MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Cara Memilih dan Menerapkan Schema Markup

29 May  · 
1 min read
 · 
eye 1.950  
SEO & SEM

redcomm

Schema markup adalah salah satu strategi SEO yang bisa membantu meningkatkan peringkat situs di mesin pencari, mendatangkan lebih banyak kunjungan atau traffic organik, serta meningkatkan peluang terjadinya konversi. Dengan catatan, Anda memilih dan menggunakan schema markup yang tepat. Nah, cari tahu caranya dengan membaca artikel ini sampai selesai,yuk

Cara Memilih Schema Markup

Pada artikel sebelumnya, yang berjudul Jenis-jenis Schema Markup, telah disebutkan bahwa Google mampu mengenali 32 jenis skema. 

Artinya, tinggal Anda nih yang memilih schema markup paling relevan dan tepat untuk situs Anda sehingga bisa dikenali Google dengan mudah. Untuk itu, ikuti langkah-langkah memilih schema markup berikut:

1. Kenali Jenis Konten di Website

Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebelum memutuskan menggunakan schema markup adalah mengenali jenis konten yang ada di website.

Jika konten di situs web banyak berbentuk artikel, maka gunakan article schema markup.  Sementara jika situs Anda merupakan e-commerce, maka penggunaan schema markup produk jauh lebih tepat.

Setiap jenis konten memiliki schema markup yang berbeda dan pemilihan yang tepat akan memudahkan robot mesin pencari mengenai berbagai informasi yang ada di suatu situs web.

2. Lakukan Riset Kata Kunci

Jika sudah tahu jenis konten yang paling banyak tersedia dalam website, selanjutnya Anda perlu melakukan riset kata kunci. 

Keyword research atau riset kata kunci bertujuan untuk mencari dan menentukan kata kunci yang paling relevan dengan konten di situs web.

3. Gunakan Alat Bantu Pembuatan Schema Markup

Untuk memudahkan proses pembuatan markup skema, Anda bisa menggunakan alat bantu, seperti schema.org, Google Structured Data Markup Helper, dan JSON-LD Markup Generator. Pilih salah satu saja yang paling mudah Anda gunakan dari ketiga tools tersebut ya.

Cara penggunaannya, Anda tinggal memasukkan informasi yang diperlukan, kemudian kode markup akan otomatis tersedia dan bisa Anda sematkan pada situs.

4. Baca Rekomendasi Mesin Pencari

Mesin pencari, seperti Google, sudah menyiapkan aturan dasar dan rekomendasi terkait pembuatan dan penggunaan schema markup. Pelajari dan gunakan sesuai rekomendasi agar kinerja website Anda menjadi lebih optimal di mesin pencari.

Menerapkan Penggunaan Schema Markup

Jika sudah melakukan pemilihan skema yang paling sesuai dengan relevan dengan konten di situs web, maka selanjutnya Anda perlu mengintegrasikan skema ke dalam website. Caranya bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Proses Integrasi Schema Markup ke Situs Web

Untuk mengintegrasikan schema markup ke situs web, Anda perlu menyematkan atau menambahkan kode markup ke HTML di setiap halaman yang ingin Anda markup.

Pastikan penempatan kode markup berada pada lokasi yang tepat dalam struktur HTML sehingga mesin pencari mudah menemukan kode tersebut.

2. Verifikasi Kode

Setelah menyematkan kode pada struktur HTML yang ada di website, lakukan verifikasi menggunakan alat yang memang sudah disediakan Google, misalnya Schema Markup Validator.

Melakukan verifikasi ini penting untuk memastikan schema markup dapat berfungsi dengan baik.

3. Lakukan Pengujian di Structured Data Testing Tool

Walaupun data saat melakukan verifikasi dan validasi sudah menunjukkan markup yang digunakan benar, tidak ada salahnya Anda juga melakukan pengujian pada Structured Data Testing Tool.

Anda bisa menggunakan tools yang sudah disediakan Google untuk memeriksa struktur data website Anda, misalnya di Rich Results Test.

Setelah semua tahapan di atas Anda lakukan, jangan lupa tetap lakukan pemantauan dan analisis untuk memastikan schema markup bekerja dengan baik. Oh ya, di atas tadi Anda sudah membaca mengenai keyword research, kan? Nah, supaya hasil riset kata kunci bisa mendapatkan kata kunci yang relevan dengan konten, terapkan juga keyword mapping.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER