Pada artikel bagian satu mengenai video marketing untuk bisnis online, Anda sudah mengetahui jenis video marketing dan 3 hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan video marketing. Pada artikel kali ini, Anda bisa mempelajari 4 poin penting berikutnya, yang lumayan krusial dan bisa membuat video marketing Anda berbeda dari kebanyakan video yang sudah tayang di berbagai platform online

 

4 Hal Utama dalam Pembuatan Video Marketing untuk Bisnis Online

  1. Sesuaikan Konsep Video dengan Target Audiens

Target audiens memegang peranan penting dalam kesuksesan video marketing yang akan Anda rilis. Maka, lakukan penyesuaian terlebih dahulu antara konsep video yang hendak Anda buat, dengan target audiens yang ingin Anda raih. 

 

 

Jika target audiens Anda adalah generasi milenial, Anda perlu membuat konsep video yang dekat dengan keseharian mereka. Tema-tema, seperti perjuangan meraih cita-cita, cinta, patah hati, bangkit dari kegagalan, persahabatan, dan aktivitas penuh tantangan, akan selalu menarik minat generasi milenial. 

 

Sementara kalau target audiens Anda adalah keluarga, pasangan suami istri, atau profesional muda, maka kisah tentang kehidupan rumah tangga, suami istri yang menunggu momongan, konflik menantu dan mertua, atau yang kontroversial, misalnya tentang perselingkuhan, bisa Anda angkat untuk menarik perhatian mereka. 

 

Hanya saja, Anda perlu memperhatikan pula mengenai isi cerita. Buatlah alur cerita yang berbeda dari kebanyakan cerita yang sudah beredar di luar sana. Jika perlu, sajikan hal baru yang mungkin belum terpikirkan oleh pembuat video lainnya. 

 

  1. Sampaikan Pesan dengan Cara yang Sangat Halus

Tayangan video yang memikat dan bisa diingat oleh penonton dalam waktu yang lama adalah tayangan yang berisi suatu pesan, baik yang menghangatkan hati, menginspirasi, memberi motivasi, menghibur dengan humor menggelitik, bahkan bisa jadi mengundang iba. 

 

Ada storytelling yang perlu Anda sertakan pada bagian ini sehingga ketika menonton video, audiens awalnya hanya menikmati ceritanya. Setelahnya, baru mereka memperhatikan detailnya dan menemukan “wow” momen dari promosi produk yang Anda sisipkan.

 

Salah satu contoh video marketing yang menarik untuk dipelajari adalah mini series yang pernah diluncurkan XL Axiata dengan judul #MemilihMaju. Di dalam tayangan tersebut, dikisahkan tentang sekelompok anak muda yang sedang bekerja bersama untuk membuat konten. 

 

Itu adalah proyek pertama mereka dan pastinya ada banyak harapan untuk meraih sukses. Di saat yang sama, muncul pula konflik-konflik kecil, mulai dari cinta, penyamaan visi misi, ide-ide, dan sebagainya. Ada alur cerita yang dibuat sedemikian rupa untuk menimbulkan konflik sekaligus membangun rasa penasaran penonton. 

 

Coba Anda cari dulu channel YouTube tersebut dan perhatikan, bagaimana XL Axiata menyematkan setiap iklan mereka dengan cara yang sangat halus, sampai penonton pada mulanya tak terlalu menyadari bahwa promosi "iklan" mereka menjadi satu dengan alur ceritanya Luvita dan Dinda (dua tokoh di dalam mini series tersebut). 

 

 

 

Dari potongan gambar di atas, bisa Anda lihat bahwa sepanjang film, para tokoh cerita tidak secara habis-habisan mengulas tentang produk XL, namun mereka langsung menunjukkannya saat Luvita dan Dinda berkirim pesan melalui aplikasi chat dan terlihat tulisan XL Axiata, untuk menunjukkan tidak ada delay dalam proses pengiriman pesan. 

 

Begitu pun ketika Luvita dan Dinda melakukan panggilan video untuk berkomunikasi. Tulisan XL Axiata kembali hadir dan menunjukkan, video call pakai jaringan XL Axiata lancar lho, tidak reconnecting melulu. 

 

Contoh mini series XL Axiata ini hanyalah satu dari sekian banyak video marketing yang sudah beredar di berbagai platform online, yang bisa Anda tonton dan pelajari. Kemudian, carilah ide-ide baru yang lebih segar, yang mungkin malah lebih baik dari yang sudah ada. 

 

Ingat, softselling tetap menjadi cara terbaik untuk pemasaran secara luas, tidak hanya untuk video marketing saja. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan ada nilai-nilai yang tergambar jelas di dalam alur cerita video yang Anda buat demi menggugah audiens secara emosional. 

 

Tempatkan pula Call to Action di dalam video tersebut, dengan cara yang sangat halus, misalnya pada bagian caption, atau disematkan secara samar misalnya tertulis di dinding ruangan yang menjadi latar belakang para tokoh.

 

  1. Pendukung Berupa Tulisan, Gambar, maupun Suara, Harus Jelas

Di dalam pembuatan video marketing, berbagai pendukung yang memperkuat cerita, termasuk dalam hal menyisipkan iklan, haruslah terlihat jelas. Contohnya seperti pada poin dua, di mana tulisan XL Axiata benar-benar terlihat jelas dan tidak buram. 

 

Elemen lain, berupa musik yang menjadi latar, pencahayaan, setting, dan sebagainya, juga harus diperhatikan sedemikian rupa sehingga meningkatkan kualitas video menjadi semakin baik. Jangan sampai karena ingin video terlihat keren dan kekinian, lalu Anda menggunakan musik yang terlalu riuh sebagai latar sehingga dialog para tokoh malah jadi tak terdengar. Ini sudah pasti akan mengganggu dan mengurangi kenyamanan penonton dalam menikmati tayangan video Anda.

 

 

  1. Tayangkan Video Berdurasi antara 15-30 Menit Saja

Hal terakhir yang juga perlu Anda perhatikan dan diatur dengan sebaik mungkin adalah durasi tayang video marketing. Usahakan setiap video, durasinya hanya sekitar 15 sampai 30 menit saja, terutama kalau Anda membuat semacam mini seri. Jika videonya hanya single, durasi waktu 15-30 menit ini pun dipercayai banyak digital marketer sebagai waktu yang paling ideal, agar penonton tidak langsung bosan menonton video-video Anda.

 

Baik video single maupun video mini seri yang ceritanya bersambung, usahakan pada awal tayangan jangan langsung memasukkan iklan. Seperti pada point 2 di artikel ini, Anda perlu membangun alur cerita terlebih dahulu dan membangkitkan rasa penasaran penonton. Tujuannya, agar penonton mau menonton tayangan video Anda ini hingga selesai. Untuk pesan promosi, sisipkanlah mulai pertengahan hingga akhir dengan cara yang sangat halus, atau mungkin dalam bentuk show, don't tell. Istilah ini bisa diartikan, tunjukkan pesan iklan Anda dalam tindakan, jangan diceritakan atau dibahas blak-blakan.

 

Nah, lengkap sudah 7 hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam proses pembuatan video marketing untuk bisnis online, yang dibahas di dalam 2 artikel terpisah. Ini hanyalah sebagian kecil. Masih ada banyak hal lagi yang perlu Anda pelajari untuk membuat video marketing yang bisa membantu Anda meningkatkan kesuksesan bisnis online Anda. 

 

Jika butuh bantuan ahli dalam proses pembuatan video marketing yang tepat sasaran, Anda bisa mengajak videografer berpengalaman untuk bekerja sama, atau bekerja sama dengan tim creative branding agency yang merupakan salah satu divisi dalam best digital agency di Jakarta. Daripada bingung, Anda juga bisa langsung menghubungi Redcomm.