Perkembangan teknologi informasi membuat brand bisa mencoba digital marketing strategist yang beragam. Salah satunya, menggunakan Twitter marketing. Twitter menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap digital marketing campaign yang dilakukan oleh berbagai brand. Walaupun tidak dipungkiri, platform Twitter terbilang lebih unik, sehingga butuh strategi yang lebih terencana dan tepat sasaran agar melakukan promosi di platform tersebut bisa berhasil layaknya campaign yang diadakan di Facebook dan Instagram.

 

Masa pandemi sepanjang tahun 2020 hingga saat ini, telah mengubah perilaku pengguna internet, termasuk netizen Twitter. Brand perlu bekerja lebih keras untuk mempertahankan keterhubungan dengan audiens mereka, mulai dari berusaha membuat konten yang kuat, unik, dan mampu menarik perhatian para audiens. Sayangnya, di waktu-waktu tertentu, semua itu malah menjadi bumerang yang menghancurkan. Penyebab kehancuran atau kegagalan campaign di Twitter adalah terjadinya kesalahan yang sengaja atau tak sengaja dilakukan.

 

Kesalahan dalam Twitter Marketing yang Harus Dihindari

 

Berikut adalah beberapa kesalahan dalam Twitter marketing yang harus Anda hindari agar internet marketing business Anda bisa berjalan sesuai harapan!

 

  1. Tidak Memperhatikan Topik yang Sedang Trending

Tema atau topik bahasan apa yang sedang trending hari ini? Apakah topik teknologi, kecantikan, kesehatan, makanan, atau ada lagi yang lainnya? Dua pertanyaan tadi seharusnya menjadi dasar dan pusat perhatian, sebelum Anda melakukan Twitter marketing. 

 

Tidak peduli brand Anda bergerak di bidang apa pun, Anda tetap harus memperhatikan trend yang sedang berlangsung. Dengan begitu, Anda bisa melihat apa yang sedang ramai dibicarakan oleh warga Twitter, dan tentunya bisa membantu untuk memutuskan strategi konten yang akan diambil. 

 

Biasakan selalu memperbaharui trend terbaru. Sebab, brand yang biasa memantau trending topic umumnya akan lebih mampu menciptakan konten yang menunggangi arus, dan mendapatkan keuntungan dalam meningkatkan followers mereka.

 

 

  1. Tak Ada Pertimbangan Analisis Sentimen Twitter

Semua media sosial bisa tetap eksis karena ada pengguna setia, seperti user unik yang akan mengikuti akun-akun sesuai selera mereka, serta mengunggah berbagai konten yang berhubungan dengan apa yang sedang mereka pikirkan atau rasakan. 

 

Oleh karena itu, analisis sentimen Twitter sangat krusial untuk brand, sebab bisa memberitahu Anda lebih banyak mengetahui hal-hal penting tentang perilaku audiens Anda, seperti mengetahui apa yang mereka sukai, apa yang menarik perhatian mereka, dan engagement rate Twitter yang bisa Anda pertimbangkan untuk membuat konten yang bereaksi positif kedepannya. 

 

  1. Menggunakan Hashtag Tanpa Riset Mendalam

Penggunaan hashtag di media sosial sangatlah penting, tak terkecuali untuk Twitter. Namun, sebelum memutuskan menggunakannya, pastikan Anda sudah melakukan research hashtag secara mendalam terlebih dahulu. Sebab, jika sembarangan meletakkan tagar dalam postingan, hal tersebut tidak akan memberikan banyak perubahan. Selain itu, gunakan tagar dengan porsi yang cukup, dan relevan dengan postingan. Tujuannya, supaya bisa menarik lebih banyak audiens.

 

  1. Hanya Me-Retweet Tweet yang Menyebut Brand Anda

Melakukan retweet pada tweet yang menyebut brand Anda memang sangat baik, namun jangan sampai isi akun media sosial bisnis Anda hanya berisi hasil retweet saja. Anda harus tetap membuat konten sendiri dan membagikan tweet lain yang sekiranya sesuai dengan interest followers Anda, tapi tidak bertentangan dengan citra brand.

 

  1. Gagal Berinteraksi dengan Followers

Anda dan tim digital agency sudah bekerja keras untuk membuat konten terbaik di Twitter. Maka, agar hasilnya lebih maksimal, Anda sebagai pemilik akun harus membangun interaksi secara aktif dengan followers Anda. Melakukan interaksi secara teratur dengan pengikut Anda memiliki dampak yang besar dan bisa membuat mereka menjadi audiens setia yang tetap ada setiap kali Anda mengunggah tweet baru.

 

 

  1. Hanya Memeriksa Insight untuk Tweet yang Menonjol

Memang sangat bagus ketika Anda memeriksa tweet yang performanya baik. Namun, jauh lebih baik jika Anda juga memperhatikan tweet yang interaksinya sedikit. Dengan begitu, Anda bisa menganalisis, mengapa beberapa tweet tak mampu menonjol dan menciptakan interaksi yang baik dengan para pengikut? Apakah ada kesalahan penulisan, ataukah terlalu membosankan? Nah, jika Anda sudah menemukan faktor penyebab insight tweet kurang menonjol, Anda bisa melakukan perbaikan pada tweet selanjutnya, agar pengikut mau berinteraksi dengan tweet Anda. 

 

  1. Kurangnya Konsistensi

Ketika melakukan digital marketing social media, termasuk di Twitter, Anda wajib konsisten dalam mengunggah konten. Apalagi ketika Anda berhasil meraih hati para pengikut, pastikan Anda teratur mengisi akun bisnis dengan konten yang menarik, serta tetap menyertakan ciri khas utama brand Anda. Ciri khas sangat penting, sebab hal tersebut bisa menggambarkan semua hal tentang brand Anda, dan bagaimana Anda ingin para pengikut melihat brand yang sedang Anda kembangkan.

 

  1. Mengunggah Hal yang Sama Sepanjang Hari

Insight dari Twitter audience akan memberitahukan Anda mengenai apa yang disukai oleh pengikut Anda. Oleh karena itu, jika Anda selalu membuat tweet tentang hal yang sama sepanjang hari, kemungkinan yang bisa terjadi adalah para followers jadi merasa bosan. Maka, usahakan untuk membuat tweet yang tidak hanya menarik perhatian, tapi juga berbeda-beda sepanjang hari. Anda bisa mencoba tweet giveaway atau undian kecil-kecilan yang menghasilkan banyak engagement.

 

  1. Tidak Menggunakan Feature Baru

Apakah Anda sudah tahu tentang fleets Twitter? Fleets merupakan fitur baru yang bisa dikatakan sebagai tweet story. Cara kerja dan sistemnya kurang lebih sama dengan story di media sosial lain. Jika Anda belum mencobanya, maka mulai hari ini segera memanfaatkannya. Jangan sampai akun brand Anda tertinggal dan akhirnya dilupakan oleh para followers.

 

 

  1. Tidak Mengikuti Siapa pun

Berapa banyak akun yang Anda ikuti pada Twitter milik brand? Apakah cukup banyak, ataukah tidak ada sama sekali? Banyak yang mengira jika brand tak perlu mengikuti siapa pun, sebab bisa mempengaruhi brand itu sendiri. Padahal, tidak ada salahnya mengikuti beberapa publik figur atau lainnya yang berpotensi meningkatkan engagement pada akun Twitter Anda.

 

Itulah 10 kesalahan yang biasa terjadi dalam melakukan Twitter marketing. Pastikan Anda tidak akan mengulang kesalahan tersebut yang bisa mengakibatkan akun bisnis Anda ditinggalkan oleh followers.