Dalam melakukan digital marketing campaign, Anda harus ingat bahwa setiap platform media sosial memiliki algoritma yang berbeda, tak terkecuali LinkedIn. Oleh karena itu, Anda perlu mempelajari algoritma masing-masing platform agar bisa menggunakan strategi yang tepat untuk pengembangan bisnis Anda.

 

Jika digunakan dengan cara yang tepat, LinkedIn dapat membantu Anda menjangkau audiens lebih banyak dan lebih beragam. Bahkan saat ini, LinkedIn bisa dikatakan merupakan salah satu platform yang cocok bagi para pebisnis. Mengapa begitu? Karena pengguna LinkedIn lebih mudah menerima topik tentang bisnis, pemasaran, profesionalitas dalam dunia kerja, dan lainnya. 

 

Cara Kerja Algoritma LinkedIn

Sebelum Anda memutuskan untuk menerapkan digital marketing strategist di platform LinkedIn, ada baiknya Anda mengetahui cara kerja algoritma LinkedIn terlebih dahulu. Tujuannya, agar Anda dapat memastikan konten yang Anda posting bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang Anda inginkan. 

 

Berikut ini beberapa cara kerja algoritma LinkedIn yang wajib diketahui dan bisa diterapkan!

 

  1. Adanya Filter untuk Menghalau Postingan Spam

Jika Anda mengunggah konten yang dianggap spam atau melanggar kebijakan, maka algoritma LinkedIn akan langsung melakukan filter atau menyaring konten tersebut. Artinya, postingan tidak akan ditampilkan kepada publik. Otomatis, postingan yang dianggap spam seperti ini tentu tidak akan dijangkau oleh audiens. Jadi, buatlah konten yang berbobot dan bukan berupa pengulangan agar postingan Anda bisa lolos tayang.

 

 

  1. Konten Ditayangkan dengan Audiens Terbatas

Ada beberapa konten yang biasanya dinilai cukup baik oleh LinkedIn. Konten ini mencakup tentang promosi diri atau bisnis, dan tidak mengandung hal-hal yang dianggap spam sesuai aturan yang ditetapkan LinkedIn. 

 

Konten dengan tipe seperti ini umumnya akan ditampilkan kepada audiens, namun dengan jumlah yang terbatas. Karena setelah unggahan tersebut tayang, pihak LinkedIn akan menganalisis terlebih dahulu, apakah konten tersebut banyak mendapatkan interaksi dari audiens atau tidak. Jika memiliki sedikit interaksi, maka LinkedIn akan melakukan filter ulang terkait konten tersebut.

 

  1. Postingan Terbaik

Postingan terbaik biasanya memiliki unsur berupa opini atau pemikiran. Selain itu, terdapat pula pertanyaan yang membuat audiens lebih tertarik untuk berinteraksi. Algoritma LinkedIn sangat menyukai konten yang memiliki banyak interaksi. Itu sebabnya, konten dengan jenis ini akan langsung ditampilkan ke banyak audiens.

 

Biasanya, organic reach yang didapatkan akan menentukan berapa banyak lagi audiens yang akan melihat konten tersebut. Organic reach adalah jumlah pengguna LinkedIn yang melihat postingan Anda tanpa bantuan iklan. Audiens yang melakukan interaksi akan lebih banyak menandai orang lain dan berimbas pada jangkauan konten yang semakin luas. 

 

Selama konten digital marketing campaign Anda memiliki banyak interaksi, maka konten akan terus ditayangkan. Tetapi perlu diketahui, umumnya setelah berangsur lama, siklus interaksi akan semakin sedikit dan akhirnya konten pun akan kembali difilter. Meski begitu, konten ini bisa dikatakan sudah sukses mencapai algoritma LinkedIn dengan tepat.

 

 

Cara Memanfaatkan Algoritma LinkedIn

 

  1. Tawarkan Sesuatu yang Menarik

Jika pada saat melakukan social media and digital marketing di LinkedIn, Anda hanya membicarakan tentang bisnis atau produk saja, hal tersebut tidak akan menarik minat audiens, terutama jika bisnis atau produk Anda belum dikenal sama sekali. 

 

Jadi, cobalah membicarakan sesuatu yang menarik, bisa berupa opini ataupun tentang perkembangan baru terkait bisnis Anda. Agar hasilnya maksimal, usahakan melihat terlebih dahulu target audiens Anda. Konten yang sesuai dengan target audiens yang spesifik hasilnya pasti lebih baik dibandingkan dengan konten yang dibuat secara acak. 

 

  1. Buat Konten yang Bersifat Interaktif

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, algoritma LinkedIn sangat menyukai konten yang banyak memiliki organic reach dari audiens. Untuk memancing interaksi serta diskusi, Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan menarik kepada audiens menggunakan fitur story LinkedIn. Ingat, semakin intens interaksi antara Anda dan audiens, akan semakin tinggi pula organic reach yang Anda dapatkan. Hal ini terkait dengan psikologis warganet yang bisa ikut terlibat dalam memberi komentar bersahut-sahutan pada postingan yang memang sedang ramai dan jadi bahan perbincangan.

 

Di saat yang sama, sebaiknya hindari mengajukan pertanyaan yang bersifat kontroversial, karena hanya akan menimbulkan perdebatan di kolom komentar. Topik yang seperti ini justru bisa menjadi bumerang bagi Anda sendiri dan berefek pada penjualan produk yang Anda promosikan. Selain itu, untuk membuat konten Anda terlihat profesional, Anda bisa menandai orang-orang yang relevan agar konten Anda dilihat oleh banyak pengguna LinkedIn. 

 

  1. Jangan Memposting Konten di Luar Platform Linkedin

Terkadang Anda ingin audiens juga terlibat dengan platform lain selain LinkedIn, bukan? Lalu, Anda pun mengunggah konten yang sama di LinkedIn dan di platform lain. Sayangnya, cara ini sangat tidak disarankan, karena bisa jadi konten yang Anda unggah di platform lain lebih dulu viral dan akibatnya konten di LinkedIn malah semakin tenggelam. Jadi, ada baiknya Anda membuat konten asli hanya di platform LinkedIn saja, sementara untuk platform lain, Anda bisa membuat konten baru.

 

 

Itulah beberapa cara kerja algoritma LinkedIn yang bisa Anda manfaatkan dalam pengembangan bisnis dan promosi di LinkedIn. Anda juga bisa menganalisis kinerja konten Anda di LinkedIn bersama tim dari top digital agency Jakarta, sehingga bisa mendapatkan strategi terbaik untuk memanfaatkan LinkedIn dengan cara yang tepat. Ayo manfaatkan momentum ini dan bagikan konten sebanyak-banyaknya melalui platform LinkedIn agar pengembangan bisnis Anda semakin meningkat.