knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE
DeepSouth: Superk...

DeepSouth: Superkomputer Neuromorfik Setara Otak Manusia dan Dampaknya

04 Mar  · 
7 min read
 · 
eye 933  
Teknologi

Superkomputer Neuromorfik Setara Otak Manusia dan Dampaknya

Pada April 2024, Western Sydney University di Australia telah meluncurkan salah satu terobosan terbesar di dunia teknologi, yaitu superkomputer neuromorfik bernama DeepSouth

Dengan kapasitas mengolah 228 triliun operasi sinaptik per detik, DeepSouth bukan sekadar superkomputer biasa, melainkan sistem canggih yang mampu meniru cara kerja otak manusia.

Bahkan teknologi ini juga berpotensi menciptakan otak cyborg dengan kekuatan melebihi otak manusia sehingga bisa lebih efisien dalam pengelolaan energi maupun kecepatan pemrosesan data.

Lahirnya teknologi ini juga digadang-gadang menjadi titik terang baru dalam riset kecerdasan buatan (AI) dan neurosains. 

Simak yuk apa saja keistimewaan DeepSouth, cara kerja otak manusia, implikasi kolaborasi neurosains dan AI, serta dampak DeepSouth terhadap perkembangan AI dan strategi digital marketing di artikel Redcomm Knowledge kali ini.

Keistimewaan DeepSouth yang Mampu Meniru Efisiensi Otak Manusia

Otak manusia dikenal sebagai mesin pemrosesan paling efisien di dunia. Dengan konsumsi daya hanya sekitar 20 watt, otak manusia mampu melakukan sekitar 1 kuadriliun operasi per detik, menurut studi dari Human Brain Project.

DeepSouth hadir sebagai simulasi digital yang mencoba meniru efisiensi tersebut. Dibandingkan superkomputer tradisional yang haus daya, DeepSouth dirancang menggunakan prinsip neuromorfik, yaitu arsitektur yang meniru sistem saraf biologis manusia.

Hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Ralph Etienne-Cummings dari Universitas Johns Hopkins Baltimore, bahwa DeepSouth akan menjadi terobosan dalam studi ilmu saraf.

Salah satu tantangan terbesar dalam neurosains adalah memahami cara kerja jaringan saraf kompleks dalam otak manusia. 

Menurut Dr. André van Schaik, Direktur Pusat Internasional Sistem Neuromorfik di Western Sydney University, keterbatasan simulasi skala besar menjadi penghalang utama riset selama ini. 

Dengan hadirnya DeepSouth, simulasi skala penuh mendekati jaringan otak manusia akhirnya bisa dilakukan.

Bisa dikatakan, kehadiran DeepSouth akan membuka gerbang baru bagi studi neurosains dan Artificial Intelligence (AI), atau kecerdasan buatan, termasuk untuk perkembangan bisnis.

Implikasi Kolaborasi Neurosains dan AI Menciptakan AI Masa Depan

Kehadiran DeepSouth tak hanya menarik perhatian kalangan ilmuwan neurosains, tetapi juga para pelaku industri kecerdasan buatan (AI) dan digital marketing strategist

AI generative, yang saat ini mendominasi banyak platform digital, akan mendapat suntikan inovasi baru melalui teknologi neuromorfik. 

Dengan kemampuan meniru cara otak bekerja, AI di masa depan akan mampu:

  • Memahami emosi dan konteks percakapan lebih baik.
  • Merespons pelanggan dengan empati berbasis kecerdasan emosional buatan.
  • Melakukan segmentasi audiens secara real time berdasarkan pola pikir dan perilaku pengguna yang ditangkap melalui data neuromorfik.
  • Memprediksi tren pasar dengan akurasi mendekati intuisi manusia.

Dampak Langsung DeepSouth Terhadap Strategi Digital Marketing

Bagi Anda para pelaku digital marketing, teknologi neuromorfik seperti DeepSouth bukan sekadar inovasi sains, melainkan lompatan besar dalam memahami perilaku konsumen. 

Berikut beberapa skenario dampak yang bisa Anda rasakan:

1. Hyper-Personalisasi Konten dan Iklan

Dengan analisis pola pikir dan emosi berbasis data neuromorfik, strategi personalisasi akan naik level. 

Iklan programatik tak lagi sekadar menargetkan demografi, tetapi juga menyesuaikan mood, gaya komunikasi, hingga pola konsumsi informasi setiap individu.

2. Chatbot dan Customer Service Berbasis Empati

DeepSouth membuka peluang bagi pengembangan AI conversational yang lebih manusiawi. 

Jika diimplementasikan ke teknoogi chatbot, maka chatbot masa depan tak hanya menjawab pertanyaan teknis, tetapi mampu mendeteksi ketidaksabaran pelanggan. 

Bahkan tak menutup kemungkinan bisa juga memberi respons dengan nada yang menenangkan, hingga menawarkan solusi yang disesuaikan dengan preferensi emosional pelanggan.

3. Prediksi Tren Konsumen dengan Akurasi Tinggi

Dengan meniru cara kerja otak manusia, DeepSouth memungkinkan marketer memprediksi perubahan tren lebih awal. 

Kombinasi antara data perilaku historis dan intuisi berbasis model neuromorfik akan menciptakan sistem prediksi yang nyaris presisi.

4. Pengolahan Data First-Party yang Lebih Efisien

Di tengah ketatnya regulasi privasi data (seperti GDPR), teknologi neuromorfik memungkinkan pengolahan data first party dengan efisien. 

Sistem dapat menyaring data penting dari interaksi pengguna tanpa perlu menyimpan data pribadi berlebih, sehingga meminimalisir risiko pelanggaran privasi.

5. Sinergi Neuromorfik dan Ekonomi Kreator

Selain digital marketing, creator economy juga akan menikmati manfaat dari kemajuan teknologi neuromorfik. AI generatif yang lebih cerdas memungkinkan kreator:

  • Menghasilkan ide konten berbasis tren psikologis audiens.
  • Mengedit video, menulis naskah, hingga membuat desain grafis dengan gaya personal yang konsisten.
  • Menjalin interaksi lebih mendalam melalui avatar AI yang memahami emosi pengikutnya.

Menurut laporan McKinsey & Company, ekonomi kreator diperkirakan tumbuh hingga USD 104,2 miliar pada tahun 2025, didorong oleh integrasi AI yang semakin canggih. 

Di dalam artikel yang berjudul “Building a Creator Economy” dari sumber yang sama juga dijelaskan bahwa AI bisa menjadi tools yang mendukung kerja para kreator, dan menyederhanakan proses pembuatan konten.

Misalnya, Anda adalah seorang arsitek yang ingin menampilkan desain bangunan lengkap dengan suasana sekitarnya, mulai adanya pepohonan di musim dingin, suasana musim kering, dll, akan mudah dimudahkan dengan AI alih-alih membuatnya secara tradisional. 

Atau contoh lain, Anda bisa lebih praktis menggunakan AI seperti ASKDEA untuk membuat foto produk dan caption.


Pada akhirnya, DeepSouth bukan sekadar proyek ambisius di ranah neurosains. Kehadirannya membawa dampak langsung bagi dunia digital marketing dan strategi pemasaran berbasis data. 

Apalagi ada dukungan teknologi neuromorfik, tentunya membuat masa depan digital marketing akan bergerak menuju era hyper personalized marketing, di mana setiap kampanye didesain dengan empati buatan yang meniru cara berpikir manusia.

Mampukah bisnis Anda beradaptasi dengan era baru ini? Atau justru tersingkir oleh mereka yang lebih dulu mengintegrasikan kecerdasan neuromorfik dalam strategi pemasarannya? 

Mari persiapkan diri dan brand Anda menyongsong masa depan digital yang lebih cerdas dan manusiawi dengan update berita teknologi terbaru di Redcomm Knowledge.

Selain itu, baca juga tentang 4 Tren AI yang Membantu Ekonomi Kreator dan Cara Mengambil Keuntungannya.


Referensi:

  • Petit, Marc. Building a creator economy. www.mckinsey.com. Diakses pada 4 Maret 2025.
  • University, Western Synedy. ICNS to build brain-scale supercomputer. www.westernsydney.edu.au. Diakses pada 4 Maret 2025.
  • Madhavan, Advait. Brain-Inspired Computing Can Help Us Create Faster, More Energy-Efficient Devices — If We Win the Race. www.nist.gov. Diakses pada 4 Maret 2025.
  • Project, Human Brain. Learning from the brain to make AI more energy-efficient. www.humanbrainproject.eu. Diakses pada 4 Maret 2025.
  • Vicinanza, Domenico. A new supercomputer aims to closely mimic the human brain — it could help unlock the secrets of the mind and advance AI. www.theconversation.com. Diakses pada 4 Maret 2025..
SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER