MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menerapkan Digital Marketing

12 Jan  · 
3 min read
 · 
eye 2.467  
Digital Marketing Strategy

redcomm

Digital marketing adalah cara yang efektif untuk mempromosikan bisnis di era digital. Namun, dalam penerapannya bisa saja terjadi kegagalan. 

Beberapa kesalahan dalam mengaplikasikan atau menerapkan digital marketing, antara lain: tidak memiliki tujuan yang jelas dan tidak melakukan analisis dan evaluasi dari kampanye yang sudah dijalankan. 

Selain itu, kesalahan digital marketing juga bisa disebabkan karena salah target audiens, salah memilih platform digital, dan masih banyak lagi. Untuk lebih jelas, baca uraian lengkapnya di artikel ini.

9 Kesalahan Menerapkan Digital Marketing yang Wajib Anda Hindari

1. Tidak Punya Tujuan Jelas

Sama seperti orang yang mau melakukan perjalanan dan harus punya tujuan, begitu pula saat menerapkan digital marketing. 

Tanpa tujuan yang jelas, apalagi sampai tidak memiliki tolak ukur atau Key Performance Indicator (KPI), maka strategi yang Anda terapkan pun jadi sembarangan dan tanpa arah. 

Inilah yang kemudian bisa menyebabkan kegagalan dalam penerapan strategi digital marketing.

2. Tidak Melakukan Analisis dan Evaluasi Data

Dalam menerapkan digital marketing, Anda perlu mengumpulkan banyak data terlebih dahulu dan tetap melakukannya secara konsisten. Misalnya data terkait target market, kompetitor, tren dalam masyarakat, customer behavior, dan sebagainya.

Tanpa melakukan analisis dan evaluasi terhadap semua data tersebut, Anda jadi tak punya pengetahuan dan wawasan yang cukup, hingga tak bisa melihat celah peluang yang bisa Anda manfaatkan. 

Bahkan akhirnya Anda menjalankan strategi digital marketing secara acak, yang berakibat hasil digital campaign tidak sesuai harapan.

3. Tidak Membuat Buyer Persona

Buyer persona adalah representasi fiktif dari pelanggan ideal yang relevan dengan bisnis Anda. Untuk membuat buyer persona, Anda perlu melakukan riset target audiens dan menganalisis perilaku, minat, tantangan yang mereka hadapi, demografi, latar belakang ekonomi, dan sebagainya. 

Jika tak membuat persona pembeli, Anda tidak akan memiliki gambaran lengkap target market yang seharusnya Anda jangkau. 

Target audiens yang terlalu luas dan tidak jelas bisa jadi penyebab kegagalan strategi pemasaran, terutama kalau audiens yang mau dijangkau ternyata tidak sesuai dengan produk dan harga jual yang Anda tawarkan.

4. Pemilihan Platform Digital yang Kurang Tepat

Setiap platform digital memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Di saat yang sama, tidak semua platform juga cocok dengan target audiens dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. 

Itulah sebabnya, Anda tidak bisa asal memilih dan menggunakan platform untuk menerapkan strategi digital marketing.

Jadi, harus bagaimana? Ada baiknya sebelum memutuskan akan menggunakan platform tertentu, Anda pahami dulu karakteristik dan cara kerjanya, kemudian lakukan A/B testing.

Dengan cara ini, Anda bisa mencari platform yang paling relevan dan paling cocok dengan bisnis dan target audiens.

5. Tidak Menerapkan SEO dan Lebih Menyukai Hasil Instan

SEO atau Search Engine Optimization adalah teknik optimasi website dan mesin pencari sehingga dapat meningkatkan peringkat situs bisnis di halaman pencarian, seperti Google.

Namun memang hasil dari SEO membutuhkan waktu dan baru bisa terlihat dalam jangka panjang. Dengan catatan, Anda rutin melakukan optimasi.

Karena hasilnya yang butuh waktu lama untuk terlihat, banyak pebisnis yang mengabaikan atau memilih tidak menerapkan SEO dan lebih menyukai hasil yang instan. 

Mereka terburu-buru dan secara sembarangan menggunakan berbagai tools yang hasilnya memang terlihat cepat dalam sekejap, tapi juga cepat hilangnya. Artinya, Anda akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak menggunakan cara ini.

Hal penting yang perlu Anda pahami adalah konsumen sebenarnya membutuhkan waktu untuk kenal dengan brand, produk, bahkan layanan bisnis Anda. Mereka juga butuh banyak edukasi dan informasi terkait manfaat, kegunaan, cara mendapatkan, dan sebagainya. 

Maka menggunakan teknik SEO dan content marketing menjadi kombinasi yang bagus untuk penerapan strategi digital marketing.

6. Mengabaikan Mobile Optimization

Jika Anda mengabaikan mobile optimization, sudah tentu ini menjadi kesalahan fatal. Sebab saat ini, konsumen lebih banyak mengakses internet menggunakan smartphone

Jadi kalau ingin penerapan strategi pemasaran digital yang Anda lakukan bisa mencapai sukses, pastikan situs bisnis bisa diakses dengan nyaman melalui perangkat mobile, termasuk desain yang responsif dan kecepatan loading yang cepat.

7. Tidak Menerapkan Remarketing

Kebanyakan pebisnis fokus bagaimana cara mendatangkan audiens baru sebanyak mungkin dan masuk ke situs bisnis. Namun begitu sudah banyak audiens datang melalui pencarian organik, malah pemilik bisnis tidak segera mengenali kebutuhan masing-masing audiens.

Apakah audiens masuk ke situs sudah tertarik dengan produk, jasa atau layanan bisnis yang ditawarkan? Apakah audiens sudah beberapa kali berkunjung, namun masih butuh diyakinkan untuk mengambil keputusan membeli? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Dari sekian banyak audiens yang masuk ke situs bisnis, belum bisa dikatakan strategi digital marketing Anda berhasil. Mereka masih bisa pindah ke tempat lain lho. 

Itu sebabnya, pebisnis perlu melakukan remarketing untuk menjangkau dan merangkul para audiens sehingga bisa menjadi pelanggan loyal.

8. User Experience Itu Penting Tapi Malah Terabaikan

User experience atau pengalaman pengguna menjadi faktor penting yang akan membuat mereka bisa dekat dengan brand Anda. 

Bahkan pengguna yang memiliki pengalaman yang baik dengan situs atau media sosial suatu bisnis, berpotensi menjadi pelanggan loyal yang bisa meningkatkan konversi. 

Oleh karena itu, pastikan dalam penerapan strategi pemasaran yang Anda lakukan, audiens memiliki pengalaman yang menyenangkan, baik saat mereka berselancar di dalam website maupun di media sosial bisnis. 

Misalnya, situs web memiliki navigasi yang mudah dan cepat, konten menarik dan informatif, serta desain responsif yang membuat audiens terus penasaran dengan bisnis dan produk Anda.

9. Konten Penuh dengan Jualan dan Memberi Kesan Memaksa

Salah satu kesalahan paling umum yang banyak pebisnis lakukan saat menerapkan digital marketing adalah memaksa penjualan. Hal ini bisa terlihat pada konten dan iklan yang memenuhi situs web maupun media sosial. Semuanya berfokus pada penjualan.

Padahal seharusnya fokus konten, baik konten di media sosial maupun artikel di web, adalah memberikan informasi dan edukasi yang bermanfaat sehingga bisa membantu audiens menyelesaikan masalah mereka. 

Nanti kalau audiens sudah merasa terbantu, biasanya mereka akan dengan senang hati menjadi pelanggan loyal bisnis Anda. 


Masih ada banyak kesalahan dalam digital marketing yang perlu Anda hindari. Nanti kita akan ulas lagi pada artikel lain di web Redcomm ini ya. Atau kalau Anda memilih masalah tertentu yang butuh masukan dan konsultasi, Anda bisa menghubungi digital marketing agency Jakarta dengan klik Kontak Redcomm.

Pada ulasan 9 kesalahan penerapan digital marketing di atas, ada disebutkan kalau salah satu penyebab strategi Anda gagal adalah tidak melakukan analisis dan evaluasi. Untuk menghindarinya, pelajari yuk: Strategi Analisis Data Digital Marketing untuk Pertumbuhan Bisnis.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER