MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Harvard Menggunakan Chatbot AI untuk Mendukung Pembelajaran Mahasiswa

 · 
1 min read
 · 
eye 770  
Technology

redcomm

Universitas Harvard di Amerika Serikat telah memperkenalkan teknologi AI sebagai alat pengajaran bagi mahasiswanya. Pada musim gugur mendatang, mulai dari bulan September hingga Desember, para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Ilmu Komputer dengan judul "Introduction to Computer Science (kode mata kuliah CS50)" akan belajar menggunakan chatbot berbasis AI. 

Harvard telah mengembangkan model bahasa AI sendiri untuk mendukung proses pengajaran di kampus ini. Chatbot AI ini hadir untuk membantu mahasiswa dalam melakukan debug code, memberikan umpan balik terhadap kode yang mereka buat, serta menjawab pertanyaan seputar kesalahan pengkodean.

Mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan tentang kesalahan apa yang ditemukan pada kode mereka atau bagian kode mana yang tidak dikenali oleh sistem. 

Menurut David J. Malan, seorang profesor di kelas CS50, kehadiran chatbot AI ini dianggap sebagai bantuan yang berarti dalam proses pembelajaran mahasiswa. Mahasiswa juga dapat mengakses alat ini kapan pun selama 24 jam sehari.

Malan menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menciptakan rasio pembelajaran satu banding satu antara dosen dan guru di kelas CS50 melalui penggunaan AI. Diharapkan alat ini dapat memberikan dukungan pembelajaran yang dapat diakses oleh mahasiswa setiap saat dan sesuai dengan gaya belajar individu.

Chatbot AI yang Digunakan

Perubahan ini merupakan langkah cepat yang dilakukan Harvard dalam mengimplementasikan teknologi AI dalam kurikulum mereka. Sebelumnya, mereka belum menggunakan AI dalam pembelajaran hingga akhir tahun 2022.

Pihak kampus memilih untuk mengembangkan model bahasa AI mereka sendiri dengan nama "bot CS50" yang sesuai dengan nama kelas.

Chatbot CS50 ini dapat memberikan jawaban instan seperti ChatGPT dan AI lainnya, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk tetap termotivasi dan mengarahkan proses pembelajaran mereka hingga mereka menemukan jawaban sendiri.

Chatbot buatan Harvard ini juga tersedia untuk diakses oleh mahasiswa dari luar universitas dan dapat diakses melalui platform edX, yang merupakan kursus online terbuka terbesar di AS yang dibuat oleh Harvard dan MIT.

Mahasiswa non-Harvard dapat mengambil kursus ini secara gratis dan mengikuti kelas selama 11 minggu. 

Selain itu, dosen dari kampus lain juga dapat mengakses lisensi materi dari platform edX untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas mereka.

Fitur ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang tepat dalam menjawab pertanyaan spesifik dari mahasiswa baik dalam konteks pembelajaran online maupun offline.

Pendidikan Masa Depan

Kehadiran chatbot AI ini mencerminkan masa depan pendidikan. Sejak kemunculan ChatGPT pada November 2022, para guru dan dosen telah menghadapi tantangan dalam menilai tugas yang dikirimkan oleh mahasiswa melalui ChatGPT. 

Bahkan, ada beberapa profesor dari Texas A&M University-Commerce yang menolak menilai tugas yang diduga dibuat oleh ChatGPT. Alat deteksi tulisan AI yang populer belakangan ini tampaknya tidak dapat memberikan bantuan yang signifikan karena fokusnya hanya pada format tulisan, bukan pada bahasa pemrograman. 

Untuk menghindari spekulasi dan rumor yang tidak jelas mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran di kampus, Malan memberikan beberapa saran. Ia menekankan pentingnya berpikir secara kritis ketika mahasiswa menginput informasi ke dalam tugas yang dibuat, baik itu dari hasil karya manusia maupun chatbot. 

Malan juga menyoroti bahwa chatbot ini dapat terus ditingkatkan melalui masukan dari mahasiswa dan dosen, sehingga chatbot tersebut dapat menjadi bagian integral dari proses pembelajaran.


Jika Anda tertarik untuk menggunakan teknologi dalam pemasaran, ketahuilah terlebih dahulu Manfaat Penerapan Digital Marketing untuk Bisnis di Era Teknologi

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER