Bukan hal aneh jika saat ini hampir semua pebisnis menggunakan layanan iklan Google Ads di samping penerapan teknik Search Engine Optimization (SEO) untuk memasarkan jasa maupun produk bisnisnya. Meskipun setiap campaign Google Ads dapat dikatakan sukses dengan menghasilkan jumlah konversi dan pemasukan yang cukup besar, terkadang masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh pebisnis ataupun digital marketer. Setidaknya ada 5 kesalahan pemasangan iklan Google Ads yang perlu Anda hindari agar digital marketing strategy untuk bisnis Anda berjalan lancar.

 

5 Kesalahan Pemasangan Iklan Google Ads yang Perlu Anda Hindari

  1. Mengabaikan Nilai dari Pemilihan Branded Terms

Kesalahan terbanyak pertama yang kerap dilakukan pebisnis, yaitu kurang pertimbangan terhadap tujuan pelanggan menggunakan kata kunci tertentu ketika melakukan pencarian. Padahal dengan menganalisis penggunaan kata kunci tersebut, kemudian dihubungkan dengan branded terms bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya konversi. Branded terms, atau lebih dikenal dengan branded keyword, adalah kata kunci yang berkaitan dengan produk yang Anda tawarkan. Branded keyword memiliki nilai konversi yang lebih baik dibandingkan kata kunci universal yang terkadang dapat menyesatkan. 

 

Kata kunci universal umumnya digunakan saat seseorang melakukan pencarian awal, contohnya kata kunci: lip cream, kopi, kaos. Sementara branded keyword lebih ditargetkan untuk para pelanggan yang sudah tahu apa yang mereka mau. Contoh: kopi Kapal Api, lip cream Wardah, kaos 347. Pemilihan kata kunci yang dapat menciptakan konversi sesungguhnya tidak sesederhana ini, namun apabila Anda bisa memanfaatkan kata kunci merek tersebut, maka tingkat keberhasilan dalam membuat suatu digital marketing campaign akan lebih besar.

 

 

  1. Tidak Mengoptimasi Geographical Targeting

Katakanlah saat ini Anda sudah melayani pengiriman ke seluruh Indonesia bahkan mungkin dunia, namun bukan berarti Anda wajib beriklan di semua lokasi dan platform. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan riset. Anda perlu menganalisis iklan di platform dan lokasi mana saja yang dapat mendatangkan banyak konversi. Dari hasil analisis ini nantinya Anda bisa menentukan digital campaign yang hendak dilakukan lebih baik berfokus di lokasi mana saja dan menggunakan platform apa. Dengan demikian, Anda bisa lebih menghemat anggaran dalam beriklan, tetapi hasilnya tetap maksimal.

 

  1. Melupakan Campaign Setelah Mengatur Google Shopping

Google shopping adalah salah satu metode terbaik untuk pebisnis dalam beriklan. Di sini, Anda tidak perlu repot menyusun hal-hal yang dibutuhkan dalam mengoptimasi iklan di Google Ads, seperti teks  iklan, kata kunci, ataupun item lainnya. Walaupun begitu, Anda tak boleh lepas tangan dan melupakan campaign Google shopping yang telah dimulai. Anda tetap perlu melakukan optimasi terhadap iklan Google shopping Anda.

 

Hal-hal yang butuh dioptimasi saat Anda menggunakan Google shopping adalah pengaturan tawaran atau bid serta anggaran biaya. Lalu perhatikan kata kunci negatif jangan sampai ada dalam campaign tersebut. Maksudnya, Anda harus meninjau kembali term pencarian yang tidak relevan dengan iklan Anda. Jangan lupa untuk membuat product grouping atau mengelompokkan produk sehingga bisa menolong optimasi penawaran. Terakhir, perhatikan informasi atau data feed Anda.

 

 

  1. Lupa Memeriksa Penjadwalan Iklan

Tidak dipungkiri jika saat ini membangun bisnis online terasa jauh lebih menggiurkan dibandingkan dengan toko ritel. Penyebabnya, karena produk Anda bisa dijual kapan pun, kepada siapa pun, dan dari mana pun Anda berada. Di sisi lain, menjalankan bisnis online tetap ada tantangannya sendiri, yaitu memaksimalkan strategi digital marketing yang tepat. 

 

Google Ads adalah salah satu strategi digital marketing yang masih dipercayai bisa membantu Anda mengembangkan bisnis karena dapat memberikan keuntungan sesuai harapan. Di saat yang sama, Anda harus secara rutin memeriksa kembali agenda yang telah Anda susun untuk meningkatkan performa iklan Anda, mengingat tidak semua pelanggan memiliki keinginan untuk berbelanja di waktu yang sama. 

 

Ada pelanggan yang melakukan pencarian untuk produk tertentu di siang hari. Sementara pelanggan lainnya lebih senang berburu produk yang diinginkan pada sore hari. Ada lagi yang baru berselancar di internet dan mengetikkan kata kunci tertentu untuk mencari produk yang mau dibeli saat hendak tidur di malam hari. Dengan kebiasaan pelanggan yang berbeda-beda ini, tentu saja Anda harus rajin-rajin memeriksa penjadwalan iklan agar bisa menjangkau semua target pelanggan. 

 

 

  1. Sangat Bergantung pada Satu Fitur Utama Google Ads 

Tahukah Anda, bahwa melakukan pemasaran digital untuk bisnis online melalui iklan Google Ads tidak lagi hanya sekadar beriklan dengan memilih kata kunci yang tepat serta menggunakan teknik penulisan copywriting yang menarik perhatian audiens saja. Karena kalau Anda ingin bisa tetap bersaing dengan kompetitor, Anda harus  berani bereksperimen dengan fitur lain yang disediakan Google Ads

 

Beberapa fitur Google Ads yang bisa Anda manfaatkan untuk mempromosikan bisnis Anda, misalnya fitur search remarketing, Google shopping, dynamic display remarketing, ads  extension, serta masih banyak lainnya.

 

Untuk mendapatkan hasil terbaik memang perlu trial dan error. Oleh karena itu, beranikan diri Anda untuk mencoba dan melakukan eksperimen dengan berbagai fitur pendukung iklan yang tersedia di Google Ads. Jangan lupa juga berfokus pada area penting yang bisa memaksimalkan digital campaign Anda, serta jangan lakukan 5 kesalahan pemasangan iklan Google Ads yang perlu Anda hindari.