MENU
SEARCH KNOWLEDGE

5 Cara Memaksimalkan Brand of Voice di Media Sosial

27 Jun  · 
3 min read
 · 
eye 3.937  
Digital Marketing Strategy

redcomm

Percaya atau tidak, hampir setengah dari populasi manusia di dunia atau sekitar 62,6%  memiliki akun media sosial. Ini menjadi kabar baik bagi pebisnis untuk memperluas jangkauan pemasaran dan memaksimalkan brand of voice di media sosial.

Apa yang dimaksud dengan brand of voice? Pengertian brand of voice adalah cara bisnis membangun interaksi dengan audiens atau target market. Baca artikel Redcomm kali ini untuk tahu cara memaksimalkan brand of voice di media sosial.

Tujuan dan Manfaat Membangun Brand of Voice

Brand of voice mencerminkan kepribadian, nilai, dan gaya komunikasi yang brand tetapkan dalam setiap penyampaian pesan. Baik melalui media sosial, iklan, atau komunikasi langsung dengan pelanggan.

Membangun brand of voice akan memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan dan pengembangan bisnis, seperti:

  • Membangun brand awareness dan identitas merek menjadi lebih kuat.
  • Meningkatkan keterlibatan dan interaksi dengan audiens.
  • Membedakan brand Anda dengan kompetitor.
  • Membuat pelanggan menjadi lebih percaya hingga mau membeli dan menggunakan produk yang Anda tawarkan.

5 Tips & Cara Memaksimalkan Brand of Voice

Bagi Anda yang ingin meningkatkan brand of voice di media sosial, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Manfaatkan Trend dan Berita Terkini

Di Amerika Serikat, media sosial menjadi ‘newspaper’ modern yang lebih disukai daripada berita dari koran cetak. Bahkan menjadi sumber informasi populer di kalangan anak muda berusia 18 hingga 29 tahun.

Bagaimana dengan di Indonesia? Pada tahun 2022 menurut hasil survei Reuters, sebanyak 68% masyarakat Indonesia lebih suka mencari dan mendapatkan berita dari platform media sosial.

Dari data tersebut terlihat jelas bahwa keberadaan media sosial menjadi sangat penting. Media sosial menjadi wadah untuk menemukan semua topik yang sedang trending. Sembari membaca berita, pengguna juga bisa sekalian saling berkomentar, bertukar pikiran dan pendapat, hingga ikut menyebarluaskan berita ke lebih banyak orang.

Dengan peran media sosial yang mampu menjangkau banyak lapisan masyarakat, sayang sekali kalau Anda sebagai pebisnis tidak memanfaatkannya untuk membuat “suara” brand Anda terdengar.

Padahal, sekali saja brand Anda muncul di sebuah topik yang sedang ramai dibicarakan, orang akan melihat Anda. Apalagi, kalau topik tersebut sangat relevan dengan bisnis Anda. 

2. Coba Trend Jacking

Ketika menemukan topik yang sedang trending dan sangat cocok dengan bisnis Anda, segera buat konten tentang topik tersebut dan bagikan di media sosial. 

Ini menjadi cara yang efektif agar ada banyak orang yang melihat konten Anda. Lalu saat brand sudah mendapat perhatian audiens, bangun interaksi. Misalnya saling membalas komen, memberi like, share, dll.

Tren jacking memiliki arti pembajakan tren. Namun di sini maknanya positif, yaitu upaya memanfaatkan konten-konten yang sedang populer untuk mendapat perhatian dari audiens.

Sementara menurut bahasa marketing, trend jacking adalah teknik pemasaran yang memanfaatkan tren di media sosial. Tujuannya, supaya brand ikut mendapatkan perhatian dari masyarakat yang sedang terpengaruh oleh adanya trend tersebut.

Contohnya iklan menggunakan konsep seperti drama Squid Game yang sempat viral di tahun 2021 lalu.

3. Upload Konten Berkala untuk Membangun Brand Awareness

Kunci membangun brand yang besar adalah memiliki interaksi yang kuat dengan masyarakat. Untuk itu, Anda harus mampu memenuhi kebutuhan audiens. Salah satunya dengan menayangkan konten yang menarik.

Konten yang menarik dapat mendorong audiens mau berinteraksi secara natural. Bahkan mereka dengan senang hati memberikan like, komentar, atau membagikan konten Anda. 

Untuk memaksimalkan peluang ini, Anda bisa mulai mengatur jadwal posting secara teratur supaya audiens selalu mengingat brand Anda.

4. Bangun Customer Loyalty

Jika ingin membangun customer loyalty yang baik pada bisnis dengan dukungan media sosial, Anda bisa memulainya dari menyediakan konten berkualitas. 

Melalui ketersediaan konten yang berkesinambungan, audiens jadi bisa terus terlibat dengan brand, produk, dan layanan bisnis. 

Menurut survei yang dilakukan Sprout Social, sekitar 76% customer lebih memilih membeli produk dari brand ketika mereka sudah merasa dekat dengan brand tersebut. Sementara, sebanyak 78% customer ingin lebih mudah menemukan brand di media sosial.

Dari data hasil survei ini, Anda bisa mulai membangun media sosial yang dapat membantu customer semaksimal mungkin, mengingat mereka akan sangat senang dengan pelayanan yang bersifat kekeluargaan dan cepat dalam memenuhi kebutuhan mereka.

5. Dapatkan Kredibilitas di antara Bisnis Serupa

Berdasarkan survei dari Social Sprout di tahun 2017, sebanyak 42% orang akan membeli produk apabila brand produk tersebut menyediakan konten-konten yang menarik dan informatif. Sebab, setiap orang senang mempelajari hal baru, terutama melalui media sosial.

Manfaatkan peluang ini demi membangun kredibilitas bisnis di media sosial. Caranya, bagikan aneka konten yang informatif dan relevan dengan kebutuhan audiens.

Kemas setiap konten dengan menarik dan dalam berbagai jenis konten, seperti konten carousel di Instagram, video, foto, dll. Kalau butuh ide dan inspirasi konten, temukan di TikTok, Podcast, Quora, atau media sosial lainnya.

Survei lain menemukan bahwa brand yang sudah melakukan branding di media sosial selama lebih dari 12 bulan, dapat meningkatkan penjualan secara bertahap.

Asalkan terus melakukan branding secara berkelanjutan, brand bisa mendapatkan prospek baru. Apalagi kalau Anda membangun branding dengan benar, maka Anda akan ada lebih banyak kunjungan / traffic ke situs web serta profil Anda.

Kesimpulan

Anda sudah membaca ulasan tentang cara membangun brand of voice dari artikel di atas. Sedikit tips tambahan yang mungkin akan jadi masukan positif, seperti:

  • Jangan merasa lelah dan malas dalam meneliti dan memahami apa yang bisa membuat konten memiliki interaksi yang bagus. 
  • Kembangkan terus wawasan dan lakukan eksperimen dengan data yang Anda dapatkan.
  • Gabungkan ide dengan tren di media sosial, maka brand Anda bisa memberikan nilai yang autentik kepada para pelanggan.

Brand of voice adalah langkah untuk membangun interaksi antara bisnis dengan pelanggan. Anda bisa memaksimalkannya melalui penayangan konten di media sosial.

Agar semakin memperkuat keberadaan brand di dalam masyarakat, Anda juga bisa bekerja sama dengan top digital agency Jakarta atau digital marketing agency Indonesia yang sudah berpengalaman dalam membantu banyak brand meningkatkan brand awareness.

Oh ya, cara lain membangun interaksi dengan konsumen, selain dengan membangun brand of voice, Anda bisa pula menggunakan Customer Relationship Management (CRM). Yuk, cari tahu lebih lanjut Apa Itu Customer Relationship Management dan Manfaatnya.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER