Apabila brand diartikan secara sederhana sebagai merek, apakah rebranding hanya sekadar mengubah nama merek? Ternyata tidak sesederhana itu, mengingat bahwa brand adalah identitas yang mewakili perusahaan secara keseluruhan, termasuk juga produk dan layanannya. Dengan kata lain, brand tak sekadar logo, slogan, ataupun nama merek dari sebuah produk bisnis saja.

 

Oleh karena itu, upaya untuk melakukan rebranding tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, produk branding idealnya dilakukan sebagai upaya komunikasi dalam membangun brand bisnis Anda. Bahkan, proses rebranding tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, termasuk di dunia bisnis digital.

 

Bagi Anda yang berencana melakukan rebranding produk, simak dulu cara-cara berikut ini sebagai panduan awal agar kelak upaya rebranding yang Anda lakukan tidak salah arah.

 

5 Hal Penting Sebelum Anda Melakukan Rebranding

 

 

  1. Riset Posisi Brand di Pasar

Sebelum memutuskan melakukan rebranding, lakukan riset terlebih dahulu terkait posisi brand di pasar atau di dalam masyarakat. Riset bisa difokuskan pada kondisi dan kepopuleran produk di dalam masyarakat, laku atau tidaknya produk, serta ada tidaknya sentimen negatif yang berkembang di dalam masyarakat.

 

Dalam proses riset ini bisa pula sekaligus mencari tahu kebutuhan dan hal-hal yang diinginkan pelanggan, pandangan masyarakat mengenai produk bisnis Anda, pendapat internal atau karyawan Anda, hingga posisi dan keberadaan produk milik kompetitor.

 

Melakukan riset di sini bisa dengan menyebar kuesioner, melakukan survei tertulis atau secara wawancara dengan sistem sampel, dan bisa pula menerjunkan tim khusus ke lapangan untuk bisa memantau secara langsung bagaimana produk Anda sebenarnya. Hasil dari keseluruhan riset yang dilakukan, kemudian dievaluasi, dan baru diputuskan perlu tidaknya melakukan rebranding.

 

  1. Rancang Branding Baru yang Diinginkan

Setelah mengambil keputusan untuk melakukan rebranding, Anda tidak bisa serta merta langsung melakukan perubahan besar-besar begitu saja. Anda harus membuat rancangan baru terkait brand Anda. Dalam hal ini, Anda dan tim Anda perlu memikirkan gambaran seperti apa yang ingin Anda bangun ulang untuk produk, jasa, dan layanan bisnis Anda? Nama atau logo yang seperti apa yang harus digunakan? Bagaimana proses rebranding harus dilakukan? Bisakah menggunakan nama dan logo lama, namun dengan sistem marketing baru untuk mengangkat keunggulan produk yang belum diketahui konsumen? Masih banyak lagi yang harus Anda pikirkan untuk menemukan ide-ide baru dalam membangun branding produk Anda. Pikirkan dan pertimbangkan dengan baik semuanya, kemudian buatlah rancangannya agar ide-ide yang telah matang bisa dieksekusi dengan baik.

 

 

  1. Berkomunikasi dan Berkonsultasi dengan Ahli dan Pemangku Jabatan

Jika Anda ingin rebranding berhasil dan sukses sesuai harapan, tidak ada salahnya Anda bekerja sama dengan brand consultant atau brand strategy agency yang bisa membantu memberikan masukan-masukan berdasarkan data perkembangan dunia bisnis di Indonesia. Mereka bahkan bisa memberi Anda insight terbaru berkaitan dengan penerapan strategi digital marketing yang telah disesuaikan dengan kondisi pasar yang terkini. 

 

Selain itu, Anda juga perlu berkomunikasi dengan stakeholder atau para pemangku jabatan, terutama jika perusahaan Anda memiliki investor dan pemegang saham. Mereka perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sehingga Anda perlu melakukan rebranding produk. Hal ini karena rebranding merupakan proses yang  akan memakan waktu, biaya, serta tenaga yang tidak sedikit. 

 

Komunikasikan pula secara jelas timeline, anggaran, sasaran utama, hasil evaluasi dan riset, implikasi rebranding pada divisi tertentu yang saling terkait, serta pengaruh rebranding bagi masa depan perusahaan secara keseluruhan.

 

  1. Rencanakan dan Dokumentasikan Proses Rebranding

Kalau semua yang berkepentingan dan pemangku jabatan di perusahaan sudah menyetujui perlunya melakukan proses rebranding produk, maka yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah memaksimalkan daftar rencana pelaksanaan rebranding yang telah disusun, melakukan pemeriksaan ulang terkait hal-hal yang perlu ditambahkan atau malah dihilangkan dan sebagainya. 

 

Jangan lupa untuk melakukan dokumentasi untuk setiap langkah yang dilakukan dalam proses pelaksanaan rebranding sehingga jika terjadi kesalahan atau human error, Anda dan tim Anda bisa segera mengetahui dan dapat melakukan perbaikan. Membuat dokumentasi juga bagus sebagai catatan yang kelak tetap bisa digunakan untuk mengambil keputusan bisnis di masa depan agar lebih baik lagi. 

 

 

  1. Produksi Konten dan Sosialisasi

Konten adalah aspek penting dalam setiap upaya membangun kesadaran akan mereka kepada konsumen. Hal yang sama juga berlaku dan harus dilakukan lagi ketika Anda melakukan rebranding. Apalagi kalau dalam proses rebranding, Anda mengganti nama brand, nama produk, logo, dan layanan, tentu saja Anda perlu mensosialisasikan ulang produk Anda sebagai merek baru dengan keunggulan baru pula. 

 

Itulah sebabnya, Anda membutuhkan konten yang akan Anda sebarkan melalui website, televisi, press release melalui platform berita, maupun media sosial. Konten yang dibuat dapat berupa teks, gambar grafis, hingga video, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan serta platform di mana konten tersebut akan dipublikasikan.

 

Setelah konten diproduksi, dievaluasi, dan dianggap siap, baru proses sosialisasi dilakukan. Proses ini biasanya dijalankan oleh Public Relation (PR) yang menangani brand bisnis Anda dan dilakukan bukan hanya secara eksternal atau ke masyarakat, media, komunitas, pelanggan, dan para pemangku kepentingan lainnya saja, tapi juga harus disosialisasikan di lingkungan internal, seperti karyawan dan pemegang saham.

 

Itulah rangkuman singkat cara rebranding produk bisnis yang penting untuk Anda ketahui karena merupakan salah satu digital marketing strategist untuk bisnis Anda. Semoga informasi di atas bermanfaat.