal dahulu, mulai dari kebutuhan target pasar sampai tujuan dari usaha tersebut. Berikut adalah 5 tahap membuat media planning yang wajib diketahui para media planner.

 

5 Tahap Membuat Media Planning yang Wajib Diketahui Para Media Planner

Sebelum membuat media planning, tentunya seorang media planner harus memahami beberapa poin yang ada di dalamnya, seperti target pasar, penggunaan platform, budget yang tersedia, bahkan hingga strategi digital marketing

 

 

1. Tujuan Media Planning

Tujuan media planning adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengalihkan perhatian publik pada iklan yang sedang dipasang. Namun dalam satu perusahaan, biasanya ada banyak sekali goals yang ingin dicapai dari perencanaan yang dilakukan. Di sinilah peran seorang media planner menjadi penting karena ia bertugas menggabungkan semuanya. 

 

Contoh kasus, ada satu perusahaan yang terdiri dari beberapa departemen. Bagian penjualan memiliki tujuan untuk meningkatkan angka penjualan. Di saat yang sama, tim pemasaran mempunyai goals meningkatkan brand awareness. Divisi keuangan menginginkan penggunaan anggaran untuk promosi sehemat mungkin demi efektivitas. Maka media planner mesti mampu mengkombinasikan ketiga tujuan yang ingin dicapai tadi dalam satu digital marketing campaign, misalnya, jika proses pemasangan iklan dilakukan secara digital.  

 

2. Riset Tren Pasar

Setelah menentukan tujuan utama, hal berikutnya yang perlu dilakukan ialah riset pasar. Riset ini diperlukan untuk mengetahui tren di dalam masyarakat, termasuk mengenali para pesaing atau kompetitor dengan produk yang mirip dengan produk Anda. Dari hasilnya nanti dapat diketahui bagaimana kompetitor melakukan pemasaran, dan apakah pemasaran tersebut membuat calon pelanggan yang Anda bidik malah menjadi pelanggan kompetitor. Jika hal tersebut yang terjadi, maka Anda perlu melakukan perencanaan promosi yang tepat demi menarik perhatian calon pelanggan dari kompetitor dan beralih kepada Anda serta produk Anda. 

 

Misalnya sebuah perusahaan sudah menerapkan penggunaan email marketing untuk memasarkan produk. Namun setelah melakukan riset pasar diketahui bahwa para pesaing telah menggunakan iklan berbayar dan hasilnya memuaskan. Hasil yang didapat dari analisis ataupun riset ini nantinya bisa Anda gunakan untuk mempertimbangkan kembali apakah perusahaan juga perlu menerapkan penggunaan iklan berbayar, bekerja sama dengan influencer, atau menerapkan salah satu strategi digital marketing lainnya demi menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan.

 

 

3. Penentuan Anggaran Promosi

Menentukan tujuan dan melakukan riset pasar memiliki hubungan erat dengan penentuan anggaran promosi. Media planner tidak seharusnya membuat rencana yang menghabiskan anggaran dalam jumlah besar, namun dengan hasil yang minimal atau malah tak sesuai harapan.

 

Sebaliknya, penentuan anggaran promosi perlu disesuaikan dengan strategi promosi yang ingin dilakukan. Contohnya, anggaran untuk memasang iklan di televisi dengan waktu tayang prime time akan jauh lebih besar dibandingkan jika Anda memasang iklan di sosial media. Penggunaan artis sebagai partner promosi juga jauh lebih mahal dan menghabiskan biaya yang banyak dibandingkan dengan bekerja sama dengan nano influencer. Tapi tentu saja, hasil yang didapatkan dari jenis promosi yang dipilih jelas akan berbeda.  

 

4. Penentuan Target Pasar

Menentukan dan mengenali target pasar memang sudah menjadi suatu kewajiban ketika Anda hendak melakukan promosi atau pemasangan iklan. Akhir-akhir ini tren pemasaran berubah dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan calon pelanggan. Artinya, target pasar yang Anda bidik jelas menentukan media promosi yang mana yang seharusnya Anda gunakan. 

 

Jika target pasar Anda adalah generasi milenial, maka promosi melalui media sosial jelas lebih mampu menjangkau mereka. Sementara kalau targetnya adalah profesional muda, mungkin website menjadi pilihan tepat. Secara tidak langsung, penentuan target pasar ini memberi pengaruh besar dalam proses media planning

 

Pada umumnya, media planner bisa menggunakan beberapa kategori dalam menjaring calon konsumen, seperti menentukan target berdasarkan umur, jenis kelamin, lokasi, dan lainnya. Namun tidak jarang, beberapa di antaranya juga melakukan survei secara personal demi menemukan digital marketing strategy yang lebih tepat sasaran. 

 

 

5. Frekuensi dan Jangkauan

Selanjutnya, terdapat dua hal yang tidak boleh dilupakan saat membuat media planning. Pertama adalah frekuensi. Gunanya untuk mengetahui seberapa sering orang-orang menyaksikan sebuah iklan. Sementara yang kedua adalah jangkauan, untuk melihat berapa banyak calon konsumen melihat iklan yang sedang ditayangkan.

 

Untuk mengetahuinya, terdapat dua cara pendekatan yang dapat dilakukan. Pertama, continuity, iklan tayang dalam satu waktu secara konsisten. Biasanya digunakan untuk produk musiman. Sementara kedua adalah pulsing, yakni pengiklanan secara besar-besaran hanya di masa-masa tertentu saja. 

 

Setelah 5 Tahap Membuat Media Planning yang Wajib Diketahui Para Media Planner ini Anda lakukan, maka langkah terakhir jangan lupa melakukan evaluasi ulang untuk mengetahui hasil yang dicapai. Tanpa evaluasi, Anda tidak akan memiliki data dan referensi untuk proses media planning selanjutnya, bahkan bisa jadi media buying yang Anda lakukan akan meleset hasilnya dari tujuan yang Anda ingin capai. Apabila Anda memerlukan bantuan dalam membuat media planning, tidak ada salahnya untuk berkolaborasi dengan salah satu best digital agency Jakarta.