MENU
SEARCH KNOWLEDGE

ChatGPT Memiliki Kompetitor Baru, Hadir Inflection AI yang Lebih Canggih

 · 
2 min read
 · 
eye 835  
Technology

redcomm

Inflection AI, sebuah pesaing baru bagi OpenAI, didirikan oleh Mustafa Suleyman, salah satu pendiri Google DeepMind, dan Reid Hoffman, salah satu pendiri LinkedIn

Perusahaan ini berfokus pada pengembangan produk AI untuk konsumen, dan baru saja merilis chatbot bernama Pi bulan lalu. Pi menggunakan teknologi AI generatif mirip dengan ChatGPT dan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan mengajukan pertanyaan.

Inflection AI berencana untuk menciptakan produk kecerdasan buatan yang dipersonalisasi untuk membantu individu dalam perencanaan, penjadwalan, dan pengumpulan informasi. 

Dengan modelnya, Inflection-1, yang menjadi dasar dari chatbot Pi, perusahaan ini mengklaim kinerjanya melampaui sebagian besar model bahasa yang ada, menjadikannya pemimpin di lapangan.

Microsoft dan Nvidia Bergabung dalam Pendanaan Inflection AI

Inflection AI sukses mengumpulkan pembiayaan sebesar USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 19,5 triliun dalam perkembangan besar dunia kecerdasan buatan. 

Perusahaan ini berhasil mendapatkan dukungan dana yang signifikan dari beberapa investor ternama. Salah satu kontributor utama adalah Microsoft, perusahaan teknologi raksasa yang sebelumnya juga telah dikenal sebagai investor di OpenAI, pengembang utama ChatGPT. 

Selain Microsoft, Nvidia, perusahaan khusus dalam pengolahan grafis, juga turut tercatat dalam daftar investor Inflection AI.

Keikutsertaan Microsoft dan Nvidia dalam pendanaan ini menarik perhatian dan menegaskan kepercayaan mereka terhadap potensi luar biasa yang dimiliki Inflection AI dalam merevolusi lanskap kecerdasan buatan. 

Dengan dukungan finansial dari perusahaan-perusahaan ternama ini, Inflection AI diposisikan untuk terus mengembangkan teknologi AI yang inovatif dan berdampak luas bagi berbagai sektor. 

Minat dan investasi dari raksasa industri semacam Microsoft dan Nvidia memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan dan penerapan teknologi AI di masa depan. 

Potensi revolusioner Inflection AI diharapkan akan membuka peluang baru dan mendorong perkembangan lebih lanjut dalam dunia kecerdasan buatan.

Momentum Inflection AI: Menghadapi OpenAI dengan Cluster Komputasi Nvidia H100

CEO Inflection AI, Mustafa Suleyman, berencana untuk meningkatkan modal perusahaan untuk membangun kemampuan komputasi yang lebih maju. 

Perusahaan akan menggunakan sebagian besar modal untuk membangun cluster komputasi yang menampilkan sekitar 22.000 chip Nvidia H100, dengan daya komputasi tiga kali lebih besar daripada yang digunakan untuk melatih GPT4.

Lonjakan minat investor dalam industri AI terjadi dalam beberapa bulan terakhir, didorong oleh kesuksesan baru-baru ini dari ChatGPT OpenAI dan ambisi Inflection AI dalam mengembangkan teknologi AI yang berbeda. 

Perkembangan ini menjanjikan masa depan yang cerah baik untuk bisnis maupun konsumen dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.

Model bahasa Inflection-1 bersaing dengan GPT-3.5 dalam tes logika, mengejar peningkatan performa

Inflection-1, sebuah model bahasa besar yang dikembangkan oleh Inflection, telah berhasil melewati uji coba dengan ukuran dan kapabilitas yang sebanding dengan model GPT-3.5 yang dikembangkan oleh OpenAI.

Inflection menyatakan bahwa model Inflection-1 yang mereka kembangkan mampu bersaing bahkan melampaui model lain seperti GPT-3.5, LLaMa, Chinchilla, dan PaLM-540B berdasarkan pada ukuran dan kinerja yang dicatat dalam "technical note."

Hasil uji coba yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa Inflection-1 menunjukkan performa yang baik dalam tes logika dasar dan berbagai tingkat pengetahuan, termasuk pada tingkat sekolah menengah dan sekolah menengah atas. 

Namun, dalam hal pemrograman, Inflection-1 masih kalah dibandingkan dengan GPT-3.5.

Inflection mengungkapkan rencananya untuk merilis pengembangan model mereka yang lebih tinggi, setara dengan GPT-4 dan PaLM-2(L), apabila hasil uji coba menunjukkan hasil yang memuaskan. 

Dengan demikian, Inflection berusaha untuk terus meningkatkan performa model bahasa mereka dan tetap berkompetisi di dunia kecerdasan buatan.

Masa Depan AI yang Cerah: Mengikuti Tren Perkembangan AI

Dengan perluasan kemampuan dan penawarannya, Inflection AI memperkuat posisinya sebagai pesaing serius di dunia AI. Perkembangan teknologi ini menjadi acuan bagi industri kecerdasan buatan berikutnya. 

Dengan lonjakan minat investor dan rencana ambisius Inflection AI dalam mengembangkan AI, masa depan teknologi AI diprediksi akan semakin menarik untuk diikuti.


Di zaman yang semakin canggih ini, banyak perusahaan besar menggandeng AI untuk mengoptimalkan bisnisnya. Ketahuilah bagaimana Amazon Menggunakan AI Generatif untuk Menarik Pelanggan.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER