MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Affiliate Marketing: Pengertian dan Jenis-jenisnya

05 Jan  · 
2 min read
 · 
eye 7.451  
Digital Marketing Strategy

redcomm

Untuk bisa bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, Anda perlu menemukan strategi promosi dan pemasaran yang paling tepat dan adaptif. Salah satunya, Anda bisa mencoba menerapkan affiliate marketing. Apa itu affiliate marketing? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, yuk.

Affiliate Marketing Adalah …

Apakah yang dimaksud dengan affiliate marketing? Pengertian affiliate marketing adalah jenis pemasaran online di mana ada peran para affiliate marketer yang membantu mempromosikan dan menjual produk maupun layanan bisnis dari suatu brand atau perusahaan.

Cara affiliate marketer melakukan promosi dan pemasaran, misalnya memasang link afiliasi yang mereka dapatkan dari advertiser (pemilik bisnis) di situs web, blog, media sosial, maupun cara pemasaran lainnya.

Jika ada audiens (konsumen) yang membeli produk melalui link yang terpasang di situs milik affiliate marketer / publisher tadi, maka publisher akan mendapatkan komisi penjualan.

Jenis-jenis Affiliate Marketing

1. Pay Per Sale (PPS)

Banyak pemilik bisnis menerapkan Pay Per Sale (PPS) karena lebih menguntungkan. Sebab, pemilik bisnis baru membayar komisi affiliate marketer jika sudah terjadi pembelian. 

Artinya, kalau konsumen hanya melakukan klik pada link afiliasi, namun tidak melakukan tindakan selanjutnya yang diharapkan, maka tidak akan ada pembayaran komisi. 

Dengan cara ini, pebisnis bisa mengurangi risiko terjadinya kecurangan akibat jumlah klik yang banyak, tetapi tidak ada sales yang terjadi. 

Di saat yang sama, komisi yang didapatkan oleh marketer bisa lebih besar ketika penjualan terjadi. Besar komisi pada jenis Pay Per Sale umumnya ditentukan oleh pemilik bisnis.

2. Pay Per Click (PPC)

Ada banyak manfaat Pay Per Click bagi bisnis yang akan Anda dapatkan kalau menerapkannya dengan cara yang tepat dan benar.

Pada jenis Pay Per Click (PPC), affiliate marketer akan mendapatkan komisi ketika ada audiens yang melakukan klik pada link afiliasi yang sudah disediakan. 

Jumlah komisi tentunya berdasarkan jumlah klik pada tautan afiliasi, terlepas ada tidaknya penjualan. Umumnya Pay Per Click cocok untuk situs web yang memiliki traffic besar. 

Namun biasanya nominal komisi per klik yang akan marketer dapatkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan jenis affiliate marketing lainnya.

3. Pay Per Lead (PPL)

Jenis affiliate marketing yang dikenal dengan nama PPL atau Pay Per Lead lebih sering diterapkan pada produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi dan targetnya hanya mendatangkan leads sebanyak mungkin. 

Artinya, publisher akan mendapatkan komisi ketika leads atau calon pelanggan potensial melakukan klik pada tautan afiliasi, kemudian mengisi formulir pemesanan, mendaftar, atau mengunduh aplikasi.

Ini menjadi salah satu strategi leads generation yang akan menguntungkan Anda sebagai pebisnis. Sebab, leads yang masuk memiliki potensi besar untuk melakukan pembelian.

Namun dalam kondisi tertentu, pemilik bisnis bisa saja menentukan target konversi tertentu, termasuk ada tidaknya penjualan, untuk menentukan besaran komisi bagi publisher.

Nanti tinggal negosiasinya saja bagaimana. Apakah affiliate marketer akan setuju dengan target konversi yang Anda tetapkan atau tidak. 

4. Two-Tier Affiliate Marketing

Two-Tier affiliate marketing adalah jenis afiliasi berjenjang di mana publisher akan mendapatkan komisi dari tautan yang mereka sebarkan sendiri, sekaligus mendapatkan komisi dari publisher lain yang mereka rekomendasikan untuk ikut program afiliasi ini.

Anda sebagai pebisnis bisa menggunakan jenis affiliate marketing yang satu ini untuk mendapatkan lebih banyak tenaga promosi dan pemasaran. 

Komisi berjenjang tadi juga sekaligus mendorong para afiliator untuk merekrut lebih banyak mitra agar bisa mendapatkan komisi yang lebih besar.

5. Multi-Level Marketing (MLM)

Hampir mirip dengan jenis Two-Tier, jenis MLM pernah berkembang sangat masif di Indonesia.

Model pemasaran ini merupakan pemasaran bertingkat di mana Anda sebagai affiliate marketer tidak hanya menjual produk saja, tetapi perlu merekrut sebanyak mungkin afiliator yang akan menjadi mitra dan partner bisnis Anda.

Komisinya bagaimana? Tentunya semakin banyak afiliator merekrut mitra, semakin besar pula komisi yang akan mereka dapatkan. Sebab, komisi yang diterima merupakan akumulasi dari penjualan pribadi ditambah dengan penjualan dari tim affiliate yang Anda rekrut.

6. Bekerja Sama dengan Influencer

Menerapkan strategi affiliate marketing juga bisa lho bekerja sama dengan influencer. Jadi, ajak saja beberapa influencer yang memiliki jumlah pengikut yang besar untuk menjadi affiliate di bisnis Anda. 

Berikan komisi yang cukup ketika terjadi penjualan sehingga mereka semakin bersemangat. Apalagi influencer sudah memiliki basis pengikut yang besar di media sosial dan mereka punya pengaruh yang kuat untuk mendorong para pengikutnya melakukan pembelian produk dari bisnis Anda.

7. Affiliate Marketing via Email

Cara berikutnya yang juga cukup menjanjikan hasil signifikan adalah memasarkan produk, jasa, maupun layanan bisnis menggunakan email. 

Anda bisa membuat email marketing campaign, menyediakan informasi yang menarik di dalam email, dan menyertakan link afiliasi. 

Selain melakukan promosi dan penjualan, pengiriman email ini juga bisa sekalian membangun hubungan baik dengan pelanggan potensial.


Anda sudah paham pengertian dan jenis-jenis affiliate marketing. Tinggal buat dulu rencana implementasinya atau bisa juga meminta bantuan tim dari digital marketing agency Indonesia yang sudah berpengalaman dalam jenis pemasaran ini. Lalu jangan lupa, terapkan juga Langkah Membangun Affiliate Marketing Program yang Sukses.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER